
Bang Bule yang berjalan di samping ketua panitia lomba dan menejer hotel sambil berbincang bincang ringan sangat kaget saat tangan nya tiba tiba ditarik dengan sangat keras, hingga tubuhnya sedikit terhuyung.
“Tuan foto foto dulu dengan kita kita.” Ucap seorang perempuan yang menarik tangan Bang Bule itu.
“Maaf Nyonya, Tuan Vincent akan makan siang dulu, nanti setelah acara makan siang bisa foto foto bersama.” Ucap ketua panitia lomba yang juga tampak kaget saat melihat Bang Bule tubuh nya sedikit terhuyung.
“Sebentar saja Tuan, untuk buat konten kita kita sudah pernah ketemu dengan pahlawan yang menyelamatkan ketua genk kami.” Ucap salah satu perempuan yang lain nya yang sama sama orang tua perserta lomba dan merupakan anggota genk dadakan.
“Iya Tuan, sebentar saja.” Ucap yang lainnya lagi. Akhirnya ketua panitia lomba pun menyerah kan keputusan pada Bang Bule Vincent. Bang Bule Vincent yang kini tangannya sudah ditarik kiri dan kanan pun hanya bisa pasrah di hadapan Nyonya Nyonya fans baru nya itu.
“Nyonya William ayo ikut!” teriak Sang guide perempuan orang tua peserta lomba dari Philipina saat melihat Nyonya William dan Ixora masih berdiri menoleh ke arah mereka. Sedangkan Tuan William beserta lain nya sudah berjalan menuju ke ruang makan.
Nyonya William pun akhirnya juga melangkah menuju ke anggota genk nya yang berdiri mengelilingi Bang Bule Vincent. Sedang kan Ixora tersenyum dan melangkah menuju ke ruang makan sebab semua peserta lomba sudah melangkah menuju ke ruang makan.
Sementara itu semua peserta genk dadakan tersenyum sedang bergaya foto foto dengan idola baru mereka. Kecuali Nyonya William yang wajah nya berekspresi datar datar saja berbeda dengan anggota lainnya yang tampak merekah senyum nya.
“Nyonya William, senyum donk apa takut karena sang suami ada di sini he... he...” ucap salah satu anggota saat melihat hasil foto tidak ada senyum di bibir Nyonya William.
“Iya, santai saja tidak mungkin Tuan William marah atau cemburu. Ayo lagi foto lagi.” Ucap sang guide orang tua peserta lomba dari Philipina.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya berfoto foto ria lagi. Bang Bule pun terpaksa harus memasang wajah tersenyum agar sesi foto foto itu segera selesai.
“Tuan, saya punya anak gadis kalau Tuan mau bisa ambil sebagai isteri Tuan.” Ucap sang guide sambil tersenyum menatap Bang Bule kemudian dia mengusap usap layar hand phone nya.
“Lihat ini Tuan foto anak gadis saya.” Ucap sang guide orang tua peserta lomba dari Philipina itu.
Dan tiba tiba entah mengapa hati Nyonya William terasa panas. Dan dia langsung merebut hand phone sang guide itu sebelum Bang Bule melihat layar hand phone yang sudah menampilkan foto seorang gadis Philipina yang cantik.
“Sudah simpan hand phone mu, mari kita semua makan.” Ucap Nyonya William sambil memberikan hand phone sang guide. Tampak Bang Bule pun pelan pelan melangkah meninggalkan genk dadakan itu.
“Ih... Nyonya William, aku kan baru berusaha mempromosikan anak gadis ku. Aku tuh ingin sekali punya menantu Bule, pasti cucu cucu ku akan keren dan lucu lucu... bisa jadi selegram dan aku numpang tenar.” Ucap sang guide dengan nada kecewa sambil menerima hand phone nya
“Tidak bisa, cari calon mantu Bule yang lainnya dia calon mantuku...” ucap Nyonya William dengan ketus.
“Nyonya William bukannya mau besanan dengan Tuan Alfredo meskipun saya bukan orang Indonesia tetapi kami kenal Tuan Alfredo yang kaya itu, dia juga investor di negara saya.” Ucap salah satu anggota genk dadakan sambil berjalan di samping Nyonya William.
“Iya kemarin kan Nyonya William sudah cerita calon mantu nya.” Saut anggota genk dadakan lainnya. Karena waktu jalan jalan Nyonya William sempat bercerita pada mereka jika calon suami Ixora adalah Carol Alfredo.
“Aku kan punya dua anak gadis. Sudah ayo, keburu jam makan habis.” Ucap Nyonya William lalu mempercepat langkah nya menuju ke ruang makan. Anggota genk dadakan yang berjalan di belakang Nyonya William berbisik bisik. Entah ngomongin apa.
__ADS_1
Sementara itu di negeri Indonesia. Berita Nyonya William sudah diketemukan pun mulai beredar. Juga berita tentang tertangkap nya Bos Tambun. Berita itu juga sampai di telinga Nyonya Alfredo yang baru saja diberi tahu oleh Sang suami saat datang melihat perkembangan kondisi Carol.
“Alhamdulillah kalau Nyonya William sudah diketemukan dalam keadaan selamat.” Ucap Nyonya Alfredo yang kini wajahnya sudah mulai segar karena kesehatan Carol sudah semakin membaik. Carol sudah bisa memasukkan asupan lewat mulut nya sudah tidak perlu diinfus lagi.
“Bos Tambun itu otak yang membuat hoak tentang plagiat penelitian Ixora juga tentang pencurian di kampus. Dia pun biang yang membuat banyak orang meninggal karena obat yang diminum. Dasar penjahat memproduksi obat malah membuat orang sakit parah dan banyak korban meninggal karena bisnis nya. ” Ucap Tuan Alfredo dengan rasa kesal.
“Polisi di Philipina hebat ya bisa cepat menangkap Bos Tambun.” Ucap Nyonya Alfredo
“Hmmm.” Gumam Tuan Alfredo yang sudah tahu jika yang menyelamatkan Nyonya William adalah Bang Bule Vincent dengan temannya. Tuan Alfredo tidak berani mengatakan hal itu di depan anak dan istrinya, bisa bisa Carol pingsan lagi dan Nyonya Alfredo akan sedih dan kurus kering lagi.
“Bagaimana kabar Ixora Pa?” Tanya Carol yang sekarang sudah berbaring dengan punggung yang bersandar pada tempat tidur yang sudah disetting meninggi.
“Baik, maka nya kamu cepat sembuh kalau kamu hanya terbaring saja di rumah sakit mana mau Ixora menjadi isteri mu.” Jawab Tuan Alfredo sambil menatap wajah Carol yang sudah tidak lagi pucat.
Namun tiba tiba ekspresi wajah Tuan Alfredo berubah dia tampak sedang berpikir keras.
“Hmmm aku harus memikirkan cara agar Carol bisa segera menikahi Ixora, aku khawatir Nyonya dan Tuan William berubah pikiran karena Bule itu sudah menyelamatkan Nyonya William.” Gumam Tuan Alfredo dalam hati dan dia tampak sedang berpikir keras.
“Apa ya alasan agar Ixora dan Carol bisa segera menikah? Apa iya menjebak Ixora agar melakukan hubungan dengan Carol.” Gumam Tuan Alfredo tampak masih berpikir keras dan tetiba dia tersenyum licik dan mengangguk anggukkan kepala nya.
__ADS_1
“Papa ada apa senyum senyum sendiri?” tanya Nyonya Alfredo sambil menatap suaminya.
“Ya senang Nyonya William sudah ketemu dan penjahat tertangkap.” Jawab Tuan Alfredo bohong.