Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 147. Pantauan Bang Bule


__ADS_3

Laki laki bertubuh tambun itu pun telah sukses menginjakkan kaki di negara Philipina dengan aman. Polisi Indonesia belum bisa mendapatkan jejak nya, sebab dia melindungi nomor hand phone nya dengan rapi dan juga pergi ke luar negeri memakai identitas palsu, di samping itu dia juga mendapat bantuan dari para jaringan nya.


Laki laki bertubuh tambun, kepala bagian depan botak dan memakai kaca mata hitam itu kini sudah berada di dalam mobil untuk menuju ke tempat penginapan nya.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman hotel tempat nya menginap yang berjarak agak jauh dari hotel tempat acara lomba penelitian tingkat internasional.


“Hmmm tidak apa apa agak jauh aku akan memasang orang orang untuk memantau keadaan tempat lomba.” Gumam nya saat dia sudah turun dari mobilnya. Tempat penginapan nya berjarak dua kilo meter dari hotel tempat acara lomba penelitian tingkat internasional.


“Hmmm ternyata penjagaan memang sangat ketat.” Gumamnya saat dia mendapat informasi tentang pengamanan peserta lomba.


Laki laki bertubuh tambun itu terus melangkah menuju ke kamar nya berada dan ekspresi wajah nya tampak berpikir pikir dengan serius.


Sementara itu di belahan bumi lain di negeri Belanda. Perasaan Bang Bule gelisah tanpa sebab. Dia yang sedang berada di peternakan itu ingin segera pulang ke rumah dan menuju ke kamar nya.


Bang Bule mengambil hand phone nya lalu mengirim pesan chat buat Ixora akan tetapi hanya centang satu saja. Peraturan dari panitia memang hand phone harus di non aktifkan jika sedang mengikuti acara. Boleh aktif jika saat istirahat atau acara di hari itu sudah usai.


Bang Bule yang masih tidak tenang hati nya itu pun lalu berjalan meninggalkan bangunan besar dan luas yang berisi ratusan sapi itu. Dia terus melangkah menuju ke bangunan lain yang kecil yang digunakan untuk kantor di mana Papa nya berada di sana.


Bang Bule segera membuka pintu bangunan yang tidak luas itu. Di situ ada beberapa karyawan yang duduk di depan komputer.


“Pa, aku izin pulang ya..” ucap Bang Bule Vincent saat berada di dekat Papa nya


“Belum saat nya pulang Vin. Meskipun ini usaha keluarga sendiri kamu harus profesional jangan datang pulang sesuka hati. Kemarin kamu sudah datang terlambat.” Ucap Tuan Jansen yang sedang memeriksa data produksi dan data permintaan konsumen.

__ADS_1


“Pa tapi ini penting sekali aku harus memantau nomor yang mencurigakan itu. Lap top ku di kamar.” Ucap Bang Bule dengan nada serius.


“Kenapa tidak pakai hand phone mu saja.” Ucap Tuan Jansen dengan santai sambil matanya terus melihat data data di layar monitor komputer nya.


“Tidak bisa Pa, program nya berada di lap top.” Ucap Bang Bule yang sudah tidak sabar.


“Kenapa tidak kamu bawa lap top mu ke sini.” Ucap Tuan Jansen lagi.


“Pa itu barang yang sangat penting dan rahasia. Meskipun ini kantor perusahaan keluarga tetapi banyak karyawan keluar masuk.” Ucap Bang Bule dengan suara agak lirih.


“Hmmm alasan saja. Ya sudah sana kamu pulang dari pada kalau kamu gelisah sapi sapi mu turut gelisah dan produksi turun.” Ucap Tuan Jansen selanjutnya.


“Terima kasih Papa.” Ucap Bang Bule sambil tersenyum dan Tuan Jansen hanya geleng geleng kepala.


Bang Bule pun segera melangkah keluar ruang kantor itu dan terus melangkah menuju ke mobil nya. Bang Bule segera masuk ke dalam mobil jeep nya. Dan setelah nya Bang Bule segera menyalakan mesin dan melajukan mobil nya untuk menuju ke rumah.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah. Bang Bule segera menghentikan mobil jeep nya di halaman rumah di dekat pintu masuk. Setelah keluar dari mobil, Bang Bule segera berlari menuju ke pintu rumah nya. Bang Bule yang sudah membawa kunci pintu itu pun segera membuka pintu rumah dan dengan segera dia melangkah menuju ke kamar nya.


“Vin.. kamu kah itu?” teriak suara sang Mama, bersamaan dengan itu menguar aroma sedap masakan masuk ke dalam hidung Bang Bule Vincent. Rupa nya Nyonya Jansen membuka pintu dapur sehingga aroma sedap masakan menguar ke luar dari ruang dapur.


“Iya Ma..” teriak Bang Bule sambil membuka daun pintu kamar nya.


“Apa kamu sakit? Kok sudah pulang?” tanya Sang Mama lagi dengan nada khawatir sambil melangkah mendekati Bang Bule.

__ADS_1


“Tidak Ma, hanya aku harus ngecek keamanan Ixora.” Jawab Bang Bule sambil menoleh menatap Sang Mama yang sudah berdiri tidak jauh dari diri nya. Bang Bule lalu segera masuk ke dalam kamar nya. Sedangkan Nyonya Jansen dengan ekspresi wajah yang tampak bingung lalu kembali lagi menuju ke dapur untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Sedang kan Bang Bule terus melangkah menuju ke meja tempat lap top nya berada. Dengan segera dia membuka layar lap topnya dan mengaktifkan nya. Dia pun lalu duduk di kursi dengan tidak sabar dia menunggu semua programnya aktif.


Beberapa saat kemudian jari jari Bang Bule tampak sibuk menekan nekan tuts keyboard dan tatapan mata serius pada layar monitor lap top nya.


Dan ...


“Sial dia sudah berada di Philipina.” Ucap Bang Bule tampak kesal setelah sudah mengetahui nomor yang mencurigakan sudah berada di Philipina apalagi tidak jauh dari lokasi Ixora berada.


“Aku harus minta nomor hand phone pengawal Ixora.” Gumam Bang Bule


Bang Bule segera mengambil hand phone dari saku celana cargonya. Dengan segera dia mengusap usap layar hand phone nya. Bibirnya tersenyum saat melihat pesan chat untuk Ixora sudah centang dua. Bang Bule pun segera melakukan panggilan video.


“Beb, sedang apa kamu..” suara Bang Bule saat Ixora sudah menerima panggilan video nya.


“Baru aja masuk kamar Bang, acara baru selesai sudah makan malam. Mulai besok acara diskusi antar peserta.” Jawab Ixora yang wajah nya terlihat lelah sebab sejak pagi acara full hanya istirahat minum kopi seperempat jam dan istirahat makan siang satu jam.


“Ooo capek banget ya Beb, kalau dekat aku pijitin kamu..” ucap Bang Bule dengan ekspresi penuh kasih sayang.


“Nanti habis mandi terus istirahat Bang biar besok fresh lagi.” Ucap Ixora sambil tersenyum.


“Oya Beb, tolong kirim nomor hand phone kedua pengawal mu ya.. agar aku lebih tenang.” Ucap Bang Bule selanjutnya dengan tidak mengatakan kalau nomor yang mencurigakan sudah berada di dekat acara lomba agar Ixora tidak terganggu konsentrasi nya dalam mengikuti lomba.

__ADS_1


Ixora pun menganggukkan kepala nya. Dan setelah berbincang bincang ringan sebentar Bang Bule mengakhiri sambungan panggilan video nya agar Ixora bisa segera mandi dan beristirahat. Dan Ixora pun segera mengirimkan nomor hand phone kedua pengawal nya pada Bang Bule.


__ADS_2