Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 48. Dipotong


__ADS_3

“Aku harus mencari rekaman CCTV yang ada di sekitar kampus.” Gumam Bang Bule, lalu dia bangkit berdiri dan berjalan menuju ke arah meja yang ada di dalam kamarnya.


Bang Bule membuka layar lap topnya untuk mencari informasi tentang CCTV di area tempat kampus Ixora. Bang Bule pun jari jari nya mulai terlihat sibuk dengan tetikus alias mouse dan juga tuts tuts di keyboard lap topnya.


“Hmmm coba besok aku datangi pihak kampus.” Ucap Bang Bule setelah mendapatkan informasi tentang CCTV di kampus Mahardhika dan pihak yang berwenang mengelola CCTV di kampus Mahardhika.


“Aku bilang Nyonya William dulu kalau besok aku tidak bisa datang ke rumah sakit.” Gumam Bang Bule selanjutnya. Lalu dia mengambil hand phone dengan nomor barunya untuk memberi tahu pada Nyonya William kalau dia si Kakek Penjual Obat tidak bisa datang ke rumah sakit.


“Maaf Nyah, besok aku tidak bisa datang menjaga Isomah. Sebab aku harus mengirim obat dan jamu ke luar kota.”


TING ... pesan teks di aplikasi chatting untuk Nyonya William terkirim.


Bang Bule tersenyum sebab Nyonya William tidak memberikan nomor hand phone nya akan tetapi yang diberikan kepadanya nomor hand phone Pak Wagiman. Dan pasti selanjutnya Pak Wagiman baru menyampaikan pesan itu pada Nyonya William.


“Ixora kenapa tidak mengatakan penyebab dia jatuh, apa ada orang yang membullynya dan Nina temannya itu membantunya.” Gumam Bang Bule yang menduga duga penyebab jatuhnya Ixora.


Keesokan harinya. Bang Bule sudah bersiap siap akan menuju ke kampus Mahardhika. Kini dia berpenampilan sebagai Vincent lengkap dengan membawa kartu identitasnya sebagai detektif.


Bang Bule segera melangkah keluar dari kamarnya selanjutnya dia segera berjalan menuju ke tempat mobilnya terparkir. Suasana terlihat sepi, anak buah Bang Bule sibuk dengan tugasnya masing masing demikian juga dengan orang orang binaan.


Bang Bule segera masuk ke dalam mobilnya. Dia pun segera melajukan mobilnya menuju ke kampus Mahardhika.


Berapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman kampus Mahardhika. Bang Bule segera melajukan mobilnya menuju ke fakultas kedokteran tempat di mana kemungkinan Ixora terjatuh.


Setelah memarkirkan mobilnya Bang Bule segera melangkah menuju ke ruangan di mana tempat para teknisi dan petugas yang menjaga rekaman CCTV.


Sementara itu Anneke yang sudah berada di kampus melihat sosok Bang Bule.


“Ada Bang Vincent apa aku datangi dia ya.” Gumam Anneke tampak berpikir pikir.

__ADS_1


“Aku kasihkan bukti rekaman itu sekarang atau aku tunggu waktu dulu ya..” gumam Anneke dalam hati lagi.


“Ah nanti saja, aku ikut kuliah dulu ya..” gumam Anneke lalu dia melangkah menuju ke ruang kuliahnya.


Sedangkan Bang Bule yang tidak melihat sosok Anneke terus berjalan dan kini sudah sampai di depan ruangan yang dia tuju. Di depan ruangan itu ada petugas keamanan yang berjaga.


“Bang.” Sapa petugas keamanan yang sudah mengenal Bang Bule sebagai pelatih ilmu bela diri di fakultas itu. Bahkan dia pun kalau sedang tidak bertugas ikut gabung berlatih.


“Aku ada perlu ingin ketemu dengan petugas yang mengelola CCTV.” Ucap Bang Bule sambil menatap petugas keamanan itu.


“Baik Bang, tunggu dulu aku sampaikan pada petugas di dalam.” Ucap petugas keamanan lalu petugas itu masuk ke dalam ruangan.


Sesaat kemudian petugas keamanan itu sudah muncul lagi dengan membawa satu lembar kertas.


“Bang diminta mengisi form dulu.” Ucap petugas keamanan sambil menyerahkan selembar kertas dan bolpen yang dia ambil dari sakunya. Bang Bule pun segera mengisi data data dan tujuannya. Setelah form sudah diisi Bang Bule segera menyerahkan formulir itu pada petugas keamanan.


“Langsung bawa masuk dan diserahkan orang dalam saja Bang.” Ucap petugas keamanan sambil tersenyum


Bang Bule lalu menyerahkan formulir pada petugas. Petugas pun meminta Bang Bule menunjukkan kartu identitas nya.


“Mari Tuan.” Ucap petugas itu dan selanjutnya mengantar Bang Bule menuju ke ruangan khusus untuk melihat rekaman CCTV.


Sesaat kemudian Bang Bule dan petugas itu sudah sampai di ruangan khusus. Bang Bule dipersilahkan masuk.


“Tanggal berapa yang ingin Tuan lihat?” tanya seorang petugas yang duduk di kursi di depan layar layar komputer yang lebar lebar.


Bang Bule pun menyebutkan tanggal di mana Ixora jatuh. Petugas itu pun segera membuka data di tanggal yang di sebutkan oleh Bang Bule.


Bang Bule berdiri sambil melihat dengan teliti rekaman CCTV pada layar komputer yang besar itu. Akan tetapi tidak ada tangkapan layar yang memperlihatkan Isomah terjatuh. Yang terlihat Isomah berjalan seorang diri dengan cepat.

__ADS_1


“Kok tidak ada.” Gumam Bang Bule


“Kalau Tuan tahu jam kejadiannya akan lebih memudahkan kita.” Ucap petugas itu.


“Silahkan duduk Tuan.” Ucap petugas itu selanjutnya sambil menarik sebuah kursi.


Bang Bule pun duduk di kursi di samping petugas dan mereka berdua kembali memutar ulang rekaman CCTV tetapi tetap saja tidak ada tangkapan layar saat Isomah terjatuh.


“Kalau kejadian di jalan umum depan fakultas sudah masuk ke rekaman CCTV kantor pusat Tuan sebab di jalan umum depan fakultas, pengguna jalan nya juga orang orang di luar fakultas kedokteran. Silahkan Tuan ke sana. “ ucap petugas


“Saya berikan surat pengantar.” Ucap petugas itu selanjutnya dan tangannya segera mengambil satu lembar form untuk surat pengantar buat Bang Bule. Petugas itu segera mengisi form tersebut dan setelah melipat dan memasukkan ke dalam amplop lalu menyerahkan pada Bang Bule.


Setelah menerima surat pengantar dan mengucapkan terima kasih, Bang Bule segera meninggalkan tempat itu untuk segera menuju ke kantor pusat kampus Mahardhika. Bang Bule segera masuk ke dalam mobilnya sebab lokasi gedung kantor pusat lumayan jauh dari fakultas kedokteran.


Beberapa menit kemudian Bang Bule sudah berada di tempat parkir gedung pusat. Bang Bule menyampaikan maksudnya pada pegawai penerima tamu. Setelah melampaui segala prosedur, Bang Bule pun kini sudah berada di dalam ruangan yang mengelola CCTV.


Bang Bule duduk di kursi di samping petugas yang mengelola CCTV. Sama seperti tadi waktu di fakultas kedokteran, dengan tekun dan teliti Bang Bule mengamati rekaman video yang tertangkap.


Akan tetapi tiba tiba Bang Bule terlihat kaget sebab ada rekaman yang terpotong pada jam jam kepulangan Isomah.


“Pak coba diulang, dan lihat jam nya. Kok sepertinya ada yang terpotong.” Ucap Bang Bule sambil mengerutkan dahinya.


“Iya Tuan, benar ada yang terpotong. Maaf saya tidak tahu. Nanti saya tanyakan pada petugas lainnya.” Ucap petugas itu sambil terus mengamati rekaman CCTV.


“Kamu kirim saja rekaman hari itu ke alamat e mail ku.” Ucap Bang Bule selanjutnya. Petugas itu pun segera mengirim rekaman CCTV pada tanggal yang diinginkan Bang Bule ke alamat e mail Bang Bule.


Setelah yakin menerima kiriman rekaman CCTV dari petugas itu, Bang Bule pun langsung pamit mohon diri tidak lupa mengucapkan terima kasih.


Bang Bule segera melangkah meninggalkan gedung kantor pusat dan menuju ke mobilnya yang terparkir dia akan segera menuju ke rumahnya untuk melihat hasil rekaman CCTV di layar lap topnya yang bisa membuka meskipun rekaman dipotong dan dihapus.

__ADS_1


“Hmmm sebenarnya apa yang terjadi dengan Ixora sampai rekaman saat dia jatuh, dipotong dan dihapus oleh pihak kampus.” Gumam Bang Bule sambil terus melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.


__ADS_2