Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 68. Menguak Rahasia


__ADS_3

“Rencana apa?” tanya pemilik satu pasang telinga itu dalam hati karena dia hanya mendengar kalimat terakhir Nyonya William.


“Mama dan Kak Carol merencanakan apa?” ucapnya selanjutnya sambil masih berdiri mematung


“Kenapa aku tidak boleh tahu?” tanya nya pada diri sendiri dan masih berdiri untuk mendengar kelanjutan pembicaraan dua orang yang ada di ruang tamu itu.


Akan tetapi tiba tiba...


“Non, pak sopir masih nunggu tuh jadi nganter pulang Tuan Muda Carol tidak.” Suara sang pelayan yang membawa nampan berisi minuman dan camilan, mengagetkan Ixora yang masih menunggu kelanjutan pembicaraan Mamanya dan Carol.


“Oh iya iya Bu, aku belum tanya ke Kak Carol. Tadi tiba tiba tanganku nyeri maka aku berhenti.” Jawab Ixora sedikit bohong padahal tangannya tidak merasakan nyeri karena sudah diobati oleh Pak Dokter.


“Ooo sakit lagi Non, istirahat saja Non perawat masih di kamar Non Ixora, biar saya saja yang tanya pada Tuan Muda Carol mau diantar pak sopir atau dia minta dijemput sopirnya.” Ucap sang pelayan dengan nada dan ekspresi wajah kuatir saat mendengar Ixora merasakan nyeri lagi tangannya.


“Iya Bu, aku ke kamar saja untuk minta tolong pada perawat kenapa tiba tiba tanganku nyeri.” Ucap Ixora sambil menatap wajah Sang pelayan. Tidak lupa pakai ekspresi wajah sedikit meringis kesakitan sambil tangan kirinya mengusap usap tangan kanannya yang memakai alat penyangga.


Sang pelayan pun mengangguk anggukan kepalanya dan Ixora lalu membalikkan tubuhnya berjalan menuju ke kamarnya dengan pikiran yang masih penasaran akan rencana rahasia Mamanya pada dirinya.


Sedangkan sang pelayan sambil terus membawa nampan ber jalan menuju ke ruang tamu.


Sementara itu di ruang tamu. Nyonya William langsung terdiam karena mendengar ada suara orang berbincang bincang tidak jauh dari ruang tamu meskipun tidak terlihat sosok orang yang berbincang bincang akan tetapi sayup sayup dia hafal suara sang pelayan dengan Ixora.

__ADS_1


“Kamu tadi bicara dengan siapa?” tanya Nyonya William saat sang pelayan menaruh minuman dan satu kotak camilan di meja makan


“Ooo dengan Nona Ixora, Nyonya.” Jawab sang pelayan


“Ada apa dia di situ? Bukannya tadi katanya mau ke kamar?” tanya Nyonya William dengan nada kepo namun juga kuatir jika Ixora mendengar percakapan nya dengan Carol tentang perjodohan nya.


“Ooo anu Nyonya, tadi pak sopir minta tolong Nona Ixora agar menanyakan pada Tuan Muda Carol mau diantar Pak Sopir atau bagaimana?” ucap sang pelayan sambil menata wajah Carol


“Tapi mendadak tangan Nona Ixora nyeri jadi dia balik mencari Perawat.” Ucap sang pelayan selanjutnya beralih menatap Nyonya William


“Sekarang saya yang menanyakan bagaimana Tuan? Mau diantar sopir atau dijemput sopir keluarga Alfredo?” tanya sang pelayan sambil menatap wajah Carol lagi.


“Biar diantar sopir. Sudah sana katakan pada Pak Sopir.” Saut Nyonya William sebelum Carol menjawab. Sang pelayan pun segera berjalan meninggalkan ruang tamu.


Waktu pun berlalu dan kini di pintu gerbang mansion Willam terjadi keributan. Anneke yang sudah sampai di depan pintu gerbang mansion Willam minta dibukakan pintu katanya ingin bertemu dengan Carol Alfredo.


“Nona, maaf tidak bisa. Kami harus menjaga privasi tamu.” Ucap petugas penjaga gerbang tidak bisa membukakan pintu buat Anneke.


“Juga keamanan penghuni mansion.” Lanjut petugas penjaga pintu gerbang


“Sembarangan kamu pikir aku akan membuat kekacauan.” Saut Anneke dengan nada tinggi

__ADS_1


“Aku hanya ingin bertemu dengan Kak Carol untuk memastikan dia sehat.” Ucap Anneke lagi


“Silahkan Nona melakukan janji dengan dia di luar mansion Willam. Jika tidak ada urusan dengan penghuni mansion Willam, dilarang masuk.” Ucap petugas penjaga pintu gerbang mansion tetap tidak membukakan pintu gerbang.


“Aku sudah menghubungi Kak Carol tetapi tidak bisa.” Ucap Anneke masih dengan nada tinggi.


“Bagaimana jika aku ada urusan dengan kamu saja?” ucap Anneke dengan senyuman menggoda petugas penjaga pintu gerbang mansion dan tidak lupa dia semakin menegakkan punggungnya hingga dua buahnya yang menempel di dada yang sudah sangat menonjol semakin terdorong ke depan.


“Nona silahkan menunggu di luar sana menjauh dari lokasi mansion.” Ucap petugas penjaga pintu gerbang mansion tetap tidak tergoda dengan senyuman dan gestur tubuh Anneke yang menggoda.


Anneke pun mau tak mau berjalan menuju ke mobilnya. Dia masuk ke dalam mobil lalu menjalankan mobilnya menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh petugas pintu gerbang. Tempat untuk menunggu yang tidak mengganggu pengguna jalan lain dan tidak melanggar privasi orang. Dia lalu mematikan mesin mobilnya. Anneke sedikit menurunkan kaca jendela mobil nya agar udara bisa masuk ke dalam mobil.


“Di mana Ixora kuliahnya? Kenapa orang orang yang mengintai tidak pernah melihat Ixora keluar? Baru tadi lihat saja dan itu gagal.” Gumam Anneke sambil menyandarkan punggung dan kepalanya pada sandaran jok mobil nya.


“Apa dia kuliah di luar negeri dan sekarang pulang, terus Kak Carol menemuinya.” Gumamnya sambil terus berpikir pikir


“Hmm nanti saja aku tanya pada Kak Carol, agar aku bisa efektif dan efisien menyuruh orang orang itu. Tidak buang buang uang.” Gumam Anneke selanjutnya dia memasang head set dan mendengarkan musik dari hand phone nya dan lama kelamaan Anneke yang kecapekan sejak tadi wara wiri mencari Carol pun akhirnya tertidur di dalam mobil nya.


Beberapa menit kemudian ada satu mobil keluar dari Mansion William. Mobil Ixora yang dipakai oleh Pak Sopir untuk mengantar Carol pulang. Mobil terus melaju, dan saat melewati mobil Anneke.


“Hmmm bukannya itu mobil Anneke, kenapa dia bisa tahu aku ada di mansion Willam.” Gumam Carol yang duduk di jok di belakang kemudi sambil menoleh ke arah mobil Anneke yang masih terparkir.

__ADS_1


“Pasti dia akan mengancam lagi dan merengek rengek.” Gumam Carol lagi lalu dia membuka tas nya untuk mengambil hand phone nya. Sejak dia menginformasikan pada sopirnya kalau batal dijemput dia menaruh hand phone nya di dalam tas dalam modus senyap. Dia memang tidak mau terganggu saat masih bersama Ixora.


“Hmmm bagaimana Anneke bisa tahu aku berada di mansion Willam, dan bagaimana dia bisa tahu kalau aku dijodohkan dengan Ixora.” Ucap Carol dalam hati sambil mulai melihat layar hand phone nya. Dia melihat banyak panggilan tak terjawab dari Anneke.


__ADS_2