Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 91. Kedatangan Carol


__ADS_3

Di hari Senin pagi hand phone Ixora sudah terdengar banyak notifikasi masuk. Ixora yang baru saja mengaktifkan hand phone nya itu pun tampak sangat kaget saat ada pesan chat masuk dari panitia lomba yang mengatakan agar dia mengecek email yang sudah dikirim oleh panita lomba.


Ixora segera membuka aplikasi email nya dan segera membuka email yang masuk kiriman dari panitia lomba.


Isi email dari panitia lomba itu menginformasikan jika ada laporan dari masyarakat yang mengatakan penelitian Isomah plagiat dan disertai dengan bukti. Panitia lomba minta klarifikasi dari Isomah beserta pihak kampus Mahardhika selalu kampus tempat Isomah bernaung. Jika tidak ada klarifikasi kejuaraan Isomah dibatalkan.


“Hmm benar perkiraan Ibu Retno, sudah ada yang melaporkan.“ gumam Ixora dalam hati dan ekspresi wajah nya terlihat sedih.


Ixora lalu membuka pesan chat dari Ibu Dosen isi pesan agar Isomah segera menghubungi Ibu Dosen. Ixora pun segera melakukan panggilan suara pada Ibu Dosen.


“Selamat pagi Bu.” Sapa Isomah setelah Ibu Dosen sudah menerima panggilan suara nya.


“Is, pagi ini kita ke gedung pusat. Kamu izin dulu kuliah di fakultas kedokteran ya. Ibu sudah dihubungi oleh panitia lomba, kita harus segera klarifikasi dan mendapatkan bukti balik kalau bukti yang dikirimkan itu adalah hoax.” Ucap Ibu Dosen selanjutnya


“Baik Bu.” Jawab Isomah.


“Kamu siap siap nanti aku jemput kamu.” Ucap Ibu Dosen lagi dan selanjutnya Ibu Dosen memutus sambungan teleponnya, karena beliau pun juga sedang bersiap siap.


Ixora pun segera menghubungi pihak terkait untuk izin kuliah di fakultas kedokteran nya. Dan setelahnya dia segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan segera bersiap siap.


Beberapa menit kemudian Ixora sudah tampil sebagai Isomah dan Ibu Dosen sudah menghubungi dan mengatakan sudah sampai di dekat rumah kost nya.


Isomah pun melangkah keluar dari kamar nya. Saat keluar dari kamar terlihat beberapa penghuni kost berada di depan kamar nya dengan ekspresi wajah tersenyum sinis dan menghina.


“Lihatlah pembohong dan penipu berkolaborasi, berkonspirasi.” Ucap salah satu dari mereka sambil menoleh menatap mobil Ibu Dosen yang sudah sampai di depan rumah kost mereka.


“Pasti dia pura pura culun dan lugu agar dikasihani oleh Dosen macam sama Ibu Kost atau Kakek Penjual Obat dulu itu.” Ucap yang lain


“Kakek Penjual Obat sudah tidak ke sini lagi mungkin uangnya dipinjam dia dan tidak dikembalikan.” Ucap yang lain nya lagi.


“Penipu akhirnya ketahuan juga.” Ucapnya lagi penghuni kost yang pertama kali berbicara tadi


Isomah hanya diam saja dan dia terus melangkah menuju ke pintu pagar sebab mobil Ibu Dosen sudah berhenti menunggu di jalan.

__ADS_1


Di sepanjang perjalanan dari rumah kost menuju ke gedung pusat Isomah dan Ibu Dosen lebih banyak diam, mereka sibuk dengan pikiran nya masing masing. Isomah berpikir pasti Carol akan mempersulit dalam memberikan bantuan hukum kepada diri nya. Sedangkan Ibu Dosen berpikir agar bisa cepat sampai ke gedung pusat dan mendapatkan antrian paling awal dan segera diproses masalah nya.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman gedung pusat kampus Mahardhika. Ibu Dosen segera menjalankan mobilnya menuju ke tempat parkir. Dan setelah mobil berhenti dengan sempurna. Kedua perempuan itu ke luar dari mobil.


“Semoga kita mendapatkan antrian yang pertama atau hanya kita satu satu nya yang minta layanan di hari ini.” Ucap Ibu Dosen saat berjalan di samping Isomah.


“Iya Bu.” Ucap Isomah tapi di dalam hati dia tidak yakin jika pimpinan legal official kampus Mahardhika akan menyetujui untuk memberikan bantuan nya.


Situasi gedung pusat masih tampak sepi baru pegawai pegawai gedung pusat yang terlihat berjalan masuk ke dalam gedung atau pun masuk ke ruang kerja nya masing masing.


Setelah melewati prosedur yang harus dilalui Ibu Dosen Retno dan Isomah masuk ke ruangan legal official. Mata Isomah mencari cari sosok Carol akan tetapi dia tidak menemukan nya.


“Keperluannya apa Bu?” tanya salah seorang pegawai perempuan yang berada di dalam ruangan itu, setelah Ibu Dosen dan Isomah duduk di kursi yang di peruntukkan bagi tamu pemohon perlindungan.


Ibu Dosen pun lalu menyampaikan permasalahan nya dan kepentingan nya.


“Baiklah Bu, silahkan mengisi data data ini.” Ucap pegawai itu sambil menyerahkan satu bendel berkas.


“Permohonan sudah kami terima nanti akan kami proses.” Ucap pegawai itu sambil tersenyum menatap Ibu Dosen dan Isomah


“Bu, kami membutuhkan proses dengan cepat, prioritas utama. Sebab kami diberi batas waktu. Jika ini dibatalkan akan merugikan kampus kita juga nama baik kampus.” Ucap Ibu Dosen dengan penuh permohonan.


“Tapi Bu, kami harus minta persetujuan dari pimpinan kami. Beliau tidak setiap hari datang ke sini. Kami harus menyerahkan berkas ini ke kantor pengacara tempat dia setiap hari berada itu pun jika dia tidak keluar.“ ucap pegawai itu menjelaskan prosedur pelayanan.


“Coba kamu hubungi beliau, kamu kirim berkas soft copy nya dulu.” Usul Ibu Dosen


“Tolong Bu, kami butuh banyak waktu untuk menyelesaikan penelitian itu, jangan sampai hasil keras kami sia sia karena regulasi yang rumit.” Ucap Isomah dan Ibu Dosen pun mengangguk anggukan kepalanya.


“Baik saya hubungi Pimpinan kami.” Ucap Pegawai itu lalu dia terlihat bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke tempat telepon kantor.


Sementara itu Carol yang baru menjalankan mobilnya juga sedang menuju ke kampus Mahardhika. Di samping Carol duduk Anneke karena Carol akan mengantar Anneke ke kampus.


Terdengar suara dering di hand phone Carol yang masih berada di saku kemeja nya.

__ADS_1


“Siapa Sayang pagi pagi sudah nelpon?” tanya Anneke sambil cemberut menoleh menatap Carol yang tangan kirinya sedang mengambil hand phone dari saku kemeja nya.


“Mungkin Papa akan marah ke aku.” Jawab Carol sebelum melihat layar hand phone nya. Dia memang tadi malam menginap di rumah Anneke sebab dia selalu kecewa gagal bertemu Ixora.


“Dari gedung pusat.” Ucap Carol saat dia sudah membaca nama kontak yang melakukan panggilan di layar hand phone nya


“Ada kasus apa?” gumam Carol lalu menggeser tombol hijau dan meminta Anneke yang memegangkan hand phone nya.


“Ada apa?” suara keras Carol namun dengan nada datar.


“Tuan apa sudah melihat media kampus?” tanya pegawai Gedung Pusat


“Mana sempat, aku sibuk. Cepat katakan ada perlu apa!” ucap Carol dengan nada tinggi


“Tuan, ada mahasiswa fakultas vokasi yang berprestasi, dia memenangkan lomba penelitian sebagai juara pertama dan dapat tiket untuk mewakili di lomba tingkat internasional. Tetapi ada yang melaporkan kalau penelitian nya itu plagiat. Ini Ibu Dosen pembimbing nya sudah mengecek kalau hasil penelitian nya asli, orisinil.” Ucap pegawai legal official kampus menjelaskan pada Carol.


“Hah, kurang ajar benar orang yang menuduh mahasiswa berprestasi kampus Mahardhika , pasti itu orang iri atau dari kampus lain.” Ucap Carol dengan geram


“Aku akan langsung ke Gedung Pusat kasihan mahasiswa dan dosen itu mereka adalah aset kampus harus dilindungi.” Ucap Carol selanjutnya dan dia langsung memutus sambungan teleponnya.


Mobil Carol terus melaju dengan kecepatan penuh menuju ke kampus Mahardhika.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki gerbang kampus Mahardhika.


“An, aku langsung ke Gedung Pusat. Kamu jalan kaki dari gedung pusat ke kampus mu ya.” Ucap Carol yang terus melajukan mobilnya ke jalur yang menuju ke gedung pusat dan tentu saja Anneke langsung melotot mata nya saat mendengar hal itu.


“Kakiku bisa kaku dan lecet.” Ucap Anneke selanjutnya


“Naik ojek on line.” Saut Carol dengan santai.


Dan tidak lama kemudian mobil sudah memasuki halaman gedung pusat dan Carol segera menjalankan mobilnya ke tempat parkir. Dan mobil segera berhenti. Carol pun dengan cepat keluar dari mobil. Anneke mau tak mau juga ikut keluar dari mobil Carol. Carol segera berjalan menuju ke gedung pusat meninggalkan Anneke yang masih berdiri di samping mobil dengan muka masam bagai cuka dengan konsentrasi yang teramat sangat pekat.


Carol terus melangkah tanpa memedulikan Anneke.

__ADS_1


__ADS_2