Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 118. Persiapan Konferensi Pers


__ADS_3

Carol segera putar balik dan tidak turun dari mobil nya. Dia segera meninggalkan lokasi kampus Mahardhika. Takut diawasi oleh orang orang Tuan William.


Sementara itu, Anneke berjalan dengan bibir cemberut dan bersungut sungut sebab ciuman nya ditolak mentah mentah oleh Carol. Anneke terus melangkah menuju ke ruang kuliahnya.


Sesaat telinga nya langsung tegak kala mendengar orang orang membicarakan Ixora William.


“Gila ya bening banget, dan wajah nya tampak ramah, baru diberi dikit senyuman aja hati ku langsung mak nyes.. ces..” ucap seorang mahasiswa laki laki dengan senyum lebar di bibir nya.


“Kita kita yang cewek aja suka lihat wajah nya macam adem bawaannya.” Timpal seorang mahasiswi di dekat nya.


“Iya dia kan memang baik, suka bantu orang tapi diam diam ga koar koar atau dijadiin konten.” Saut yang lain menambahkan.


“Heh! Heh! Kalian sedang ngomongin siapa? Dan nyindir siapa?” teriak Anneke yang berdiri nguping sejak tadi dan tiba tiba dia sensi saat mendengar kalimat terakhir sebab diri nya sering buat konten tipu tipu membantu.


“Suka suka orang yang bikin konten dong.” Ucap Anneke selanjutnya dengan mata melotot hampir copot.


“Siapa lagi yang kita omongin kalau bukan Ixora William kita ga nyangka saja pagi pagi melihat bidadari.” Jawab mahasiswa laki laki.


“Tapi entah siapa yang bikin konten koar koar.” Ucap nya kemudian.


“Mana dia?” tanya Anneke dengan nada tinggi


“Ke gedung administrasi. Mungkin mau kuliah di sini. “ jawab mahasiswa berjenis kelamin laki laki itu dengan penuh harap Ixora benar benar akan kuliah di fakultas kedokteran universitas mahardhika.


“Kalau benar kuliah di sini kita akan punya primadona yang benar benar primadona tidak hanya cantik luar nya saja.” Saut mahasiswi yang berada di dekat nya.


“Udah yok keburu telat.” Ucap mahasiswi satu nya sambil menarik tangan temannya agar tidak terjadi keributan dengan Anneke.

__ADS_1


Anneke yang mendengar matanya masih melotot dan wajahnya merah karena tensi nya naik.


“Ixora William kuliah di sini?” gumam Anneke selanjutnya yang masih berdiri mematung.


“Gawat, pamor ku redup dan Kak Carol pasti tidak mau lagi antar jemput aku.” Ucap nya lagi dan kini ekspresi wajahnya tampak khawatir.


“Coba aku pastikan apa benar Ixora William yang datang.” Ucapnya kemudian lalu dia membalikkan badannya dan melangkah menuju ke gedung administrasi.


Sementara itu, Ixora setelah mendapatkan berkas berkas bukti jika Isomah Wagiman itu adalah Ixora William, dia segera menaruh berkas berkas itu ke dalam map. Kini dia tidak membawa tote bag akan tetapi membawa ransel kecil yang muat untuk menaruh lap top dan peralatannya.


Setelah mengucapkan terima kasih Ixora pun pamit. Para karyawan yang baru mengerti jika Isomah adalah Ixora pun terlihat tampak kaget dan mereka mengucapkan maaf jika selama ini sudah bersikap tidak baik.


“Iya, tidak apa apa, jangan lagi diulangi tetap layani semua mahasiswa dengan baik jangan pandang bulu.” Ucap Ixora sambil tersenyum dan nada suara yang ramah tidak mengandung marah.


Ixora segera melangkah keluar dari ruangan itu. Sang pengawal yang menjaga di depan pintu pun turut serta mengikuti langkah kaki Ixora.


“Hmm kenapa keberanianku hilang saat melihat diri nya ya. Aku pakai orang lain saja.” Gumam Anneke dalam hati sambil menutupi wajah nya dengan tas nya, agar tidak terlihat oleh Ixora atau pun pengawal Ixora.


Sedangkan Ixora terus melangkah meninggalkan gedung kampus fakultas kedokteran. Dia selanjutnya akan menuju ke fakultas vokasi untuk tujuan hal yang sama. Dan setelah selesai urusannya di fakultas vokasi. Ixora yang diantar oleh sopir dan pengawal segera menuju ke gedung rektorat yang mana ruang kerja Tuan Alfredo berada di sana.


Beberapa menit kemudian mobil sudah sampai di halaman gedung rektorat. Ixora dan sang pengawal segera turun dari mobil dan berjalan menuju ke dalam gedung.


“Nona semua media terkenal sudah kami undang. Tempat juga sudah kami siapkan.” Ucap Karyawan yang sudah mendapat mandat untuk menyiapkan acara konferensi pers.


“Apa ruangan nya muat?” tanya Ixora minta kepastian.


“Muat Nona, Tuan Alfredo sudah beberapa kali melakukan konferensi pers di ruang kerja nya. Mari silakan cek jika ada yang kurang berkenan, agar bisa segera diperbaiki.” Ucap sang karyawan itu dan mempersilahkan Ixora untuk meninjau ruang kerja Tuan Alfredo yang akan digunakan untuk konferensi pers.

__ADS_1


Se saat kemudian mereka sudah sampai di dalam ruangan. Tampak ruang kerja Tuan Alfredo luas. Tempat untuk narasumber sudah disiapkan juga peralatan peralatan media kampus, kamera video dan lain sebagainya sudah ada di dalam ruangan tersebut.


“Okey, nanti aku kabari jika Tuan Alfredo dan Tuan William sudah siap.” Ucap Ixora selanjutnya saat melihat persiapan sudah matang.


“Baik Nona hiasan bunga potong segar nanti kami siapkan saat akan tiba waktu nya.” Ucap Karyawan itu selanjutnya. Dan setelahnya Ixora pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama nya lalu dia pamit.


Setelah dari kampus Ixora pergi ke rumah sakit, untuk menengok Papa nya juga mengabari tentang persiapan konferensi pers yang sudah matang, tinggal menunggu kesiapan Papa nya dan Tuan Alfredo.


“Okey Sayang, besok bisa kita laksanakan. Papa sudah boleh pulang nanti sore.” Ucap Tuan William sambil tersenyum senang. Ixora pun segera menghubungi Tuan Alfredo dan setelah Tuan Alfredo juga ada waktu besok pagi, Ixora pun segera memberi informasi pada karyawan kampus yang menyiapkan acara konferensi pers.


Keesokan paginya. Di mansion William...


Ixora berangkat dengan make down ala Isomah. Dia memakai baju yang biasa dipakai Ixora akan tetapi ditutupi oleh baju yang kedodoran yang biasa dipakai oleh Isomah. Bawahan kulot panjang yang biasa juga dipakai oleh Ixora. Tidak lupa Ixora memakai tote bag yang biasa di bawa oleh Isomah akan tetapi kini diisi oleh alat alat make up dan alat alat untuk membersihkan make down nya.


Nyonya William dan Dealova pun ikut serta mereka berdua juga ingin ikut konferensi pers. Mereka pun ikut ikut Ixora, tampil dengan make down.


“Kalian berdua satu mobil dengan Pak Wagiman.” Ucap Tuan William saat mereka semua sudah keluar dari pintu utama Mansion.


“Ayo Ix.” Ucap Tuan William selanjutnya sambil menarik tangan Ixora diajak berjalan menuju ke mobil nya.


“Pa, apa Papa tidak merasakan chimestri cintaku meskipun aku tampil macam gini.” Teriak Nyonya William sambil melangkah mengikuti langkah kaki suami nya dan Ixora. Dealova pun melangkah mengikuti di belakang sang Mama.


Tuan William tidak menghiraukan ucapan isterinya, dia masih menggandeng tangan Ixora dan berjalan menuju ke mobil nya. Dan langsung menutup pintu mobil saat dia dan Ixora sudah masuk ke dalam mobil.


Nyonya William dan Dealova dengan bibir cemberut dan menggerutu mau tak mau masuk di mobil satu nya yang mana sudah ada Pak Wagiman duduk manis di jok depan di samping sopir.


Kedua mobil itu pun beriringan berjalan keluar dari pintu gerbang mansion Willam menuju ke kampus Mahardhika.

__ADS_1


__ADS_2