
Dengan tangan gemetar karena jantung yang terus saja berdetak lebih kencang, Reyvan memutar handel pintu kamar Beny.
“Kita mau belajar apa Rey?” tanya Anneke dengan senyum menggoda. Reyvan yang masih gemetaran tidak menjawab lantas mendorong daun pintu itu.
Saat pintu terbuka Anneke mengernyitkan dahi nya sebab kamar tersebut hanya ada kasur lipat tipis yang terhampar di lantai. Tanpa sprai. Dan di dekat nya ada keranjang baju kotor yang tampak sudah penuh isinya. Dan di lantai itu juga ada asbak yang beirisi abu dan puntung rokok juga penuh sampai ada puntung yang loncat ke lantai.
Aroma campur campur masuk ke dalam hidung Anneke.
“Kamu tidak punya teman yang punya kamar lebih baik.” Tanya Anneke dia ragu ragu untuk masuk.
“Di sini yang aman, tidak mahal juga bayar sewa nya ke Beny cukup makan siang dan satu bungkus rokok.” Ucap Reyvan lalu masuk ke dalam.
“Cepat masuk aku butuh kamu agar adik kecilku bisa kembali normal seperi dulu.” Ucap Reyvan lalu dia duduk di kasur lipat yang terhampar di lantai kamar kost Beny itu.
Anneke yang juga sudah haus sentuhan itu pun lalu masuk ke dalam kamar kost Beny itu. Anneke lalu menutup pintu kamar itu tidak lupa mengunci pintu nya.
“Apa tempat ini benar benar aman?” tanya Anneke yang khawatir jika ada yang mengedor ngedor pintu saat mereka sedang enak enakan.
“Aman di sini kost bebas. Meskipun kost laki laki banyak kamar nya berisi laki laki dan perempuan.” Ucap Reyvan yang mulai melepas tshirt dan celana panjang blue jeans nya. Dia sudah tidak sabar karena melihat punggung mulus Anneke tadi saat Anneke menutup pintu.
“Tapi kamu janji harus mau melakukan yang aku minta.” Ucap Anneke yang juga mulai duduk di kasur lipat itu.
“Ya, asal adik kecilku bisa kembali normal.” Ucap Reyvan sambil menarik tali baju yang ada di belakang leher Anneke. Untung cara menariknya benar dan ikatan tali itu menjadi longgar dan lama lama kain penutup bagian dada Anneke itu pun melorot. Reyvan menelan saliva nya melihat tubuh putih mulus dan montok ada di depan mata nya.
Anneke pun dengan segera jari jari nya juga mulai bergerilya pada seluruh tubuh Reyvan untuk menunaikan tugas nya mengembalikan adik kecil Reyvan agar kembali bisa berdiri tegak sempurna. Reyvan pun mulai menciumi Anneke tidak lupa jari jari nya juga bergerilya pada bagian tubuh sensitif Anneke. Dua anak manusia yang saling membutuhkan itu pun terus memburu nafas nya tidak peduli pada kasur lipat yang tipis dan aroma tak sedap dari baju kotor Beny di keranjang dekat mereka atau pun aroma rokok yang menguar dari abu dan puntung rokok di asbak. Mereka berdua terus berpacu untuk menuntaskan nafsu dan hasrat yang mengelola.
__ADS_1
Sementara itu di mansion Willam. Nyonya William sejak kepergian Tuan William dan Ixora dia terus duduk di sofa ruang keluarga dengan gelisah sambil melihat berita tentang pencurian di kampus Mahardhika lewat layar televisi nya. Dan sesekali melihat dari media sosial di layar hand phone nya.
“Siapa sih yang sudah berbuat jahat pada Ixora, kemarin teman kost nya. Apa orang iri pada Ixora.” Gumam Nyonya William sebab di siaran berita memang hasil penelitian Ixora William dibawa kabur pencuri.
Beberapa saat kemudian terdengar suara bel tamu.
TING TONG TING TONG
TING TONG TING TONG
Dan tidak lama kemudian seorang pelayan berlari menuju ke depan untuk membukakan pintu utama Mansion.
“Siapa yang datang.” Gumam Nyonya William sambil terus menatap layar televisi.
Dan sesaat kemudian terdengar suara derap langkah kaki. Nyonya William menoleh tampak tiga orang datang dan berjalan mendekat.
“Ix, taruh di kamar Papa dan Mama saja ya. Biar Mama yang menjaga kalau kamu kuliah dan aku kerja.” Ucap Tuan William yang begitu posesif dengan barang barang yang dibawa itu.
Tuan William pun segera melangkah menuju ke kamar nya. Ixora hanya bisa mengikuti kemauan orang tua nya. Nyonya William yang masih terlihat bingung pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Suami dan anaknya.
Sesampai di dalam kamar terlihat Tuan William bingung menaruhnya.
“Oooo taruh di situ...” ucap Tuan William lalu berjalan menuju ke lemari tempat dia menyimpan barang barang berharga nya.
“Pa, apa ini barang antik?” tanya Nyonya William saat melihat banyak tabung reaksi dan teman teman nya yang dibawa oleh Tuan William dan Ixora. Ixora pun tampak sibuk menaruh barang barang nya pada tempat yang aman.
__ADS_1
“Ini itu yang akan dicuri Ma, masih selamat ada di laboratorium kedokteran.” Ucap Tuan William dangan nada serius.
“Ooo pencurinya salah lokasi.” Ucap Nyonya William tampak lega.
“Iya yang dibawa oleh pencuri penelitian Ixora lainnya, bukan yang untuk lomba. Ini sekarang kita amankan dulu. Kata Ixora sudah selesai itu penelitiannya. Tinggal nunggu data data saja.” Ucap Tuan William sambil membantu Ixora meletakkan barang barang.
“Mama jangan pergi pergi, jaga barang barang itu besok itu yang akan dibawa ke luar negeri.” Ucap Tuan William lagi
“Iya iya Pa, aku akan jaga dengan sungguh sungguh.” Ucap Nyonya William dengan nada serius dan serius pula melihat barang barang yang sedang diatur letaknya oleh Ixora.
“Terus yang dibawa oleh pencuri yang penelitian apa?” tanya Nyonya William selanjutnya
“Aku juga belum tahu. Apa Ix?” ucap Tuan William kini melangkah mundur menjauh dari lemari sebab sudah hampir selesai mengatur barang barang itu.
“Penelitian senjata biologi, yang dibawa itu bisa membuat gatal gatal dan ada yang membikin buta sementara.” Ucap Ixora dengan santai sambil menutup pintu lemari itu.
“Ha?” teriak Nyonya William kaget sambil menutup mulut yang tadi sempat menganga.
“Ix, kamu?” tanya Tuan William tidak berlanjut karena tidak menyangga Ixora yang terlihat diam mempunyai ide membuat senjata biologi.
“Demi untuk melindungi diri Pa.” Ucap Ixora dengan nada serius
“Terus pencuri nya itu bisa gatal gatal Ix?” tanya Tuan dan Nyonya William secara bersamaan.
“Kalau mereka buka buka penutupnya dan dia pegang pegang ya bisa gatal gatal. Coba aja nanti kita lihat. Kalau mereka gatal gatal sebenarnya tidak perlu polisi mencari, pasti akan ketahuan pencuri nya itu karena pasti akan gatal gatal dan mencari obatnya padahal penawar dari rasa gatal itu ada pada aku pakai ramuan khusus. Dan ramuan nya juga aku simpan di fakultas kedokteran, jadi ikut ada di sini ini.” Jawab Ixora dengan senyuman di bibirnya
__ADS_1
“Tinggal cari informasi di rumah sakit apa ada pasien gatal gatal he... he...he..” ucap Ixora sambil tertawa kecil
“Atau nanti pasang iklan obat gatal hmmm dan obat buta.” Ucap Ixora lagi. Tuan William dan Nyonya William masih menatap Ixora dengan ekspresi antara heran dan kagum pada Ixora. Lalu mereka berdua mengangguk anggukan kepalanya.