
“Sini peluk Mama...” ucap Nyonya William masih membentangkan tangannya.
“Ma Ixora mandi dulu dan hapus make down yang ada di muka Ixora ini dulu Ma...” ucap Ixora sambil melangkah mendekat Sang Mama.
“Sini tidak usah mandi ga apa apa, bagaimana pun wujud kamu, kamu adalah Ixora anakku... Mama sudah sangat rindu Sayang...” ucap Nyonya William lalu memeluk Ixora yang masih lengket oleh keringat karena habis latihan ditambah oleh debu dan asap dari knalpot di jalanan sebab dia membonceng motor Pak Wagiman.
Ixora pun memeluk erat tubuh Sang Mama, dia pun juga sangat merindukan Mama, Papa dan kedua saudaranya. Meskipun baru saja berpisah dua minggu dan masih tinggal dalam satu kota, akan tetapi karena dia harus menyembunyikan identitasnya Ixora merasakan sungguh sangat kesepian. Ditambah tidak bisa leluasa bertemu dengan Bang Bule meskipun sering melihatnya. Sungguh sangat menyiksa bagi Ixora.
Saat Ibu dan anak itu masih saling memeluk dan menciumi pipi kanan kiri. Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu kamar Ixora.
TOK... TOK.. TOK...
TOK... TOK....
Nyonya William dan Ixora pun lalu saling mengurai pelukannya. Ixora membalikkan badannya, dia akan membuka pintu kamarnya.
“Biar Mama yang membuka pintu, kamu mandi dan ganti baju dan bersihkan muka mu itu, terus turun ke bawah. Kita makan siang bersama.” Ucap Nyonya William lalu melangkah menuju ke pintu kamar.
Saat pintu kamar dibuka..
“Ma, dicari pelayan.. itu adonan mau digimanakan.” Ucap Dealova yang serta merta langsung menerobos masuk ke dalam kamar Ixora setelah pintu dibuka. Nyonya William pun yang teringat akan adonan juga langsung keluar dari kamar untuk turun ke bawah menuju ke dapur. Dia memang akan membuatkan kue kesukaan Ixora.
“Kakaaaaakkkkk.” Teriak Dealova yang langsung masuk ke dalam kamar Ixora. Dia berlari menuju ke kamar mandi saat melihat sosok yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
“Deal, aku mandi dulu...” ucap Ixora sambil membuka pintu.
“Nanti saja Kak, cerita dulu. Ga apa apa Kakak bau dan jelek... he... he... biar aku saja yang cantik ha...ha...” ucap Dealova sambil menarik tangan Kakaknya. Mereka berdua lalu duduk di sofa sambil ngobrol ngobrol melepas rindu.
Ixora menceritakan bagaimana kehidupannya dalam penyamaran. Bertemu dengan Carol yang cuek padanya dan tidak mengenalinya. Bertemu dengan Bang Bule yang tetap mengenali dirinya. Tetapi tidak bisa leluasa bertemu sebab banyak mata mata Mamanya.
“Itulah Deal.. sedih aku tuh pengen ngobrol sama Bang Bule saja susah.. Enak Kak Alexa cintanya direstui. Tetapi Kak Alexa punya tugas berat meneruskan perusahaan, apalagi saat perusahaan akan bangkrut saat itu. Nyawa Kak Alexa taruhannya.” Ucap Ixora sambil menatap wajah adik bungsunya dengan sendu.
“Setiap anak membawa rejeki masing masing namun juga punya masalah dan beban masing masing Kak.. sabar saja...” ucap Dealova dengan nada suara tenang berusaha menghibur Kakaknya.
“Ihhh sok bijak kamu... sudah aku mau mandi dan mau video call an dengan Bang Bule. Kamu jangan lapor pada Mama loh..” ucap Ixora sambil bangkit berdiri.
“Tenang Kak, tapi ingat ya... jika pada suatu saat masaku tiba aku jatuh cinta. Kak Ixora juga harus bantu aku loh.” Ucap Dealova sambil menatap wajah Kakaknya.
Namun tiba tiba Dealova tertawa saat memperhatikan wajah Ixora yang masih sebagai Isomah. Dan dia segera menyuruh Kakaknya itu untuk segera mandi dan membersihkan wajahnya. Bagaimanapun dia juga merindukan wajah asli Kakaknya.
“Deal kamu jaga pintu ya..” ucap Ixora sambil melangkah menuju sofa.
“Kak.. CCTV ditutup dulu...” ucap Dealova dengan suara pelan.
“Bener bener.. otakmu encer kalau bukan masalah pelajaran he... he...” ucap Ixora dengan pelan pula. Mereka berdua lalu menutup CCTV yang terpasang di kamar Ixora.
“Terus nanti kalau Papa tanya kenapa CCTV ditutup gimana?” tanya Ixora dengan nada kuatir.
__ADS_1
“Bilang aja Kak Ixora mau tunjukan bagian tubuh yang gatal gatal ha ....ha... ha....” jawab Dealova sambil tertawa.
“Bener dech Deal kamu cerdas kalau masalah ngeles..” ucap Ixora sambil mengacak acak puncak kepala adiknya. Dan Dealova pun hanya tertawa.
Mereka berdua lalu duduk di sofa. Ixora segera mengusap usap layar hand phone barunya, lalu segera melakukan panggilan video pada Bang Bule Sayangku. Dealova yang melihat hanya tersenyum saja.
“Deal kamu pindah ke kursi belajar atau tempat tidur sana!” perintah Ixora yang sudah duduk santai di sofa sambil mengusap usap layar hand phone nya.
“Eh.. eh.. jangan.. jangan di tempat tidur, bawa kursi saja kamu duduk di dekat pintu. Tugasmu kan jaga pintu!” perintah Ixora pada adiknya. Dealova pun menurut dia memang tulus untuk membantu Kakaknya, sebab dia tidak tahu jika suatu saat punya masalah agar saudaranya juga tulus membantu dirinya.
Ixora pun akhirnya bisa berkomunikasi dengan Bang Bule melalui panggilan video. Mereka berdua menumpahkan rasa rindunya, ngobrol dan bercanda.
Akan tetapi saat mereka sedang asyik asyik bercanda.
“Kaaak.. cukup.. aku mendengar suara langkah kaki orang menuju ke sini.” Ucap Dealova dengan suara lirih sambil mengangkat kursi dan berjalan pelan pelan layaknya seorang detektif pengintai saja.
Ixora pun segera mengakhiri panggilan video nya dengan Bang Bule. Dia lalu menaruh lagi hand phone nya ke dalam tote bag nya. Akan tetapi saat ingat untuk waspada jika sewaktu waktu Mamanya mengecek isi tote bag nya. Ixora mengambil lagi hand phone barunya lalu dia taruh di dalam lemari bajunya.
Dan benar tidak lama kemudian pintu yang tidak terkunci dibuka oleh Nyonya William.
Sementara itu Bang Bule di kamarnya tampak kecewa, sebab dia belum puas melepas rindu. Ixora mendadak memutus panggilan videonya dan langsung menon aktifkan hand phone nya.
“Hmmm komunikasi lewat hand phone saja tetap susah dan terbatas. Sedih banget sih nasib cintaku.” Gumam Bang Bule sambil terus berpikir pikir untuk mencari cara agar bisa bertemu dan ngobrol dengan Ixora.
__ADS_1
Dan sesaat kemudian, wajah Bang Bule tersenyum lebar dan sorot mata nya berbinar binar.
“Aha... aku punya ide brilian. Kali ini virus cinta membuat otakku tidak beku.” Ucap Bang Bule lalu dia berjalan menuju ke lemari untuk mengambil sesuatu yang akan digunakan untuk merealisasikan idenya.