Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 13. Hari Pertama di Kost


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan tiba saatnya Ixora harus meninggalkan mansion William. Di pagi buta Ixora sudah berdandan dengan tampilan barunya. Rambut sudah dicat dengan kesan kusam. Wajah sudah di make down tampak kusam dan warna kecoklatan, bibir dibuat menjadi pucat. Pakaian dia memakai pakaian bekas Alexandria saat penyamaran dulu. Dan kini dia memasang kaca mata tebal dan besar yang dia beli di pasar loak.


“He... he... he... sudah jadi Isomah anaknya Pak Wagiman petugas taman.” ucap Ixora sambil tersenyum puas saat melihat tampilan jelek dan cupunya.


“Aku pergi sekarang aja..” gumam Ixora lalu dia membawa travel bag yang berisi perlengkapannya. Ixora pun membawa dua hand phone, yang satu hand phone jelek dengan nomor yang baru.


Ixora melangkah pelan pelan keluar kamar dan menuruni anak tangga. Adik dan kedua orang tuanya masih di dalam kamar. Para pelayan juga masih sibuk di dapur. Tidak ada yang melihatnya. Ixora pelan pelan keluar dari pintu samping bukan dari pintu utama mansion.


Dia melangkah menuju ke taman samping mansion di mana dia sudah membuat janjian dengan Pak Wagiman.


“Pak.” Sapa Ixora yang melihat Pak Wagiman di taman samping sambil mengusap usap motornya. Pak Wagiman bolak balik mengelap motornya sebab motornya akan diboncengi oleh Nona Ixora.


“Ya Non.” ucap Pak Wagiman saat mendengar suara Ixora. Akan tetapi saat dia menoleh...


“Hei siapa kamu, pagi pagi sudah ada di sini?” tanya Pak Wagiman saat menoleh melihat penampilan baru Ixora


“Apa kamu pelayan baru yang baru saja datang?” tanya Pak Wagiman lagi.


“Pak, aku Ixora sekarang jadi Isomah.” Jawab Ixora dengan suara pelan


“Jangan keras keras bicara, nanti orang orang datang ke sini. Ayo cepat sekarang kita pergi.” Ucap Ixora selanjutnya


“Heh Non... kok jadi kayak begini?” tanya Pak Wagiman sambil melihat Ixora dengan heran


“Pak sekarang jangan panggil Non, panggil Nak saja.” Ucap Ixora


“Iya iya Nak, ayo kita jalan.” Ucap Pak Wagiman selanjutnya


Pak Wagiman pun segera menyalakan mesin motornya. Ixora juga segera mendudukkan pantatnya di boncengan motor tidak lupa dia memakai helm standard SNI. Motor berjalan pelan pelan meninggalkan lokasi taman samping mansion dan selanjutnya meninggalkan halaman depan.

__ADS_1


Saat sampai di post satpam. Pak Wagiman mengatakan akan mengantar anaknya ke tempat kost lebih dahulu. Pak Satpam terlihat mengeryitkan dahinya.


“Kapan anakmu datang ke mension ini, aku jaga sejak pagi, tidak melihat anak itu masuk mension?” tanya Pak Satpam


“Tadi malam datang dari desa, mau sekolah di sini, aku kost kan dia. Tidak enak kalau ikut tinggal di sini sama aku.” Jawab Pak Wagiman


“Sudah jangan banyak tanya, kalau tidak percaya tanya Tuan William sana, aku sudah lapor.” ucap Pak Wagiman lalu dia segera menjalankan motornya. Sedangkan Ixora hanya tertunduk saja. Padahal meskipun tidak tertunduk Pak Satpam sudah tidak lagi mengenali dirinya.


Motor terus melaju suasana jalan raya belum terlalu ramai. Dan beberapa saat kemudian motor memasuki suatu halaman kost kostan sederhana. Suatu kost kostan sudah jadi , sudah ada penghuni kostnya langsung dibeli oleh Tuan William.


“Sudah sampai Non, eh Nak..” ucap Pak Wagiman lalu mematikan mesin motornya. Ixora pun lalu turun dari jok boncengan motornya.


“Apa Bapak sudah bilang ke pemilik kost kalau aku kost di sini? Apa pasti ada kamar buat aku?” tanya Ixora alias Isomah yang tidak tahu kalau itu kost kostan milik Papanya.


“Sudah.” jawab Pak Wagiman singkat dia pun sebenarnya masih merasa sungkan dengan Ixora jika memanggil dengan sebutan Nak.


Pak Wagiman terus berjalan menuju ke arah pintu depan. Ixora pun mengikuti dari belakang. Dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai di depan pintu.


Pak Wagiman terus mengetuk ngetuk pintu itu dan tidak lama kemudian pintu terbuka dan muncul sosok perempuan setengah baya blasteran bule. Dia lah Nyonya Naura sahabatnya Tante Lisbeth, adiknya Tuan William.


“Masuk.” ucap Nyonya Naura


“Nyonya saya disuruh Tuan William mengantar ini anak saya.” ucap Pak Wagiman yang belum mengenal Nyonya Naura. Sedangkan Ixora hanya menunduk dia sudah memgenal Nyonya Naura tetapi tidak tahu jika kost kostan yang akan dia tempati pikirnya miliknya Nyonya Naura padahal sebenarnya milik Papanya.


“Kalau Nyonya Naura tahu siapa sebenarnya aku bagaimana ya.” gumam Ixora dalam hati. Padalah Nyonya Naura sudah diberi tahu oleh Tuan dan Nyonya William dan dia diberi tugas untuk menjaga Ixora.


“Aku harus panggil siapa pada anakmu itu Pak?” tanya Nyonya Naura sambil menatap dengan tatapan mata yang lembut pada Ixora.


“Isomah, Nyonya.” jawab Ixora pelan

__ADS_1


“Panggil aku Bunda Nana saja.” Ucap Nyonya Naura sambil tersenyum


“Baik Bun.” Jawab Isomah sambil tertunduk dia kuatir jika Nyonya Naura mengenali wajah aslinya.


“Pak Wagiman sekarang boleh pulang. Aku akan mengantar Isomah ke kamarnya.” ucap Bunda Naura pada Pak Wagiman. Pak Wagiman pun lalu menitipkan Ixora pada Bunda Naura, layaknya menitipkan anak kandungnya sendiri.


“Hati hati ya Nak..” ucap Pak Wagiman sambil menatap Ixora, Ixora pun menganggukkan kepalanya. Dan seterusnya Pak Wagiman mohon diri.


Kini tinggal Ixora dan Bunda Naura berada di ruang tamu itu. Dan selanjutnya Ixora diajak oleh Bunda Naura menuju ke kamar yang akan di tempati oleh Ixora.


Sesaat mereka berdua melewati ruang yang biasa untuk tempat ngumpul anak anak penghuni kost.


“Ada anak baru ya? Dari planet mana sih?” ucap salah satu dari mereka yang suara nya didengar oleh Bunda Naura dan Ixora.


“Ooo kenalkan ini ada teman baru kalian.” ucap Bunda Naura yang spontan berhenti di depan mereka, demikian juga Ixora.


“Nama saya Isomah.” ucap Ixora sambil mengulurkan tangannya. Akan tetapi mereka semua membiarkan tangan Ixora tidak ada yang mau menerima untuk berjabat tangan.


“Dia yang mau bersih bersih kost an kita ya Bun?” tanya salah satu dari mereka dengan nada sinis


“Bukan dia seperti kalian kost di sini dan kuliah mahasiswa baru.” Jawab Bunda Naura


“Ha ga salah? Hari gini ada model maba macam gini?” suara beberapa penghuni kost itu sambil saling pandang.


“Fakultas apa kamu?” tanya salah satu dari mereka


“Kedokteran.” jawab Bunda Naura. Lalu Bunda Naura menggandeng tangan Ixora untuk melangkah menuju ke ke kamarnya.


“Ha?” teriak mereka semua tampak kaget hingga mulut mereka mengangnga dan mata melotot hingga bola matanya mau keluar.

__ADS_1


“Kedokteran? Kita ga salah dengar?” tanya salah satu dari mereka. Sebab di fakultas kedokteran universitas Mahardhika milik Tuan Alfredo terkenal mahasiswinya bening bening kinclong kinclong.


__ADS_2