
Ixora yang sudah berpenampilan menjadi Isomah itu seharian di dalam kamar kost nya untuk mengatur kamar barunya. Dia yang belum terbiasa beli makanan di warung di sekitar lokasi kost, mendapatkan makan dari Bunda Naura. Teman temannya kost nya pun semua cuek kepada dirinya. Meskipun Ixora menyapa mereka semua tidak membalas sapaan dari Ixora.
“Hmmm setiap kasta ada ujiannya masing masing.. saat kaya dan cantik penuh pujian akan tetapi dalam bahaya.. saat menjadi miskin dan jelek penuh dengan hinaan.” gumam Ixora dalam hati.
Di pagi hari berikutnya. Ixora bersiap siap akan pergi ke kampus. Hari pertama belum ada jadwal kuliah, baru akan mulai menjadwal mata kuliah dan mendapatkan dosen pembimbing akademis.
Isomah keluar dari pintu kamar kost nya, sudah lengkap dengan kacamata tebal lebar juga tas kain alias tote bag yang dia beli secara on line.
“Is ada motor bisa kamu pakai ke kampus.” ucap Bunda Naura saat Isomah pamit kepadanya.
“Terima kasih Bun, saya coba jalan kaki saja dulu. Besok kalau sudah butuh pakai motor saya pinjam ya Bun.” ucap Isomah dengan sangat sopan.
“Hati hati ya Is...” ucap Bunda Naura sambil menatap Ixora yang sudah menjadi Isomah itu. Nyonya Naura pun dipesan oleh Nyonya William untuk mengawasi Ixora agar tidak berhubungan dengan Bang Bule Vincent.
Isomah melangkah seorang diri dari lokasi kost menuju ke kampus. Tidak banyak mahasiswa yang melewati jalan itu, sebab hari ini memang dikhususkan untuk mahasiswa baru. Di tempat kost Ixora pun hanya ada tiga mahasiswa baru. Satu dirinya dan dua mahasiswa baru fakultas vokasi yang akan ke kampus sore hari karena mereka berdua pagi harinya bekerja.
Setelah sepuluh menit berjalan kaki akhirnya Isomah memasuki pintu gerbang kampus itu. Kebanyakan mahasiswa memakai motor atau mobil untuk menuju ke kampus mereka. Bisa dihitung dengan jari yang berjalan kaki.
“Hmmm makanya banyak polutan di udara, hanya jalan beberapa menit saja orang orang sudah malas.. mungkin termasuk aku he... he....” gumam Ixora dalam hati kini dia bisa menyadari hal itu setelah merasakan tidak banyak orang berjalan kaki di kampus ini.
Setelah berjalan kaki lima menit Isomah sudah sampai di bagian akademik. Sudah banyak mahasiswa baru antri di depan loket untuk mendapatkan berkas berkas. Kebanyakan mereka tidak mempedulikan Isomah. Banyak wajah melengos atau membuang muka pada Isomah.
Beberapa menit kemudian Isomah tiba pada giliran antrian nya. Dia mendapatkan satu amplop berkas yang berisi tentang segala informasi tentang panduan kuliahnya.
Isomah segera membalikkan tubuhnya dan meninggalkan loket itu setelah dia paham semua apa yang harus dikerjakan setelah ini. Isomah pun berjalan menuju ke gedung tempat dosen pembimbing akademisnya.
Saat dia berjalan dia berpapasan dengan orang yang sudah dia kenal.
__ADS_1
“Kak Carol.” ucap Ixora secara spontan, lupa jika dirinya kini menjadi Isomah. Mungkin perasaannya yang tiba tiba dicueki banyak orang dan tidak disengaja bertemu dengan orang yang dia kenal membuatnya spontan langsung menyapa.
Sementara itu Carol yang sedang berjalan dengan seorang gadis cantik menoleh karena merasa kenal dengan suara orang yang memanggil dirinya. Gadis cantik di samping Carol pun ikut menoleh.
“Siapa Kak?” tanya gadis cantik itu yang bernama Anneke.
“Entahlah, mungkin orang lihat aku di media sosial.” jawab Carol sambil mengangkat kedua bahunya dan ekspresi wajahnya terlihat jijik melihat Isomah. Dia tidak tahu jika Isomah adalah Ixora puteri Tuan William yang sudah dia kenal dengan baik.
“Sana sana kamu pergi jauh jauh!” teriak Anneke sambil mengibas ngibaskan telapak tangannya sebagai kode agar Isomah segera pergi menjauh. Isomah pun segera melangkah pergi .
“Ayo Kak kita segera menjauh dari dirinya.” ucap Anneke sambil menarik tangan Carol.
“Kok suaranya seperti aku kenal ya tapi siapa?” gumam Carol dalam hati sambil melangkah mengikuti tarikan tangan Anneke yang menggandeng erat tangan kekar Carol.
“Ah banyak orang juga memiliki kemiripan suara. Mana mungkin aku kenal dengan orang macam itu tadi.” gumam Carol dalam hati lagi dan terus berjalan di samping Anneke yang terus menggandeng tangannya.
“Dik, mau kemana?” tanya seorang pemuda mahasiswa yang memakai kaca mata tebal seperti yang dipakai oleh Isomah. Dengan memakai celana bahan kain dan kemeja pendek agak kekecilan di tubuhnya.
“Mau ke ruang dosen akademik saya.” jawab Isomah sambil menunjukkan sebuah berkas yang menuliskan nama dosen akademiknya.
“Ooo sana tuh.” ucap pemuda mahasiswa itu sambil menunjukkan suatu ruangan dengan telunjuk jarinya.
“Aku Gugun mahasiswa senior di sini dapat tugas untuk mengarahkan mahasiswa baru.” Ucap pemuda itu selanjutnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Isomah. Isomah pun mengulurkan tangannya. Banyak mahasiswa yang melewati mereka berdua menertawakan mereka atau ada yang sekedar tersenyum geli.
“Kamu jangan coba coba mendekati putera pemilik kampus ini ya.” ucap Gugun tanpa menghiraukan orang orang yang menertawakan dirinya
“Apalagi sekarang dia sedang dekat dengan primadona kampus yang sedang kena kasus.” ucap Gugun lagi.
__ADS_1
“Kasus apa Kak?” tanya Isomah kepo.
“Anak baru jangan banyak kepo. Sana segera ke dosen pembimbingmu.” hardik Gugun pada Isomah. Isomah pun segera pergi menuju ke ruangan Pak dosen pembimbing akademik.
“Kasus apa ya?” gumam Isomah dalam hati dan dia terus melangkah.
Sesaat kemudian Isomah sampai di depan ruang dosen pembimbing akademiknya. Karena masih ada mahasiswa yang konsultasi di dalam ruangan tersebut. Isomah pun duduk di bangku panjang tempat menunggu antrean. Beberapa mahasiswi yang tadi duduk di bangku itu langsung berdiri pindah tempat duduk atau rela berdiri dari pada duduk satu bangku dengan Isomah.
“Hmm malah untung tempat duduk lega.” gumam Ixora dalam hati dan dia tersenyum di dalam hati pula.
Sambil menunggu waktu Isomah mengambil smart phone barunya akan tetapi smart phone barunya itu dengan harga murahan. Dia yang kepo dengan kasus mahasiswi tadi lalu dia mencari informasi di web site kampusnya.
“Hmmm tidak ada berita tentang kasus itu. Cuma jadi tahu kalau Kak Carol posisinya sebagai legal official di kampus ini.” gumam Ixora dalam hati.
“Biarlah Kak Carol tidak melihat siapa sebenarnya Isomah yang sesungguhnya.” Gumam Isomah dalam hati
“Kalau aku kuliah di sini sebagai Ixora pasti gadis tadi mengamuk habis habisan ke aku, aku sebagai Isomah saja dia posesif banget pada Kak Carol.”
“Hmmm coba aja aku lihat seberapa banyak gadis yang menginginkan untuk dijadikan pacar oleh Kak Carol.” gumam Ixora dalam hati.
Belum juga beberapa detik dia bergumam... ada segerombolan mahasiswi mahasiswi cantik berjalan sambil mengobrol dengan seru.
“Gila ya.. putera pemilik kampus ini sudah gagah, tampan, keren.. tenar pula pengacara kondang bestie...” ucap salah satu dari mereka
“Iya kasus artis artis saja banyak yang sukses dia tangani.” ucap yang lain
“Aku tuh curiga naga sama si Anneke itu, dia sengaja bikin kasus agar bisa kemana mana berdua dengan pengacara kondang itu.” ucap mahasiswi yang lainnya lagi. Mahasiswi yang lain pun juga sependapat mereka terus mengobrol membicarakan Carol dan Anneke. Akan tetapi Isomah belum juga mendengar apa kasus primadona kampus itu.
__ADS_1