
“Nyonya tidak apa apa?” tanya sang pelayan saat sudah berada di dekat Nyonya William
“Tidak apa apa bagai mana?” ucap Nyonya William balik bertanya sambil salah satu tangannya masih memegang pegangan tangga.
“Kamu kan lihat, aku hampir saja terpeleset, ya jelas aku deg deg an berdebar debar.” Ucapnya selanjutnya sambil menatap tajam ke arah Sang pelayan dan tangan satunya lagi memegang dada nya.
“Sana ambilkan aku air mineral.” Perintah Nyonya William selanjutnya dan mulai pelan pelan kembali menuruni anak tangga.
“Iya iya Nyonya.” Ucap sang pelayan dengan segera membalikkan tubuhnya dan akan melangkah meninggalkan Nyonya William untuk mengambil kan air mineral yang diminta.
“Hei... hei... tunggu, kamu belum jawab pertanyaan ku!” teriak Nyonya William sebelum sang pelayan melangkahkan kakinya.
“Ooo Tuan Muda Carol yang datang mencari Nona Ixora.” jawab sang pelayan sambil menolehkan kepalanya menatap Nyonya William
“Itu Nyonya, dia membawa bunga mawar cantik sekali satu gerombol.” Lanjutnya dengan bibir tersenyum lebar bahagia bagai dia yang mendapatkan bunga mawar itu.
“Satu buket namanya, satu gerombol macam gerombolan apa saja.” Ucap Nyonya William lalu melanjutkan langkah kakinya.
“Iya iya Nyah..” ucap sang pelayan.
“Sekalian buatkan minum untuk Tuan Muda Carol!” perintah Nyonya William dan beliau pun terus melangkah menuju ke ruang tamu.
Sesaat kemudian Nyonya William sudah sampai di ruang tamu, dan beliau langsung tertegun saat melihat apa yang dibawa oleh Carol.
“Haduh bunga nya cantik sekali mawar warna salem dan mawar putih.” Ucap Nyonya William lalu berjalan mendekati Carol .
__ADS_1
“Yang membawa pemuda tampan, keren dan beken he... he.. he..” ucap Nyonya William selanjutnya lalu duduk di kursi depan Carol
“Semoga Ixora suka Nyonya..” ucap Carol sambil menatap satu buket besar bunga mawar yang dia taruh di atas meja.
“Pasti suka, dia sedang berhias bentar lagi pasti akan turun.” Ucap Nyonya William sambil tersenyum menatap calon menantu pilihannya.
Nyonya William dan Carol lalu berbincang bincang ringan. Tidak lama kemudian sang pelayan datang membawakan minuman buat Carol dan Nyonya William. Akan tetapi hingga satu cangkir kopi Carol habis Ixora belum juga menampakkan batang hidung nya.
“Kok lama banget sih Ixora. Coba aku lihat dia ya...” ucap Nyonya William yang sudah merasa tidak sabar. Nyonya William pun lalu bangkit berdiri
“Baik Nyonya, tidak apa apa kok.” Ucap Carol basa basi padahal dia sudah tidak sabar lagi untuk menunggu Ixora. Dia sudah punya rencana untuk mengajak Ixora ke luar mansion. Untuk jalan jalan, nonton film, makan siang, ke tempat rekreasi, pokok nya sampai seharian penuh berdua dengan Ixora.
“Ayo ikut aku, kamu tunggu saja di ruang keluarga agar lebih santai.” Ucap Nyonya William lagi sambil menoleh ke arah Carol. Dan Carol pun setuju lalu dia pun segera bangkit berdiri dan berjalan mengikuti langkah kaki Nyonya William.
“Ooo itu ada Dealova.” Ucap Nyonya William saat melihat Dealova sedang duduk di sofa di ruang keluarga.
“Ada meeting katanya, tadi habis sarapan langsung berangkat ke William Group.” Jawab Nyonya William sambil terus melangkah.
“Deal temani Kak Carol dulu ya...” ucap Nyonya William sambil menatap Dealova yang sibuk dengan hand phone nya
“Beres Ma.” Ucap Dealova tanpa menoleh kepala nya. Pandangan matanya masih fokus pada layar hand phone nya dan kedua jempol nya pun tampak sibuk. Sedangkan Nyonya William terus melangkah menuju ke arah tangga.
“Sini Kak, kita main game. Seru nih..” ucap Dealova dengan pandangan mata yang masih fokus pada layar hand phone nya.
Carol pun melangkah menuju ke sofa di ruang tamu dan duduk di samping Dealova. Sementara itu Nyonya William terus melangkah menuju ke kamar Ixora.
__ADS_1
“Ix.. buka pintu nya!” teriak Nyonya William sebab pintu kamar Ixora terkunci.
“Mama.. aku kan sudah bilang tugas kuliah ku banyak.” Teriak suara Ixora dari dalam kamarnya. Dan pintu tetap terus tertutup rapat.
Waktu pun terus berlalu. Sementara itu di rumah Anneke, tepat nya di dalam kamarnya. Anneke masih setia menunggu Carol yang katanya sedang ada acara keluarga ke luar kota.
Tadi pagi dia akan nekat datang ke mansion Alfredo akan tetapi tidak jadi sebab dia dicegah oleh Maminya, dari pada rahasia pernikahan nya diketahui oleh Tuan Alfredo lalu dia dicerai begitu saja oleh Carol malah gagal rencana besarnya untuk mendapatkan keturunan keluarga Alfredo.
Sesaat kemudian terdengar suara dering di hand phone nya. Anneke terburu buru untuk mengambil hand phone nya berharap Carol yang menghubungi dirinya. Sebab kemarin Carol berkata setelah acara keluarga selesai dia akan segera menemui Anneke.
Anneke segera mengulurkan tangannya untuk meraih hand phone nya akan tetapi dia tampak kecewa sebab yang menghubungi bukan Carol akan tetapi ketua preman suruhan nya.
“Ada apa lagi?” tanya Anneke dengan nada tinggi penuh emosi, saat sudah menggeser tombol hijau.
“Kekasih Nona datang ke Mansion William tetapi kami tidak melihat Nona Ixora.” Suara ketua preman di hand phone Anneke.
“Kurang ajar, mau nya apa sih dia. Apa memang dia sengaja akan menjauhi aku. Karena Tuan Alfredo tidak mau punya cucu selain dari rahim Puteri Tuan William.” Ucap Anneke dengan nada tinggi lagi
“Kamu awasi terus dia, termasuk Ixora saat ada kesempatan langsung saja kamu atasi perempuan itu. Kalau perlu kamu sekap dia di sarang mu.” Ucapnya lagi dengan keras lalu dia segera memutus sambungan teleponnya. Sedangkan ketua preman itu hanya bisa garuk garuk kepala karena dia tidak pernah melihat lagi sosok Ixora.
Anneke pun setelah memutus sambungan telepon dengan preman suruhan nya dia segera mengusap usap hand phone nya untuk mencari nama kontak Carol, dia menghubungi Carol untuk menyuruh Carol segera pulang ke rumah nya atau Anneke yang menyusul ke mansion William.
Akan tetapi berkali kali dia melakukan panggilan dan berkali kali juga gagal. Anneke pun lalu jari jarinya sibuk mengetik ngetik untuk mengirim pesan teks di aplikasi chat.
TING
__ADS_1
Pesan terkirim akan tetapi hanya centang satu. Anneke pun hanya bisa mendengus kesal dan melempar hand phone nya ke tempat tidur di dalam kamar nya.