
Di pagi hari Bang Bule bangun lebih pagi dari hari hari biasanya. Entah mengapa mata bisa langsung terbuka saat pagi telah tiba dan badan terasa sangat segar. Meskipun kemarin seharian pergi jalan jalan dengan Ixora tidak membuatnya menjadi capek dan lelah akan tetapi justru membuat dirinya menjadi merasa lebih segar dan bugar karena hati nya bahagia. Ahhh begitulah efek jatuh cinta pada tubuh Bang Bule.
Setelah mandi Bang Bule, memakai pakaian yang biasa dia gunakan untuk melatih. Dia menyisir rambutnya dengan rapi tidak lupa mengoles wajahnya dengan krim tabir surya agar nanti tidak memerah dan iritasi karena efek sinar matahari.
Meskipun Ixora tetap menyukai Bang Bule apa adanya bahkan saat berpenampilan menjadi Kakek. Akan tetapi Bang Bule tetap ingin berpenampilan keren sempurna di mata orang tercinta.
Begitu pula di kamar kost Isomah. Dia pun sudah menyiapkan diri untuk berangkat berlatih. Di depan meja rias sederhana yang ada di kamar kost nya. Ixora alias Isomah masih duduk bengong di depan kaca riasnya.
“Bang Bule apa tidak tergoda dengan gadis gadis cantik di kampus ya, kalau aku selalu berpenampilan jelek sebagai Isomah.” Gumam Ixora saat akan melakukan make down pada wajah cantiknya. Di relung hatinya ada sebersit kekawatiran jika Bang Bule lama lama tertarik pada gadis lain yang cantik cantik di kampus.
“Tetapi aku harus tetap menjadi Isomah, sampai waktunya tiba.” Gumamnya lagi.
“Benar kata Papa sekalian menguji cinta laki laki yang mencintaiku sampai kapan dia bertahan.” Ucap Ixora kemudian lalu dia mulai mengusap usap wajahnya dengan peralatan kosmetik yang membuat wajahnya menjadi jelek akan tetapi tidak merusak kulit asli Ixora yang putih halus mulus dan kenyal bersinar.
“Aku pun juga harus siap jika Bang Bule pergi.” Ucap Ixora sekali lagi untuk menguatkan hati.
Ixora pun terus melanjutkan make down nya, agar wajah terlihat seperti Isomah yang sudah biasa dikenal di rumah kost dan orang orang lingkungan kampus.
Sebelum berangkat Ixora mengirim pesan teks di aplikasi chatting pada Bang Bule.
“Bang Bule jangan tergoda pada gadis gadis cantik di kampus ya...”
Ting... pesan terkirim.
__ADS_1
Meskipun hati sudah menyiapkan diri jika laki laki yang katanya mencintainya akan tetapi namun tetap saja tidak rela jika Bang Bule tergoda pada perempuan lain
Sementara itu Bang Bule yang sudah siap akan berangkat meraih hand phone di mejanya saat mendengar ada suara notifikasi.
Bang Bule tersenyum membaca pesan teks dari Ixora di aplikasi chatting pada hand phone nya. Dia sangat bahagia dicemburui oleh orang yang sangat dia cintai. Bang Bule pun segera membalas pesan teks Ixora.
“Beb, aku ke kampusmu menjadi pelatih karena aku ingin berjumpa dengan kamu. Meskipun kamu tampil sebagai Isomah akan tetapi tetap rasa Ixora buatku.. I Love you Beb...”
Ixora yang sudah tampil sebagai Isomah pun tersenyum mencoba untuk percaya pada ucapan Bang Bule lewat rangkaian kata kata di dalam pesan teks nya. Dia pun segera meringkasi segala peralatan make down nya. Dan bersiap siap segera berangkat untuk latihan bela diri.
Acara latihan bela diri pun berlangsung lancar. Tidak ada lagi yang membully Isomah, sebab saat akan mengawali latihan Bang Bule selalu menyampaikan visi misi dalam ilmu bela diri.
Setelah acara nyaris selesai. Semua mata tertuju pada mobil Anneke yang mendadak berhenti di dekat lokasi mereka berlatih.
Bang Bule pun selanjutnya mengakhiri latihan di pagi ini. Dia akan segera pergi meninggalkan lokasi latihan dari pada harus berurusan dengan primadona kampus yang ternyata sedang stres.
Bang Bule menoleh menatap sekilas pada Isomah. Isomah yang sedang mengelap keringatnya pun juga menatap Bang Bule. Dengan tatapan matanya Bang Bule memberikan isyarat kalau dia akan segera balik pulang.
Tanpa mengelap keringat Bang Bule segera melangkah menuju ke arah mobilnya. Akan tetapi belum juga sampai di dekat mobil.
“Kak Vinceeeeeennnnt.” Teriak Anneke dengan keras sambil membuka pintu. Orang orang yang ada di lokasi latihan semua menoleh ke arah Anneke, termasuk juga Isomah.
Anneke terlihat sangat cantik dan segar. Seperti biasanya dia tampil dengan make up tebal, baju atas yang dipakai blues you can see my ketek berwarna merah sangat menonjolkan kulit putihnya, dan belahan dada yang rendah juga menonjolkan bukit kembar di dalam dadanya karena sedikit menyembul mengintip ingin keluar. Rok mini blue jeans nya pun menonjolkan kaki putih mulus nan jenjangnya, ditambah dengan high heel yang dikenakannya semakin menyempurnakan penampilannya.
__ADS_1
Mata kebanyakan laki laki di sekitar lokasi tidak berkedip menatap sosok Anneke yang berjalan mendekati Bang Bule.
“Kak Vincent tunggu..... aku akan memberi tahu sesuatu berita yang sangat penting buat mu.” Ucap Anneke saat melihat Bang Bule tidak begitu menghiraukan panggilan nya dan Bang Bule tangannya sudah akan membuka pintu mobilnya.
“Ada apa, aku tidak banyak waktu untuk hal hal yang tidak perlu.” Ucap Bang Bule yang masih berdiri di depan pintu mobilnya dan mau tak mau dia pun menoleh menatap Anneke.
Orang orang yang mendengarkan ucapan Anneke pun penasaran ada perlu apa Anneke dengan Bang Bule, termasuk Isomah pun juga penasaran.
“Tentang Ixora.” Jawab Anneke dengan suara lirih berbisik sambil tersenyum menggoda. Bang Bule pun terlihat kaget saat mendengar nama Ixora dari mulut Anneke.
“Hal penting tidak itu, jika itu tidak penting buat Kak Vincent biar aku pulang saja, hmmm.” Ucap Anneke sambil tersenyum dan mengangkat kedua alisnya.
“Cepat katakan apa yang kamu tahu tentang Ixora.” Ucap Bang Bule dengan suara lirih pula. Bang Bule kuatir apa penyamaran Ixora sudah diketahui oleh Anneke, secara dia kemarin mengganggu perjalanan nya.
“Aku katakan tidak di sini karena ada banyak mata melihat dan telinga mendengar. “ ucap Anneke kemudian. Bang Bule pun semakin penasaran.
“Kamu mau di mana?” tanya Bang Bule dengan nada tinggi
“Ikuti mobilku.” Jawab Anneke dengan senyuman puas penuh kemenangan. Lalu melangkah meninggalkan Bang Bule menuju ke mobilnya. Langkahnya melenggang melenggok lenggok sengaja menggoda semua orang yang memandang.
Anneke segera masuk ke dalam mobilnya dan setelahnya dia menjalannya mobilnya pelan pelan. Dia menurunkan kaca jendela mobil untuk melihat mobil Bang Bule yang juga sudah mulai berjalan.
Anneke tersenyum sambil telapak tangannya keluar jendela memberi kode agar Bang Bule terus mengikutinya, dan dia pun berbuat seperti itu memang sengaja untuk memperlihatkan pada orang orang kalau dia berhasil mengajak pelatih keren mereka.
__ADS_1