Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 80. Ancaman


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu. Di hari Senin pagi Ixora sudah berpenampilan sebagai Isomah dan segera menghubungi Pak Wagiman agar mengantar diri nya menuju ke kost sebelum kondisi mansion dan jalan semakin ramai. Di samping itu dia pun juga ada jadwal kuliah di jam pagi.


Jalanan masih terlihat sepi, preman pengintai pun juga sudah tidak terlihat. Karena sudah ada yang tertangkap mungkin yang lainnya takut bergerak atau memang sudah ditarik oleh Anneke karena ulahnya sudah diendus oleh Carol.


Beberapa menit kemudian motor yang dikendarai oleh Pak Wagiman dan Isomah sudah mendekati lokasi kampus.


“Pak tolong antar langsung ke kampus ya, ada kuliah pagi biar aku tidak usah bolak balik.” ucap Isomah saat motor sudah mendekati pintu gerbang kampus.


Pak Wagiman menjawab dengan anggukan kepala dan selanjutnya langsung membelokkan motor nya masuk ke gerbang kampus menuju ke kampus Isomah.


Isomah langsung mengikuti jadwal kuliah pagi. Dan setelah selesai mengikuti kuliah pagi dia langsung mengikuti jadwal praktikum hingga siang hari.


Saat semua jadwal kuliah dan praktikum di fakultas kedokteran sudah selesai. Dia segera berjalan akan pulang ke kost agar nanti bisa istirahat sebelum ikut kuliah lagi di sore hari.


Sesaat Isomah kaget karena dia melihat Carol sedang berdiri di samping mobil nya. Carol sedang menunggu Anneke yang akan dijemputnya.


“Kak Carol.” Gumam Isomah dalam hati dia ragu ragu akan terus melanjutkan langkahnya yang berarti harus melewati Carol atau dia berhenti dulu agar Carol terlebih dulu pergi.


Saat Isomah masih ragu ragu dan berpikir pikir.


“Hei! Ke sini kamu!” teriak Carol dengan keras. Hingga banyak orang menoleh ke arah suara Carol.


Isomah tampak kaget, dia menghentikan langkahnya dan menunduk tetapi ekor mata nya berusaha untuk melihat ke arah Carol. Dan ternyata Carol berjalan mendekati dirinya.


“Tuli ya kamu?” tanya Carol saat sudah berada di dekat Isomah.


“Ingat ya, jangan lapor dan bercerita pada siapa pun!” ancam Carol dengan suara pelan agar tidak ada orang lain yang dengar, namun dengan nada penuh penekanan.


“Mampus kamu kalau melaporkan kejadian itu!” ancam nya lagi akan tetapi Isomah tetap diam saja dan mulut nya diam saja tidak mengucapkan satu patah kata pun.


“Hei, dengar tidak!” ucap Carol dengan kasar akan tetapi dia tidak berani bersuara keras keras


“Bisu tuli ya kamu?” tanya Carol lagi dengan nada kesal

__ADS_1


“Tidak aku laporkan dan aku ceritakan sekarang. Tapi lain waktu.” Ucap Isomah kemudian dengan tenang namun penuh penekanan. Akhirnya dia bersuara sebab sudah muak dengan ucapan ucapan Carol. Selanjutnya dia melangkah pergi meninggalkan Carol.


“Hei, kamu menantang ya!” teriak Carol dengan nada emosi


Isomah berjalan cepat meninggalkan Carol. Sedangkan Carol terlihat wajahnya memerah karena menahan marah.


“Kurang ajar, orang tidak tahu diri, tidak bisa diuntung. Pasti dia masuk di kampus Papa karena beasiswa orang miskin. Bisa bisa menantang aku.” Ucap Carol lagi masih dengan nada kesal.


“Akan aku cabut beasiswa nya, mampus dia. Pasti sekeluarga menangis nangis mohon maaf dan mengiba.” Ucap Carol lagi.


Akan tetapi tiba tiba.


“Kok aku seperti kenal suara itu. Mirip sekali dengan suara siapa ya..?” gumam Carol bertanya pada diri nya sendiri sambil mengingat ingat


“Hei... tunggu!” teriak Carol lagi. Carol pun berjalan cepat menyusul Isomah akan tetapi langkah Isomah terlalu cepat buat dirinya.


Dannn


“Kak Carolll.” Teriak Anneke lagi sebab Carol mengabaikan panggilannya.


“Kak Carol ngapain kejar kejar orang tidak berguna itu?” tanya Anneke yang terus berjalan menuju ke arah Carol yang kini sudah berhenti sebab selain Isomah sudah semakin jauh juga sudah ada Anneke.


“Kak Carol kenal dengan dirinya?” tanya Anneke lagi


“Mana mungkin aku kenal dengan gembel macam dia.” Jawab Carol masih dengan nada kesal lalu dia membalikkan tubuhnya untuk melangkah menuju ke tempat mobil nya terparkir.


“Terus ngapain Kak Carol mengejar diri nya?” tanya Anneke yang masih kepo (penasaran) sambil berjalan di samping Carol.


“Dia sudah kurang ajar sama aku.” Jawab Carol


“Menggoda? Melecehkan?” tanya Anneke lagi sambil menoleh ke arah Carol yang berjalan di sampingnya.


“Sudah ayo aku antar kamu pulang. Aku harus segera ke kantor lagi.” Ucap Carol sambil mempercepat langkahnya menuju ke mobil.

__ADS_1


“Gara gara sampah itu jadi terbuang waktu ku.” Umpat Carol dengan nada kesal lalu dia membuka pintu mobil nya saat sudah berada di samping mobil nya.


Sementara itu di lain tempat,


Isomah terus berjalan cepat dengan memakai ilmu meringankan tubuh. Beberapa saat kemudian dia sudah sampai di rumah kost nya.


Isomah segera membuka kunci pintu kamar nya. Dia mengambil air mineral lalu istirahat di dalam kamar nya.


Dia lalu mengambil hand phone nya dan mengaktifkan nya. Biasa nya Bang Bule akan mengucapkan selamat siang. Meskipun hanya ucapan seperti itu akan tetapi hati Ixora pun senang.


Setelah semua program aktif ada beberapa notifikasi masuk. Benar ada pesan chat dari Bang Bule. Ixora segera membukanya.


Akan tetapi Ixora tampak kaget sebab satu buah foto yang dikirimkan kepada nya. Dengan ucapan keterangan alias caption.


“Makin akrab saja.”


“Bang Bule dari mana dapat foto itu, aku saja malah tidak tahu .” gumam Ixora dalam hati setelah melihat foto yang dikirimkan oleh Bang Bule. Satu foto moment di acara makan malam kemarin di mansion Alfredo.


Ixora belum menanggapi kiriman foto itu. Sebab ada juga pesan chat dari dosen fakultas vokasi.


Ixora tampak kaget sebab isi pesan teks di aplikasi chatting nya berisi agar Isomah segera menghadap ke Ibu Dosen ada masalah penting. Harus datang sebelum jam kuliah sore dimulai.


“Ada masalah apa ya aku? Apa harus mengulang ujian atau mengulang praktikum?” gumam Ixora dalam hati, dia sangat kuatir jika ada masalah dengan kuliah nya.


“Aku mandi dan ganti baju dulu.” Gumam Ixora lalu dia segera pergi ke kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan berganti baju dan tentu saja sudah memperbaiki lagi make down nya. Isomah segera berjalan lagi menuju ke kampus untuk menemui ibu dosen fakultas vokasi yang memanggil dirinya. Isomah sangat penasaran akan tetapi juga kuatir.


“Masalah apa ya, apa aku sudah membuat kesalahan yang aku tidak sengaja dan tidak aku sadari.” Gumam Isomah dalam hati sambil terus mempercepat langkah kaki nya.


“Apa masalah nilai.” Gumam Isomah lagi.


“Apa beliau sudah mengetahui jati diri ku sebenarnya.” Gumam Isomah yang masih saja penasaran dengan panggilan mendadak dari Sang dosen.

__ADS_1


__ADS_2