Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 99. Penjaga Hati


__ADS_3

Isomah yang sudah memesan ojek on line untuk mengantar diri nya ke rumah sakit, terus melangkah tanpa menghiraukan penghuni kost yang lain yang masih terkagum kagum memandang wajah tampan Richardo.


“Nona mau ke mana?” tanya Richardo yang masih berdiri di samping mobil nya dengan berbasa basi sebab dia sesungguhnya sudah mendengar jika Isomah akan pergi ke rumah sakit.


“Mau ke rumah sakit menengok Ibu teman saya.” Jawab Isomah dengan terus terang.


“Nona ikut mobil saya saja, saya antar Nona sampai rumah sakit.” Ucap Richardo menawarkan bantuan.


“Terima kasih Tuan, tetapi maaf saya tidak bisa ikut di mobil Tuan sebab saya sudah memesan ojek on line dan sudah menuju ke sini.” Ucap Isomah dengan sopan. Dan Richardo hanya tersenyum akan tetapi dia tetap masih berdiri dan belum masuk juga ke dalam mobil nya.


Dan benar beberapa saat ada motor ojek on line yang berhenti tidak jauh dari tempat Isomah berdiri.


“Bang, berapa ongkos nya saya bayar tunai dan plus tip.” Ucap Rchardo dengan suara agak keras sambil berjalan mendekati Bang ojek on line. Isomah yang mendengar tampak kaget sambil menoleh menatap Richardo.


Bang Ojek on line pun menyebutkan ongkos yang memang belum dibayar oleh Isomah. Richardo pun mengambil dompet dari saku celana nya dan mengambil uang lembaran berwarna biru dan merah dan segera memberikan kepada bang ojek on line.


“Abang sekarang pergi dan penumpang nya saya ambil alih. “ ucap Richardo setelah bang ojek on line menerima dua lembar uang dari diri nya. Bang Ojek on line pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


“Terima kasih.. Neng tolong dicancel ya, biar saya tidak perlu menuju ke rumah sakit.” Ucap bang ojek on line sambil menatap Isomah dan dia pun langsung tancap gas


“Mari Nona.” Ucap Richardo sambil tersenyum manis menatap Isomah dan Isomah pun akhirnya mau tak mau ikut masuk ke dalam mobil Richardo. Jangan tanya bagaimana ekspresi wajah wajah penghuni kost para pengagum Richardo mereka semua tampak dongkol, iri dan bersungut sungut tidak menyangka Richardo dengan suka rela dan bahagia mengantar Isomah.


Mobil Richardo terus melaju meninggalkan lokasi rumah kost. Dan setelah berjalan beberapa menit, mobil menepi di sebuah toko buah.


“Nona tetap duduk saja, biar saya yang turun.” Ucap Richardo setelah mematikan mesin mobilnya sambil menoleh ke arah Isomah yang sejak tadi duduk di samping nya.

__ADS_1


“Apa Tuan malu berjalan dengan saya, kalau begitu biar saya saja yang turun dan membeli buah nya.” Ucap Isomah dengan nada datar tanpa menoleh ke arah Richardo.


“Bukan bukan seperti itu Nona, biar cepat saja namun jika Nona tersinggung mari silahkan ikut saya.” Ucap Richardo dengan nada penuh penyesalan dia tidak ingin menyakiti hati wanita yang duduk satu mobil dengannya itu.


“Baiklah biar saya tunggu di mobil.” Ucap Isomah sambil tangannya mengambil dompet dari dalam tote bag nya. Isomah pun mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dan diulurkan kepada Richardo. Akan tetapi Richardo tidak mau menerima nya.


Richardo segera membuka pintu mobilnya dan dia segera melangkah dengan cepat menuju ke toko buah itu. Dan tidak lama kemudian dia sudah kembali sambil membawa satu keranjang buah. Richardo pun membuka pintu belakang kemudi mobilnya dan menaruh keranjang buah itu di jok belakang.


Setelah Richardo kembali masuk ke dalam mobil dia pun segera menjalankan mobil nya meninggalkan lokasi toko buah dan berjalan menuju ke rumah sakit tempat di mana ibu nya Nindy di rawat.


“Nona...” ucap Richardo yang suaranya memecahkan keheningan.


“Apa Nona ingin segera saya mencari tahu siapa pelaku nya.” Ucap Richardo selanjutnya


“Meskipun saya juga ingin tahu siapa pelakunya.” Ucap Isomah selanjutnya


“Baiklah Nona nanti setelah saya mengantar Nona akan segera saya cari tahu siapa pelakunya.” Ucap Richardo sambil tersenyum dan menoleh sekilas ke arah Isomah sedangkan Isomah pandangan mata nya masih terus ke depan ke arah jalan raya.


Mobil terus melaju dan tidak lama kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah sakit. Isomah yang tidak tahu nama dari Ibu Nindy pun akhirnya menghubungi Nindy lewat hand phone nya dan mengatakan kalau dia sudah sampai di rumah sakit dan menanyakan ibu nya di rawat di kamar berapa.


Setelah mendapatkan informasi tentang kamar di mana Ibu nya Nindy di rawat, Isomah pun memutus sambungan panggilan suara nya. Sementara Richardo terus menjalankan mobilnya pelan pelan menuju ke tempat parkir.


Mereka berdua segera turun dari mobil Setelah mobil sudah berhenti di tempat parkir. Mereka terus berjalan Richardo sambil membawakan keranjang buah berjalan di samping Isomah. Semua mata yang memandang mereka berdua tampak terheran heran melihat pemandangan yang aneh satu pasang anak manusia yang tidak serasi sebab yang laki laki, seorang pemuda tampan bagai oppa oppa korea sedang yang wanita seorang gadis cupu jelek dan kumal. Sementara Sang pemuda terlihat begitu melindungi dan wajahnya terus berhias senyuman.


Saat mereka masih berjalan tiba tiba terdengar dering hand phone yang berada di dalam tote bag Isomah. Isomah pun segera mengambil hand phone nya yang berdering, saat dilihat tampak kontak nama Bang Bule Sayangku sedang melakukan panggilan video.

__ADS_1


“Bang Bule. “ gumam Isomah yang didengar oleh Richardo. Dan Richardo pun segera mengambil langkah untuk menjauh dari Isomah.


“Beb, apa kabar kamu? Aku sangat merindukan kamu.” Suara Bang Bule setelah Isomah menerima panggilan video nya.


“Kamu kok seperti di rumah sakit umum? Siapa yang sakit? Kamu dengan siapa?” Tanya Bang Bule secara beruntun dan tampak dia mengkhawatirkan kekasihnya itu.


“ibu nya Nindy temanku Bang.” Jawab Isomah dengan jujur


“Kamu dengan siapa Beb?” Tanya Bang Bule lagi


“Tuh..” ucap Isomah sambil mengarahkan kamera depannya pada Richardo yang masih berdiri menunggunya dengan posisi agak jauh dari dirinya.


“Hei, kenapa kamu berjalan dengan manusia itu?” teriak Bang Bule, beberapa orang yang berada di sekitar mereka pun menoleh ke arah Isomah. Isomah pun lalu melangkah mendekati pada Richardo


“Bang Bule tanya saja pada dia.” Ucap Isomah lalu mengulurkan hand phone nya pada Richardo.


Isomah sudah tahu jika Richardo telah mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya dia adalah Ixora William.


“Bang apa kabar?” tanya Richardo dengan takut takut


“Hei, ingat ya aku suruh kamu mengambil alih tugasku. Tetapi tidak untuk tugas menjaga hati Ixora ya.. hanya aku penjaga hati dia!” ucap Bang Bule dengan suara keras dan menatap tajam wajah Richardo yang ada di layar hand phone nya. Jujur Bang Bule pun khawatir jika Ixora lama lama juga terpikat akan pesona Richardo apalagi jauh dari diri nya.


“Iya Bang aku hanya membantu.. he... he.. membantu menjaga hati nya.” Ucap Richardo sambil tertawa kecil.


“Hei awas kamu ya!” teriak Bang Bule dengan sangat keras.

__ADS_1


__ADS_2