Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 26. Kakek Datang


__ADS_3

“Aku putus sambungan teleponnya kalau Kakek tidak mengaku siapa Kakek dan di mana Bang Bule berada.” Ancam Ixora sambil menatap layar hand phone nya


“Benar Kak putus aja sambungan teleponnya, aku sudah capek capek jaga pintu yang muncul malah Kakek bisu.” Ucap Dealova mendukung Kakaknya.


“Jangan diputus!” teriak suara Bang Bule sambil tangan satunya melepas bobble hat di kepalanya dan kini terlihat rambut Bang Bule yang sudah dikenal oleh kedua gadis itu. Dealova dan Ixora terbelalak matanya dan masih penasaran. Dan selanjutnya...


“Bang Bule.....” teriak mereka berdua secara spontan tanpa sadar saat Bang Bule sudah melepas topeng silikon di wajahnya.


Setelah menyadari kalau mereka sudah berteriak keras kedua gadis itu pun segera menutup mulutnya sambil melihat ke arah pintu kamar. Sementara Bang Bule tersenyum puas.


“Kamu kembali jaga pintu!” perintah Ixora pada adiknya.


“Ingat ya akan jasa aku dalam membantu perjuangan kalian berdua.” Ucap Dealova sambil mendekatkan wajahnya ke arah layar hand phone Ixora lalu dia segera melangkah menuju ke pintu kamar Ixora, untuk kembali menjaga pintu kamar, mengawasi kalau ada orang yang datang.


“Apa aku sudah seperti Kakek, Beb?” tanya Bang Bule sambil tersenyum dan memandang wajah cantik Ixora yang selalu dia rindukan.


“Persis sekali Bang, aku kira bener bener Kakek nya Bang Bule.” Jawab Ixora sambil tersenyum juga.


“Aku besok akan datang ke kost mu dengan memakai topeng ini. Kamu menyamar menjadi gadis jelek dan miskin aku akan menyamar menjadi Kakek.” Ucap Bang Bule selanjutnya sambil terus menatap wajah cantik Ixora yang sekarang sulit dia lihat di dunia nyata.


“Gimana setuju tidak?” tanya Bang Bule selanjutnya dengan nada serius.


“He... He... setuju sih Bang. Tapi rambut Bang Bule itu.” Jawab Ixora sambil tertawa kecil dan menunjuk rambut Bang Bule yang pasti dikenali oleh Bunda Naura dan teman teman kost atau pun teman teman kampusnya.


“Tenang aku akan membuat penyamaranku sempurna. Yang penting kamu setuju dan tidak malu.” Ucap Bang Bule sambil tersenyum

__ADS_1


“Suara ku juga aku buat menjadi suara Kakek Kakek, he... He...” ucap Bang Bule selanjutnya karena dia memang mempunyai suatu alat yang bila ditaruh pada lidahnya suara akan berubah menjadi suara orang tua. Alat itu dulu juga dia pesan satu paket dengan topeng silikonnya.


“He...He... okey okey.. Bunda Naura tidak akan tahu kalau Bang Bule memakai topeng.” Ucap Ixora sambil tertawa riang karena dia punya harapan besar bisa bertemu dengan Bang Bule secara leluasa. Padahal bagi dia dipegang telapak tangannya erat oleh Bang Bule saja sudah merasa sangat senang dan nyaman hatinya.


“Baiklah yang penting kamu sudah tahu jika ada seorang Kakek mencari kamu dengan wajah seperti tadi itu adalah aku.” Ucap Bang Bule juga tersenyum senang dia pun tidak kalah bahagianya dari Ixora. Bahkan mungkin dia yang lebih bahagia dari pada Ixora karena Bang Bule sangat mencintai Ixora.


“Jangan tertipu pada Kakek Kakek yang lainnya ya... he... He...” ucap Bang Bule lagi sambil tertawa kecil, dan mereka pun akhirnya mengakhiri komunikasi nya lewat sambungan panggilan video.


Ixora lalu bangkit berdiri dan kembali lagi menyimpan hand phone barunya di dalam lemari.


“Sudah Kak?” tanya Dealova sambil bangkit berdiri.


“Sudah Bang Bule akan menyamar memakai topeng.” Jawab Ixora sambil menutup pintu lemari.


“Kamu itu yang jadi monyetnya he... He...” ucap Ixora sambil memencet hidung mancung adiknya.


Kakak beradik itu lalu membuka penutup CCTV sebelum Papanya mengetahui kalau CCTV di kamarnya ditutup. Dan setelahnya mereka berdua melanjutkan ngobrolnya tidak jadi istirahat atau pun pijat memijat.


Waktu pun terus berlalu, detik berganti detik menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari. dan tiba saatnya Bang Bule akan datang ke kost Ixora. Dia sudah memberi kabar pada Ixora jika siang hari sepulang Ixora dari kuliah dan sebelum Ixora berangkat kuliah sore hari, Bang Bule akan berkunjung ke kost nya.


Di dalam kamarnya Bang Bule sudah menyamar menjadi Kakek dengan penampilan yang sangat sempurna. Punggung dia ganjal agar tampak sedikit bungkuk. Rambut aslinya pun sudah ditutup dengan rambut palsu yang agak botak bagian atasnya. Pakaian yang dia kenakan, pakaian saat menyamar menjadi seorang Kakek dulu yang masih dia simpan, Celana panjang kain, kemeja, jaket orang tua, kaos tangan, sepatu. Lengkap.


“Hmm aku pakai topi khas Kakek Kakek saja, nanti dibuka sebentar saat menemui Bunda Naura.” Ucap Bang Bule lalu dia menyambar topi satu buah topi model flat cap.


Setelah yakin penampilannya sudah sempurna sebagai Kakek, Bang Bule pun segera keluar dari kamarnya. Tidak lupa dia menenteng tas hitam berukuran agak besar yang berisi aneka obat dan jamu jamuan.

__ADS_1


Bang Bule melangkah keluar dari rumahnya menuju ke garasi untuk mengambil vespa tuanya. Anak buahnya sudah menyiapkan vespa itu, dan bisa digunakan dengan lancar. Anak buah Bang Bule mengira Bang Bule punya tugas seperti dulu untuk menjebak penjahat kelas kakap. Dan anak buah Bang Bule akan mengatakan jika Kakek itu adalah famili Bang Bule kepada orang sekitar atau orang binaan yang bertanya.


Bang Bule yang sudah masuk di garasi langsung mengendarai vespa tua itu dan segera meluncur ke kost tempat Ixora berada. Dalam hati dia tersenyum dan menertawakan nasib cintanya.


“Pasti Vadeo akan tertawa terbahak bahak jika tahu aku harus berpenampilan macam begini saat harus kencan dengan Ixora. Panas panas pula.” Gumam Bang Bule yang mengendarai vespa tua di jalan raya di bawah teriknya sang surya.


Beberapa menit kemudian vespa tua itu sudah melewati gerbang kampus yang megah itu. Bang Bule lalu membelokkan vespa tuanya di jalan yang menuju ke rumah kost Ixora.


Tidak lama kemudian Bang Bule menghentikan vespa tuanya di depan pintu pagar rumah kost Ixora.


“Isomah, aku harus ingat Ixora memakai nama Isomah jangan sampai lidahku salah ucap nanti.” Gumam Bang Bule dalam hati lalu menstandarkan vespa tua itu di tepi jalan di dekat pintu pagar.


Bang Bule melongok longokkan kepalanya mencari cari apa ada sosok Bunda Naura.


“Kalau langsung masuk nanti kena marah lagi. Mana bel tamu ? atau pintu pagar ini digetok getok?” Gumam Bang Bule mencari cari bel tamu.


Akhirnya Bang Bule pun menemukan bel tamu yang nempel di dinding pagar sebelah dalam di dekat pintu pagar itu.


TEEEEETTTTT.... TEEEEEETTTTT...


Bang Bule terkaget kaget sebab suara bel itu terdengar sangat keras.


“Hah.. kalau aku orang tua beneran bisa jantungan.” Gumam Bang Bule dalam hati, lalu dia pun teringat akan perannya menjadi orang tua lalu dia memegang dadanya dengan agak lama. Pura pura jantungan berdebar debar, berjaga jaga siapa tahu Bunda Naura mengawasi nya.


Tidak lama kemudian tampak seorang laki laki paruh baya dengan memakai tshirt dan celana di batas lutut berlari lari menuju ke pagar.

__ADS_1


__ADS_2