Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 25. Topeng


__ADS_3

Sesampai di depan lemari, Bang Bule segera membuka pintu lemari itu dan dia berjongkok di depan lemari itu untuk mencari sesuatu yang sudah lama dia simpan di rak lemari bagian bawah.


“Semoga masih ada dan masih baik. Sepertinya belum aku buang.” Gumam Bang Bule sambil terus mencari cari sesuatu itu yang dia pikir akan sangat membantu dalam mengatasi masalahnya sekarang ini.


Dan beberapa menit kemudian...


“Nah ini dia...” ucap Bang Bule sambil menarik benda yang dia cari. Sebuah topeng silikon yang beberapa tahun lalu dia gunakan saat ada tugas untuk menyelidiki seseorang penjahat kelas kakap.


“Untung masih aku simpan, tidak menyangka benda ini akan aku pakai untuk urusan masalah pribadiku sendiri.” Gumam Bang Bule sambil berdiri lalu dia menutup pintu lemari.


“Masih bagus tinggal aku bersihkan saja. Aku akan terlihat seperti Kakek Kakek dengan memakai topeng ini.” Gumam Bang Bule lalu dia sibuk membersihkan topeng silikon yang dulu dia pesan secara khusus. Jika dipakai akan tampak seperti asli wajah orang tidak bagai memakai topeng. Bahkan gerakan bibir saat berbicara dan kedipan mata terlihat sangat natural.


“Ha...ha...tidak menyangka benda ini bermanfaat saat aku bermasalah dengan urusan cinta tidak saja untuk urusan kerja.” Ucap Bang Bule yang benar benar tidak menyangka akan menemui pujaan hati harus menjadi orang lain.


“Tinggal mencari kartu identitas palsuku yang dulu. Siapa tahu nanti Ibu kost menanyakan.” Gumam Bang Bule yang selanjutnya dia sibuk mencari kartu identitas palsunya dulu yang dia pakai saat menjadi kakek.


Beberapa menit kemudian Bang Bule sudah menemukan kartu identitasnya sebagai kakak, yang masih dia simpan secara rapi di arsip arsip dokumen.


Setelah selesai dia mengirim pesan teks di aplikasi chatting pada nomor dengan kontak nama My Baby. Bang Bule menulis pesan agar Ixora menghubungi Bang Bule jika situasi aman. Ada hal penting yang akan dia sampaikan.


Setelah selesai Bang Bule lalu melangkah keluar dari kamarnya. Dia akan mencari anak buahnya karena akan memberikan pekerjaan penting pada anak buahnya.


Akan tetapi saat dia berjalan di ruang tengah dia melihat sosok Nency yang sedang berjalan sepertinya dari dia dari ruang makan.


“Kenapa anak itu bisa masuk ke dalam rumah ini.” Gumam Bang Bule dalam hati.

__ADS_1


“Ada perlu apa kamu masuk ke rumah ini?” tanya Bang Bule dengan nada dingin.


“Hmmm anu Bang, tadi aku masak itu Bang Gerald kutanya tanya katanya mau ya sudah aku antar ke sini.” Ucap Nency yang telah sukses mengambil hati Gerald anak buah Bang Bule.


“Ya sudah sana pergi kamu!” perintah Bang Bule.


“Cobain masakanku ya Bang, enak edul edul dech...” ucap Nency sambil tersenyum lalu melangkah pergi.


“He.. he.. kata orang, laki laki bisa diikat hatinya lewat urusan perut..” gumam Nency dalam hati dan terus meninggalkan rumah besar Bang Bule peninggalan jaman Belanda itu untuk kembali ke gedung belakang tempatnya harus tinggal.


Sementara itu Bang Bule terus berjalan menuju ke ruang makan. Terlihat anak buah Bang Bule yang tinggal di rumah itu sedang makan. Salah satu dari mereka menawari makan pada Bang Bule. Namun Bang Bule belum ingin makan karena persiapannya untuk menyamar menjadi Kakek belum selesai.


“Selesai makan tolong cek vespa yang ada di garasi. Aku mau pakai besok.” Ucap Bang Bule lalu dia kembali melangkah menuju ke kamarnya sebab hand phone tidak dibawanya, dia kuatir Ixora sudah menghubungi dirinya.


“Ma, Pa.. Ixora pamit ke kamar ya.. capek nih badan..” ucap Ixora sambil menatap wajah Papa dan Mama nya secara bergantian. Terlihat Tuan dan Nyonya William mengizinkan karena melihat wajah Ixora yang memang terlihat mengantuk mungkin karena kecapekan.


“Ayok... Aku pijitin Kak..” ucap Dealova sambil tersenyum lebar menatap wajah Kakaknya.


“Deal jangan mengganggu Kakakmu!” ucap Tuan William sambil menatap Dealova


“Papa tuh gimana sih.. Aku kan mau mijitin kok dituduh mau mengganggu.” Jawab Dealova sambil memanyunkan bibirnya.


Ixora dan Dealova pun segera bangkit berdiri dan berjalan menuju ke kamar Ixora. Sambil menaiki anak tangga Ixora merangkul pundak Adik bungsunya itu.


“Aku tahu pasti Kakak masih ingin menelepon Bang Bule, aku akan menjaga pintu.” Bisik Dealova di dekat telinga Ixora.

__ADS_1


“Bukannya kamu mau pijitin aku?” tanya Ixora dengan suara pelan pula


“Penting mana jaga pintu apa pijit bahu?” tanya Dealova dengan suara lirih tapi langsung telinganya dijewer oleh tangan Ixora yang tadi merangkul pundak Dealova. Dealova pun hanya tertawa. Tuan dan Nyonya William yang mendengar tawa Dealova mereka hanya mengira kedua anaknya itu bercanda seperti biasanya bukan membahas hal rahasia.


Kakak beradik itu terus berjalan sambil berangkulan menuju kamar Ixora. Sesampai di dalam kamar Dealova pun langsung menggeser kursi belajar Ixora dan dia gunakan untuk menjaga pintu. Sedangkan Ixora segera mengambil hand phone yang dia sembunyikan di dalam lemari.


Sesaat mereka masih dalam mode aman, sebab Tuan William sang Papa belum mengetahui jika CCTV kamar Ixora ditutupi agar tidak terekam.


Ixora pun segera mengaktifkan hand phone nya, saat program sudah aktif terdengar suara notifikasi chat pesan teks masuk. Ixora tersenyum dan segera membacanya. Dealova pun juga ikut tersenyum meskipun dia tidak ikut membaca sebab bertugas menjaga pintu.


Ixora segera melakukan panggilan video pada Bang Bule Sayangku. Saat panggilan video sudah diterima oleh Bang Bule.


Ixora tampak kaget saat melihat siapa yang muncul di layar hand phone nya.


“Kakek siapa?” tanya Ixora dengan sopan akan tetapi jantungnya berdebar debar karena takut. Sebab yang muncul bukan wajah bang Bule yang dia rindu, tapi wajah seorang kakek yang memakai bubble hat di kepalanya seluruh rambut di kepala tidak nampak karena tertutup topi untuk cuaca dingin itu.


Dealova yang mendengar ucapan Ixora, menatap wajah kakak nya dengan ekspresi wajah super kagetnya.


“Kakak salah sambung ya?” tanya Dealova lalu dia bangkit berdiri dan mendekat ke tempat Ixora.


Sementara wajah Kakek yang muncul di layar hand phone Ixora masih saja diam sambil tersenyum mengangguk angguk.


“Tapi ini nomor Bang Bule, hanya ada satu nomor di hand phone ini.” Ucap Ixora


“Kakek, opanya Bang Bule ya?” tanya Dealova ikut mendekatkan wajahnya di layar hand phone Ixora. Kakek itu hanya menggeleng gelengkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2