
Waktu terus berlalu. Isomah yang sudah selesai kuliah sore nya segera pulang menuju ke rumah kost nya. Tangan Isomah membawa beberapa buku yang tadi dia pinjam dari perpustakaan.
Sesampai di kamar kost Isomah segera membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian.
Terlihat Isomah berjalan menuju ke meja belajar nya, dia membuka layar lap top nya dan segera dia langsung sibuk akan membuat proposal penelitian nya. Buku buku yang tadi dia pinjam pun juga berada di atas meja di depan nya.
Akan tetapi tiba tiba..
“Haduh aku sampai lupa belum menelepon balik Bang Bule.” Gumam Ixora lalu dia segera meraih tote bag yang tidak jauh dari jangkauan tangannya.
Ixora segera mengambil hand phone dari tote bag nya. Dia pun segera mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Bang Bule.
“Aku video call saja, sudah lama tidak melihat wajah Bang Vincent.” Ucap Ixora yang meskipun dia kesal dengan Bang Bule akan tetapi tetap saja dia merindukan nya.
Sementara itu Bang Bule masih berada di lokasi peternakan sebab di belahan bumi di mana Bang Bule berpijak masih siang hari apa lagi di sana masih musim panas. Matahari akan lebih lama bersinar.
Bang Bule yang masih sibuk dengan sapi sapi juga ditemani oleh dua gadis cantik dan seorang karyawan peternakan, tampak kaget saat ada suara dering di hand phone nya.
“Kamu lanjutkan!” perintah Bang Bule entah pada siapa. Dia lalu bangkit berdiri. Bang Bule mengusapkan tangannya pada tshirt yang dia pakai. Lalu dia mengambil hand phone yang ada di saku celana cargonya.
“Beb.” Ucap Bang Bule saat nama kontak My Baby melakukan panggilan video. Bang Bule yang juga rindu pada kekasih hati nya itu pun langsung menggeser tombol hijau.
Sesaat kedua orang yang saling memendam rindu itu hanya diam terpaku. Ixora kaget melihat wajah Bang Bule yang tidak terurus. Sedangkan Bang Bule bingung mau bicara apa. Apa lagi saat melihat ekspresi wajah Ixora yang terlihat heran dan kaget menatap diri nya.
Akan tetapi di saat keduanya masih diam terpaku.
“Vin, gini nich.. diurut urut paayu dara nya, dipijat pijat gini ...” teriak salah satu orang gadis yang ikut sayembara.
Suara gadis itu pun ikut terdengar oleh Ixora yang berada di seberang sana. Ixora pun terlihat mata nya melotot menatap Bang Bule.
__ADS_1
“Bang Vincent sedang buat apa?” tanya Ixora selanjutnya
“Ooh itu Beb, tadi sapi nya stres karena mendengar teriakan. Terus tidak keluar susu nya. Jadi harus diterapi dengan pijatan manual tidak bisa dengan mesin perah.” Jawab Bang Bule dengan nada serius dia tidak ingin Ixora salah paham dengan kalimat yang baru saja di dengar.
“Suara siapa perempuan itu?” tanya Ixora selanjutnya
“Ooo karyawan peternakan.” Jawab Bang Bule bohong agar Ixora tidak marah.
“Beb kamu tadi sibuk apa sampai tidak mau dihubungi?” tanya Bang Bule mengalihkan pembicaraan
“Coba lihat karyawannya Bang!” ucap Ixora yang penasaran dengan pemilik suara yang terdengar di hand phone nya.
Dengan malas Bang terpaksa mengarahkan kamera depan ke arah gadis yang sedang melakukan terapi pada Sang sapi.
“Karyawan nya cantik cantik.” Ucap Ixora yang melihat dari tangkapan kamera, dua gadis cantik memakai hot pants sedang jongkok di samping sapi.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku.” Ucap Bang Bule selanjutnya sebab Ixora belum menjawab pertanyaan Bang Bule.
“Vin , kamu telepon dengan siapa?” suara gadis gadis itu, sebelum Ixora menjawab. Gadis gadis itu pun berjalan mendekati Bang Bule Vincent. Dari tangkapan layar Ixora melihat hal itu dan Ixora pun segera memutus sambungan panggilan video nya dan tidak hanya sampai di situ Ixora pun langsung menon aktifkan hand phone nya.
Bang Bule pun mencoba menelpon balik Ixora akan tetapi sudah tidak bisa.
“Hah! Gara gara kamu! Kacau jadinya.” Teriak Bang Bule dengan penuh emosi. Bang Bule lalu segera melangkah pergi.
Sementara itu karyawan yang bertanggung jawab pada produksi susu terlihat ekspresi wajah nya sangat kuatir. Dia kuatir akan semakin banyak sapi yang stres dan akhirnya tidak mau memproduksi susu.
Sedangkan Bang Bule terus melangkah menuju ke mobil jeep nya yang terparkir. Mobil Sang Papa sudah tidak terlihat di situ.
Bang Bule terus melajukan mobilnya menuju ke rumah nya, dia akan menemui Papa dan Mama nya untuk membatalkan acara sayembara yang sudah mereka umumkan itu.
__ADS_1
“Bikin kacau saja.” Ucap Bang Bule sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Beberapa menit kemudian mobil Bang Bule sudah memasuki halaman rumah nya. Terlihat mobil Papanya sudah berada di dalam garasi.
Setelah turun dari mobil jeep nya, Bang Bule segera melangkah menuju ke dalam rumah. Saat dia membuka pintu rumah.
“Vin, kamu harus bertanggung jawab!” teriak Sang Papa saat Bang Bule sudah masuk ke dalam rumah. Tuan Jansen sudah mendapatkan laporan dari karyawan nya jika sapi yang stres bertambah banyak karena Bang Bule Vincent berteriak lagi.
“Tanggung jawab apa?” tanya Bang Bule dengan ekspresi kaget dan heran. Sebab dia yang akan marah pada Papa nya sudah kedahuluan Paoa nya marah pada dirinya .
“Papa dan Mama yang harus bertanggung jawab, hubungan ku dengan Ixora makin kacau. Batalkan dan hentikan acara sayembara yang sudah Papa selenggarakan itu.” Ucap Bang Bule selanjutnya sambil terus masuk ke dalam rumah dan mendekati Papa dan Mama nya yang berada di ruang keluarga.
“Okey, aku batalkan dan aku hentikan. Tapi kamu sembuh kan sapi sapi kita yang stres itu agar berproduksi lagi.” Ucap Tuan Jansen sambil menatap tajam pada Bang Bule Vincent.
“Okey aku sembuh kan sapi sapi itu.” Jawab Bang Bule dengan mantap
"Ya, harus kamu terapi pijat sapi sapi yang stres itu.” Ucap Tuan Jansen selanjutnya.
“Dan rapikan wajahmu itu. Sapi sapi itu juga stres melihat wajahmu yang berantakan itu.” Tambah Nyonya William sambil memandang wajah Bang Bule Vincent.
“Okey okey Ma...” ucap Bang Bule Vincent sambil tersenyum dan mengusap bulu bulu di wajah nya.
Bang Bule Vincent pun lalu berjalan menuju ke kamar nya. Dia segera berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamar nya. Dia pun segera menghadap pada cermin yang tertempel di dinding kamar mandi, lalu tangan nya terulur mengambil alat cukur rambut nya.
“Aku rapikan sekarang.” Gumam Bang Bule sambil mulai merapikan bulu bulu di wajahnya.
“Bukan karena sapi sapi itu. Tapi kalau Ixora nanti melakukan video call biar dia tidak takut melihat wajah ku.” Gumam Bang Bule selanjutnya.
Dan akhirnya dia pun membabat habis bulu bulu di wajahnya. Bang Bule pun kini mengikat semua rambut nya. Bang Bule tersenyum menatap wajah nya di pantulan cermin. Kini wajah nya pun sudah tampak bersih, segar dan keren lagi.
__ADS_1