Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 153. Berlayar


__ADS_3

Waktu pun terus berlalu. Di bandara Ninoy Aquino Manila, pesawat yang ditumpangi oleh Tuan William sudah mendarat. Setelah melewati semua prosedur yang berlaku di bandara, Tuan William segera melangkah menuju ke ruang kedatangan penumpang. Tuan William terus berjalan dengan langkah lebar nya dan saat di pintu dia sudah melihat salah satu pengawal nya yang datang menjemput dirinya.


“Apa sudah ada perkembangan pencarian isteriku?” tanya Tuan William saat sang pengawal mendekat dan menarik koper milik Tuan William itu.


“Belum Tuan, katanya masih kehilangan jejak. Karena hanya bisa melacak dengan mobil yang membawa Nyonya William lewat CCTV jalan. Hand phone milik Nyonya William di bawa oleh teman saya yang pengawal Nyonya.” Jawab sang pengawal sambil melangkah menuju ke tempat mobil hotel yang sewa nya terparkir.


“Bagaimana dengan Ixora?” tanya Tuan William sambil berjalan di samping sang pengawal.


“Masih mengikuti acara lomba, sepertinya belum tahu tentang berita hilang nya Nyonya.” Jawab sang pengawal sambil terus melangkah.


“Bawa aku sekarang ke tempat Ixora, agar sewaktu waktu dia mendengar berita itu sudah tenang hati nya karena aku sudah di sini.” Ucap Tuan William dengan tegas.


Dan mereka berdua pun terus berjalan menuju ke tempat mobil terparkir. Dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai di tempat mobil yang terparkir. Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, mobil pun segera melaju meninggalkan lokasi bandara menuju ke hotel tempat pelaksanaan acara lomba penelitian tingkat internasional.


Beberapa menit kemudian mobil sudah berada di depan pintu gerbang hotel tempat Ixora berada. Petugas keamanan penjaga pintu segera mendekati mobil yang ditumpangi oleh Tuan William itu, dan setelah Tuan William menunjukkan kartu identitasnya, petugas keamanan pun mengizinkan mobil itu masuk ke dalam.


Setelah turun dari mobil, Tuan William segera disambut oleh ketua panitia lomba yang sudah dihubungi oleh petugas keamanan penjaga pintu gerbang hotel.


“Tuan selamat datang dan kami minta maaf, kami sudah berusaha untuk memberikan perlindungan pada Nyonya William dan teman teman nya semaksimal mungkin.” Ucap ketua panitia lomba dengan nada takut takut, saat Tuan William sudah keluar dari mobil, sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


“Hmmm, di mana Ixora sekarang?” tanya Tuan William sambil menerima uluran jabat tangan ketua panitia lomba itu.


“Masih di ruang acara, sebentar lagi selesai dan mereka menuju ke ruang makan. Mari Tuan kita langsung ke ruang makan saja.” Ucap ketua panitia lomba sambil mempersilahkan Tuan William mengikuti diri nya.


“Tuan bisa menginap di kamar Nyonya William, saya ambilkan kunci cadangan di ruang resepsionis.” Ucap selanjutnya laki laki tampan yang kira kira usainya sekitar tiga puluhan tahun itu, yang merupakan ketua panitia lomba.


“Baiklah.” Ucap Tuan William


“Tolong bawa koperku menuju ke kamar, dan setelahnya kamu bisa kembali ke tempat penginapan kamu.” Ucap Tuan William pada sang pengawal yang masih setia berdiri di dekat nya.

__ADS_1


Meeeka bertiga pun segera melangkah meninggalkan mobil yang terparkir dan selanjutnya Tuan William dan ketua panitia lomba menuju ke ruang makan, sedang kan sang pengawal mengantar koper Tuan William ke kamar Nyonya William.


Sesaat kemudian Tuan William dan ketua panitia lomba sudah sampai di ruang makan, yang mana para peserta lomba sudah berada di ruang makan tersebut.


“Papa? Papa kok bisa sampai di sini?” gumam Ixora saat melihat sosok sang Papa memasuki ruang makan bersama ketua panitia lomba.


Ixora pun segera melangkah menghampiri Sang Papa.


“Pa... Papa cari Mama? Kangen ya?” tanya Ixora sambil tersenyum dan selanjutnya anak dan bapak itu saling berpelukan.


“Mama sedang jalan jalan kata nya jam makan malam kembali ke hotel. Kita tunggu saja di sini Pa.” Ucap Ixora selanjutnya setelah mereka berdua sudah melepas pelukan nya.


Mereka berdua pun lalu makan malam di meja makan yang hanya diisi oleh mereka berdua. Ibu Dosen Retno bergabung dengan meja sesama dosen pembimbing peserta lomba.


Tuan William dan Ixora makan malam diselingi dengan bincang bincang ringan. Tuan William banyak bertanya tentang acara yang sedang dikuti oleh Ixora akan tetapi beliau sesekali melihat layar hand phone nya untuk memantau berita pencarian isteri nya.


“Ixora sekarang masuk ke kamar saja ya..” ucap Tuan William saat mereka berdua sudah selesai makan malam. Ruang makan hotel itu pun sudah tampak lengang, tamu tamu sudah meninggalkan ruang makan dan tinggal pegawai hotel yang bertugas memberesi peralatan makan kotor.


“Coba aku hubungi Mama.” Ucap Ixora lalu dia mengambil hand phone dari tas ransel kecilnya yang selalu dia bawa dan dia segera mengaktifkan hand phone nya.


“Ga diangkat Pa.” Ucap Ixora saat sudah melakukan panggilan video buat Mama nya.


“Kamu mandi dan istirahat saja. Biar Papa yang menghubungi Mama.” Ucap Tuan William dan Ixora pun setuju. Mereka berdua lalu melangkah menuju ke lift yang akan membawa mereka berdua menuju ke lantai di mana kamar nya berada.


Setelah selesai mandi Ixora, mengambil hand phone nya dia menghubungi Mamanya lagi tetapi hanya ada nada sambung dan tidak diterima pemanggilan.


“Mama sibuk apa sih, sampai jam segini.” Gumam Ixora dalam hati yang tidak tahu jika hand phone Mamanya masih dibawa oleh sang pengawal sang Mama.


Ixora pun lalu menghubungi teman teman nya yang orang tua nya juga ikut pergi bersama Mama nya.

__ADS_1


“Ha? Siapa yang sedang hilang? Apa Mamaku?” teriak Ixora saat salah satu teman nya mengatakan jika orang tua nya sedang mencari teman nya hilang.


“ini pasti Mama terlalu semangat mencari cangkir Nenek buyut hingga terpisah dari rombongan.” Ucap Ixora yang kini sudah mulai panik dan dia segera berganti baju sebab tadi masih memakai bath robe sehabis mandi.


Ixora lalu keluar dari kamar dan mencari Sang Papa. Ixora mengetuk ngetuk kamar sebelahnya yaitu kamar sang Mama yang kini ditempati oleh Sang Papa.


Sesaat kemudian pintu kamar itu terbuka dan muncul sosok Tuan William yang wajah nya tampak kusut.


“Papa aku tahu Papa ke sini pasti sudah dapat berita hilang nya Mama.” Suara Ixora agak keras dengan nada khawatir dan panik menjadi satu.


“Tenang Sayang, Mama sedang dicari oleh pihak berwajib.” Ucap Tuan William berusaha menenangkan anak gadis nya padahal ekspresi wajah dia tidak menunjukkan ketenangan.


“Kenapa Mama bisa hilang sih. Ayo Pa kita ikut mencari Mama.” Usul Ixora


“Bagai mana acara lomba mu?” tanya Tuan William sambil menatap Ixora


“Sudah selesai, tinggal wawancara akhir saja itu pun buat finalis saja. Dan juri belum menentukan finalis nya, besok acara peserta lomba bebas dan juri menentukan finalis yang maju wawancara.” Ucap Ixora dengan nada serius. Akhirnya Tuan William pun juga setuju malam ini mereka berdua ikut mencari Sang Mama.


Ixora dan Tuan William pun akhir nya diantar oleh Sang pengawal menyusul untuk mencari Nyonya William.


“Bang Bule kenapa hand phone ga aktif sejak tadi.” Ucap Ixora saat berada di dalam mobil yang menyusul rombongan pencari Sang Mama. Ixora akan memberi kabar pada Bang Bule Sayangku tentang hilangnya Sang Mama.


Sementara itu di sebuah pelabuhan Bos Tambun masih setia menunggu dan tidak lama kemudian mobil yang dia nanti nanti sudah datang.


“Kenapa lama sekali?” teriak Bos Tambun saat mobil sudah mendekati diri nya.


“Tuan kami harus mencari jalan tikus untuk menghindari pengejaran. Kami mencari jalan yang tidak ada pantauan CCTV, sangat susah jalan nya.” Jawab laki laki suruhan saat sudah membuka pintu mobil.


“Sudah cepat bawa tawanan ke kapal. Kalian ikut semua masuk ke dalam kapal.” Perintah bos tambun sambil melangkah menuju ke kapal sewaan nya. Nyonya William yang belum sadar pun digotong di bawa menuju ke dalam kapal. Dan setelah semua orang masuk ke dalam kapal dua mobil yang hanya dikendarai oleh masing masing sang sopir pun berjalan pelan pelan masuk ke dalam kapal.

__ADS_1


Dan kapal yang membawa Nyonya William itu terus berlayar meninggalkan pelabuhan.


__ADS_2