
Sementara itu di jalan raya, setelah mobil yang ditumpangi oleh Ixora bisa mengawal mobil Ibu Dosen Retno selamat sampai di lokasi perumahan dosen. Mobil langsung melaju menuju ke mansion William.
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman mansion Willam, dan terus melaju mendekati pintu utama Mansion.
“Terima kasih ya sudah mengantar dan menjaga aku. Selamat beristirahat.” Ucap Ixora sambil membuka pintu. Pak sopir dan sang pengawal pun membalas ucapan terima kasih Ixora, dan mobil masih berhenti menunggu sampai Ixora masuk ke dalam mansion baru mobil berjalan lagi menuju ke garasi.
Setelah Ixora masuk ke dalam mansion yang pintu utama nya dibukakan oleh Sang pelayan. Ixora terus melangkah ke dalam, saat akan menaiki anak tangga.
“Ix kok baru pulang? Ayo makan dulu kami semua sudah makan.” Ucap Nyonya William sambil bangkit berdiri dari sofa tempat duduk nya, yang sejak tadi menunggu kedatangan Ixora dengan cemas.
“Mama hubungi kamu sejak tadi tapi hand phone mu off. Hubungi pengawal katanya kamu masih di dalam, telpon lagi katanya sudah akan pulang kok ga sampai sampai.” Ucap Nyonya William selanjutnya sambil berjalan mendekati Ixora.
“Eh Mama, maaf Ma sudah membuat Mama menunggu dan cemas.” Ucap Ixora lalu memeluk dan mencium pipi Sang Mama yang kini sudah berada di dekat nya. Mereka berdua pun lalu berjalan menuju ke ruang makan.
“Tadi dipanggil Ibu Dosen, Ma...” ucap Ixora yang kini berdiri di depan wastafel sambil memutar kran air.
“Hah? Kamu punya salah apa?” tanya Nyonya William dengan nada khawatir.
“Dipanggil tidak mesti punya kesalahan Ma.” Jawab Ixora yang sudah selesai mencuci tangannya dan melangkah menuju ke meja makan.
“Membicarakan masalah kesiapan perlengkapan lomba tingkat internasional dan menentukan hari Ibu Dosen ke sini.” Jawab Ixora sambil mendudukkan pantatnya di kursi makan.
“Owhhh.” Gumam Nyonya William yang sudah duduk tidak jauh dari Ixora. Ixora pun menyampaikan pada Mama nya kapan Ibu Dosen Retno akan berkunjung.
Setelah selesai menemani Ixora makan malam, Nyonya William terlihat berjalan menuju ke dapur untuk memberi tahu pada para pelayan agar menyiapkan menu special untuk menjamu kedatangan Ibu Dosen yang sudah dijadwalkan.
Sedangkan Ixora terus melangkah menaiki anak tangga menuju ke kamar nya. Di lantai atas tampak sepi Dealova mungkin sedang harus belajar di dalam kamar nya. Kamar Alexandria pun kosong karena sudah beberapa hari Alexandria dan Vadeo tidak pulang ke mansion William.
__ADS_1
“Perasaanku kok masih tidak enak ya.” Gumam Ixora sambil membuka pintu kamar nya. Setelah masuk ke dalam kamar Ixora langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya agar segar tubuh dan pikirannya.
Beberapa menit kemudian Ixora sudah keluar dari kamar mandi, masih menggunakan bath robe , Ixora berjalan menuju ke meja belajar untuk mengambil hand phone yang masih berada di dalam tas nya.
Setelah mengaktifkan hand phone nya banyak pesan chat masuk, termasuk salah satu nya dari Bang Bule Sayangku.
Sambil tersenyum Ixora segera membuka pesan chat dari Bang Bule. Akan tetapi belum juga Ixora selesai membaca layar hand phone nya berkedip kedip ada panggilan video dari Bang Bule. Ixora yang sudah dilanda rindu pun langsung menggeser tombol hijau.
“Bang...” ucap Ixora saat melihat wajah Bang Bule yang menatapnya tidak berkedip
“Beb..” suara Bang Bule sambil menelan saliva nya melihat wajah segar Ixora dengan tubuh terbalut oleh bath robe, pikiran nya pun kembali ke waktu saat berada di dalam mobil di mana Ixora hanya memakai pakaian dalem.
“Bang!” teriak Ixora membuyarkan lamunan Bang Bule. Bang Bule selanjutnya tertawa lebar lalu menanyakan kabar pujaan hatinya itu.
Ixora pun selanjutnya curhat tentang perasaan hati nya yang tidak nyaman setelah melihat satu orang sekelebat masuk ke dalam halaman kampus. Dan dia pun selanjutnya bercerita tentang orang yang menguntit dan nomor asing yang mengancam diri nya.
“Aku pikir sudah tidak ada lagi yang mengancam dan kemarin sibuk urus sana sini Bang jadi ga kepikiran lagi.” Jawab Ixora
“Richardo juga kerja tidak tuntas.” Saut Bang Bule dengan nada kesal.
“Kemarin kan terus sibuk melatih aku Bang, dan itu tadi karena tidak ada lagi ancaman dan semua berjalan lancar jadi kita ga cari tahu lebih lanjut.” Ucap Ixora
“Coba kamu kirim nomor asing itu ke aku.” Ucap Bang Bule selanjutnya.
“Payah Richardo, makanya pemasukan menurun setelah organisasi dia pegang, kerja tidak tuntas.” Gumam Bang Bule yang didengar oleh Ixora
“Ehemm Ehem... Bang Bule memang paling top dech.” Ucap Ixora dengan senyum bangga dan Bang Bule pun senyum dengan perasaan melayang melambung tinggi karena mendapat pujian dari pujaan hatinya.
__ADS_1
Keesokan hari nya. Para karyawan cleaning service sudah datang ke kampus Mahardhika, termasuk cleaning service yang ke kampus vokasi. Mereka kaget saat melihat petugas keamanan terkapar di lantai pos jaganya dan mukanya tampak ada beberapa luka memar. Beberapa di antara dari mereka lalu membawa petugas keamanan tersebut ke rumah sakit kampus. Sementara yang lain nya melapor pada pimpinan mereka dan tidak lama kemudian banyak polisi berdatangan. Dan mereka semua mengecek seluruh tempat di lokasi kampus fakultas vokasi itu.
Berita penganiayaan pada petugas keamanan fakultas vokasi dan pencurian di laboratorium dan ruang salah satu Dosen pun mulai menyebar. Termasuk Tuan Alfredo sudah dihubungi langsung oleh Dekan fakultas vokasi.
Tuan Alfredo yang masih di dalam kamar terlihat sangat berang mendengar kabar jika salah satu fakultas ada tindak kejahatan.
“Hah? Laboratorium vokasi kan tempat penelitian Ixora.” Ucap Tuan Alfredo tampak khawatir.
“Masalah Carol belum selesai sampai saat ini belum juga sadar, ditambah ada masalah pencurian semoga saja bukan hasil penelitian Ixora yang akan dilombakan.” Gumam Tuan Alfredo
“Kenapa juga ruang kerja Ibu Retno yang dibobol. Apa ada hubungannya dengan penelitian lomba Ixora.” Ucap Tuan Alfredo lalu dia terlihat mengusap usap layar hand phone nya dia akan menghubungi Ixora, tetapi berkali kali menghubungi nomor Ixora hanya terdengar nada panggil dan tidak diterima oleh Ixora.
Tuan Alfredo pun lalu menghubungi nomor hand phone Tuan William.
“Selamat pagi Tuan.” Ucap Tuan William setelah menggeser tombol hijau.
“Selamat pagi, Tuan maaf saya menghubungi Ixora kenapa tidak di angkat.” Ucap Tua Alfredo
“Owh mungkin sedang di kamar mandi.” Gumam Tuan William
“Ada apa Tuan?” tanya Tuan William kemudian dengan nada datar dia khawatir jika Ixora disuruh ke rumah sakit untuk urusan Carol.
“Tuan maaf ada kabar buruk..” ucap Tuan Alfredo
“Apa Carol .....” ucap Tuan William dengan hati hati dia berpikir Carol sudah menghembuskan nafas terakhirnya
“Bukan Tuan ini masalah penelitian Ixora, di laboratorium tempat Ixora melakukan penelitian ada pencurian, juga ruang dosen pembimbing penelitian Ixora...” ucap Tuan Alfredo segera memotong kalimat Tuan William
__ADS_1
“Hah? Kurang ajar!” teriak Tuan William dengan mata melotot.