
Bang Bule segera menutup video praktikum Anneke itu. Lalu dia mencari rekaman bukti perjodohan Ixora dengan Carol setelah berjam jam akhirnya Bang Bule mendapat bukti itu dan ternyata di rekaman suara.
“Benar, Carol mengiyakan rencana perjodohan itu.” Gumam Bang Bule setelah mendengarkan rekaman suara Anneke dan Carol.
Bang Bule tampak ekspresi wajahnya menegang bukan karena video Anneke akan tetapi karena kebenaran informasi tentang perjodohan kekasih hatinya itu.
“Kini tinggal menunggu bagaimana pendapat Ixora tentang perjodohan itu.” Gumam Bang Bule sambil menopang dahinya dengan tangannya. Bang Bule menunduk lesu.
“Tapi kapan aku bisa berbicara dengan Ixora komunikasi lewat hand phone saja susah.” Gumamnya lalu dia mengusap wajahnya dengan kasar agar aliran darah di wajahnya lancar.
Bang Bule lalu mengambil hand phone nya yang sudah terisi penuh energi listriknya. Bang Bule tersenyum saat melihat ada pesan masuk dari Ixora. Saat pagi tadi Ixora ke kamar mandi sambil membawa buku yang ada hand phone di dalamnya. Dia beralasan pada sang perawat akan buang air besar sambil membaca buku. Akan tetapi kesempatan itu dia gunakan untuk membuka hand phone khususnya.
Bang Bule membuka pesan dari Ixora.
“Bang, coba datang saja ke mansion. Aku belum bisa keluar seorang diri. Masih dalam pengawasan.”
“Mama Bang Bule datang seorang diri saja tidak usah dengan Bang Bule. Bilang saja teman aku di sosial media.”
“Nanti aku bilang ke Mama kalau temanku dari luar negeri akan menengokku. Jangan bilang dari Belanda nanti Mama curiga.”
Bang Bule lalu mengirim pesan balasan.
“Iya Beb, siyap laksanakan.”
TING
Pesan terkirim akan tetapi hanya centang satu. Hand phone Ixora sudah tidak aktif lagi.
__ADS_1
Bang Bule lalu melangkah keluar dari kamarnya, dia akan memberi tahu pada sang Mama. Saat berjalan di ruang keluarga terlihat Sang Mama sedang duduk di sofa sambil berbincang bincang dengan anak buah Bang Bule akan tetapi sekarang sudah tidak ada Nency yang mondar mandir ke rumah.
“Ma, aku akan berbicara masalah penting dengan Mama.” Ucap Bang Bule yang berdiri di dekat Sang Mama
“Bicaralah.” Ucap Sang Mama sambil mendongak menatap Bang Bule.
“Ma, kita bicara di kamar ku atau kamar Mama.” Ucap Bang Bule yang tidak ingin pembicaraan nya didengar oleh anak buahnya.
Nyonya Jansen lalu bangkit berdiri, dan selanjutnya dia melangkahkan kaki menuju ke kamar Bang Bule, dan Bang Bule pun mengikuti langkah kaki sang Mama.
Setelah masuk di dalam kamar Bang Bule mereka berdua berjalan menuju ke kursi rotan panjang legendaris. Mereka berdua lalu duduk bersebelahan. Bang Bule pun selanjutnya menceritakan pesan Ixora kepada Sang Mama. Dan tentu saja Bang Bule kini menyampaikan jika gadis impiannya adalah Ixora William.
“Jadi dia anak Tuan William pengusaha kaya itu.” Gumam Nyonya Jansen.
“Iya Ma, dia adiknya Alexa, isteri Vadeo.” Ucap Bang Bule
“Dia membantu tetapi dia juga takut dengan Mertuanya.” Jawab Bang Bule sambil menatap Sang Mama
“Kita datang berdua menemui untuk Ixora. Kita hadapi dengan membusungkan dada.” Ucap Sang Mama dengan nada serius sambil membusungkan dadanya
“Tidak usah harus berpura pura sebab pada akhirnya juga akan tahu aku adalah orang tuamu.” Ucap Nyonya Jansen selanjutnya dia ingin mendapatkan segera tentang kejelasan hubungan Bang Bule dengan Ixora.
“Tapi Ma...” ucao Bang Bule dengan nada kawatir
“Sudah ikuti kataku. Dua hari lagi kita ke sana, aku akan belanja dulu untuk membuat masakan buat oleh oleh.” saut Nyonya Jansen sebelum Bang Bule selesai kalimatnya, lalu dia bangkit berdiri dan meninggalkan kamar Bang Bule Vincent.
Bang Bule pun akhirnya hanya bisa mengikuti kemauan Sang Mama. Dia mengirim pesan suara kepada Ixora, yang menginformasikan hari kedatangan Sang Mama ke mansion Willam.
__ADS_1
Waktu pun terus berlalu. Di suatu sore hari, tiba saatnya Bang Bule dan Sang Mama akan mendatangi mansion Willam. Nyonya Jansen sudah membuat kue kue dan makanan khas Belanda yang akan diberikan pada Ixora pada khususnya dan keluarga William pada umumnya.
“Mama bawa banyak sekali?” tanya Bang Bule yang sudah tampil keren, rapi dan wangi. Di saat melihat banyak kotak makanan di atas meja di ruang keluarga yang sudah disiapkan oleh Nyonya Jansen yang akan dibawa untuk oleh oleh.
“Ini saja menurut Mama masih kurang, pasti banyak orang di dalam mansion mewah itu. Ini paling hanya cukup untuk keluarga William dan beberapa pelayan saja.” Ucap Sang Mama sambil tersenyum menatap Bang Bule Vincent yang tampil rapi dan keren.
Bang Bule pun lalu membawa kotak kotak makanan itu dibantu oleh anak buahnya.
Setelah memasukkan semua kotak makanan itu di dalam mobil Bang Bule dan Nyonya Jansen dengan segera masuk ke dalam mobil dan dengan segera pula mobil segera melaju meninggalkan rumah Bang Bule untuk menuju mansion Willam.
“Aku kok deg deg an ya Ma.” Ucap Bang Bule sambil terus fokus pada laju kemudi mobilnya
“Ixora tahunya hanya Mama yang datang ke sana.” Ucap nya kemudian
“Santai saja, kejutan buat Ixora, biar dia tahu kalau kamu sungguh sungguh mencintainya dan tidak takut menghadapi penghalang.” Ucap sang Mama memberi dukungan dan semangat pada Bang Bule.
Bang Bule terus fokus pada laju kemudi mobilnya meskipun jantungnya berdebar lebih kencang. Akan tetapi Bang Bule cukup bahagia sebab Sang Mama memberi dukungan untuk cintanya.
Sementara itu, di mansion Willam di kamar Ixora. Ixora sudah minta dibersihkan tubuhnya oleh Sang perawat. Dia pun sudah memakai gaun yang cantik.
“Nona sudah cantik, seperti mau menemui kekasih saja.” Ucap sang perawat sambil memasangkan penyangga tangan pada Ixora.
“Namanya juga mau menemui orang dari jauh Sus. Orang tua dan tamu jauh. Dia sudah seumur an dengan Mama, tinggal di luar negeri, kebetulan sedang berkunjung ke Indonesia sekalian akan jumpa di dunia nyata he... he..” ucap Ixora sambil tertawa kecil dalam hati dia sangat bahagia dan tersanjung Mama nya Bang Bule mau datang dan ingin bertemu pada dirinya.
“Apa Nyonya William juga akan menemuinya Non?” tanya Sang perawat
“Tidak Sus, Mama dan Papa akan menghadiri undangan temannya. Mama dan Papa paling sedang bersiap siap akan pergi.” Jawab Ixora. Dia memang sudah memberi tahu pada Sang Mama kalau teman media sosialnya dari luar negeri akan beekunjung. Nyonya William memberi izin akan tetapi tetap dengan penjagaan ketat.
__ADS_1
“Baiklah, mari saya antar turun Nona.” Ucap sang perawat yang sudah selesai memasang alat penyangga tangan pada Ixora.