
“Bu...” ucap Isomah saat melihat Ibu Dosen Retno keluar dari mobil dan melangkah ke arah nya.
“Is, maaf ya, sekali lagi aku minta maaf aku tidak bisa membantumu. “ ucap Ibu Dosen Retno sambil terus berjalan mendekati tempat Isomah berdiri.
“Kalau aku dipecat, aku juga diusir dari rumahku itu. Itu fasilitas dari kampus.” Ucap Ibu Dosen selanjutnya yang kini sudah berdiri di depan Isomah.
“Iya Bu, tidak apa apa.” Ucap Isomah sambil menatap Ibu Dosen dan dia sangat memaklumi ketakutan Ibu Dosen.
“Ayo sekarang aku antar kamu mau ke mana.” Ucap Ibu Dosen selanjutnya dia menawarkan bantuan untuk mengantar Isomah. Sebab sebagian hati Ibu Dosen benar benar tidak tega membiarkan Isomah berjuang seorang diri setelah selama ini dia selalu mendampingi.
“Nanti kalau ada yang lapor, Ibu malah dapat masalah.” Ucap Isomah menolak bantuan Ibu Dosen, dia pun tidak tega jika Ibu Dosen mendapat masalah dalam hidupnya gara gara membantu dirinya.
“Saya sudah pesan ojek kok Bu. Dan ojek sudah menuju ke sini.” Ucap Isomah selanjutnya
“Kamu mau ke mana?” tanya Ibu Dosen selanjutnya
“Kantor lembaga bantuan hukum untuk masyarakat.” Jawab Isomah
“Baiklah, semoga lancar dan berhasil.” Ucap Ibu Dosen
“Hati hati ya Is.” Ucap Ibu Dosen sambil memeluk Isomah
“Iya Bu.” Jawab Isomah Yang juga membalas pelukan Ibu Dosen Retno
Setelah mereka puas saling berpelukan untuk membagikan energi untuk memotivasi saling menguatkan mereka pun akhirnya melepaskan pelukannya. Ibu Dosen berdiri menunggu hingga driver ojek on line datang.
Dan sesaat kemudian motor ojek on line datang. Isomah pun segera naik ke jok boncengan dan Ibu Dosen Retno berjalan menuju ke mobilnya.
Motor ojek on line yang ditumpangi oleh Isomah terus melaju menuju ke tempat tujuan yakni kantor lembaga bantuan hukum.
Beberapa menit kemudian motor ojek on line sudah sampai di depan sebuah kantor lembaga bantuan hukum.
Setelah turun dari motor Isomah terus melangkah menuju ke pintu kantor lembaga bantuan hukum itu.
Isomah mengucapkan salam dan setelah diijinkan masuk dan menyampaikan maksud kedatangannya Isomah di suruh menghadap pada seorang pegawai kantor itu.
__ADS_1
Isomah pun berjalan menuju ke meja pegawai yang ditunjuk. Setelah duduk di depan meja pegawai laki laki itu Isomah menyerahkan berkas berkas nya.
“Maaf, saudari sebagai mahasiswa sudah memiliki lembaga tersendiri untuk melindungi saudari jika memiliki kasus hukum. Yaitu universitas atau kampus tempat saudari bernaung.” Ucap pegawai itu setelah membaca berkas berkas Isomah.
“Kami hanya melayani untuk kasus kasus masyarakat umum yang tidak memiliki lembaga hukum bernaung.” Ucap pegawai laki laki itu selanjutnya
“Kalau kampus nya saja menolak mungkin memang dia plagiat.” Saut seorang pegawai perempuan yang gendut dan bermake up tebal yang duduk tidak jauh dari kursi pegawai laki laki itu.
“Kita sudah capek capek keluar banyak energi dan biaya percuma, Cuma ngurus orang jahat.” Ucap perempuan gendut itu lagi
“Cari donatur buat operasional susah nya setengah mati cuma menguap dan dapat capek doank.” Ucapnya lagi sambil menatap tajam ke arah Isomah
“Saya dan Dosen sudah mencari data yang dipakai buat bukti pelapor tapi tidak ada kok.” Sanggah Isomah
“Sudah sudah suruh pulang saja. Jelas jelas kampusnya saja tidak mau membantu.” Ucap perempuan gendut itu sambil mengibas ibaskan telapak tangannya
“Maaf ya Dik, ini berkasnya saya kembalikan.” Ucap pegawai laki laki itu sambil menyerahkan berkas berkas Isomah
“Coba Dik datang ke kampus lagi saja.” Ucap pegawai laki laki itu selanjutnya
Setelah pamit, mohon diri Isomah bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan menuju ke pintu untuk keluar meninggalkan kantor itu. Saat dia berjalan pegawai perempuan yang gemuk dengan make up tebal tadi masih saja berkata kata dengan nada negatif tertuju pada Isomah.
Isomah berdiri di pinggir jalan. Dia mengusap peluh yang mulai mengalir di dahi dan pelipis nya. Isomah lalu mengambil hand phone yang berada di dalam tote bag nya. Berkas berkas nya pun juga sudah dia masukkan ke dalam tote bag nya.
Isomah lalu mengusap usap layar hand phone nya. Dia akan menuju ke kantor lembaga bantuan hukum lainnya. Tadi dia menuju ke tempat yang paling dekat dengan lokasi kampus. Kini kantor lembaga bantuan hukum yang kedua anak jauh tempat nya.
Isomah sudah memesan ojek on line dan kini dia sedang menunggu driver ojek on line yang baru berjalan menuju ke arah nya. Tentu saja yang berjalan motor driver itu.
Tidak lama kemudian motor ojek on line pesanannya sudah berada di dekat Isomah. Isomah pun segera memakai helm yang diulurkan oleh bang ojek ke pada diri nya.
Setelah memakai helm Isomah pun segera naik ke atas jok boncengan. Dan motor segera melaju.
Beberapa menit kemudian motor ojek on line sudah sampai di depan kantor lembaga bantuan hukum yang dituju oleh Isomah. Kantor tersebut lebih besar dari yang kantor pertama tadi.
Setelah turun dari boncengan motor ojek on line. Isomah segera berjalan menuju ke pintu pagar kantor tersebut. Berbeda dengan kantor yang tadi. Kantor yang sekarang ada satpam yang berjaga di pos dekat pintu pagar.
__ADS_1
“Selamat siang Pak, saya akan meminta bantuan perlindungan hukum pada lembaga ini.” Ucap Isomah di depan pak Satpam.
“Apa sudah mendaftar?” tanya Pak Satpam dengan sopan.
“Belum Pak.” Jawab Isomah.
Pak Satpam itu lalu terlihat tangannya mengambil satu helai kertas dari dalam tempat pos nya.
“Diisi dulu.” Ucap Pak Satpam sambil mengulurkan kertas itu.
Isomah segera mengisi data data yang harus ditulis di dalam lembar formulir itu. Lalu dia serahkan pada Pak Satpam.
“Nanti saya serahkan pada bagian pendaftaran.” Ucap Pak Satpam sambil menerima formulir yang sudah diisi oleh Isomah.
“Terus Pak, kapan mulai diproses?” tanya Isomah
“Nanti dihubungi dipanggil lewat hand phone kalau disetujui.” Jawab Pak Satpam
“Jadi saya tidak boleh masuk sekarang ini?” tanya Isomah yang ekspresi wajahnya tampak kecewa. Dan Pak Satpam menganggukkan kepalanya.
“Dan belum pasti disetujui ya Pak?” tanya Isomah lagi.
“Iya nama nya juga orang minta bantuan tergantung pada yang mau kasih bantuan.” Jawab Pak Satpam dengan nada datar, ekspresi wajahnya pun tampak datar.
Jawaban Pak Satpam itu benar benar membuat Isomah hilang harapan untuk mendapatkan bantuan dari kantor bantuan hukum yang besar itu. Isomah pun akhirnya mohon diri.
“Susah sekali birokrasinya macam orang minta makan keburu kelaparan masih disuruh menunggu dan belum tentu akan diberi makanan.”
KRUCUK .. KRUCUK...
KRUCUK..
Perut Isomah pun berbunyi, dia yang tadi pagi belum sempat sarapan kini perut nya mulai terasa lapar. Saat Isomah menoleh noleh untuk mencari warung makan yang sederhana dan bersih.
Tiba tiba ada suara yang memanggil.
__ADS_1
“Is.....” teriak suara itu di antara deru suara kendaraan kendaraan di jalan raya.