
“Ma. Aku sudah punya kekasih.” Jawab Bang Bule kemudian dengan nada serius, dia tidak ingin Mamanya mencarikan calon isteri buat dirinya, karena itu akan menambah masalah pada hidupnya.
“Kalau sudah punya kekasih bawa ke sini, kenalkan dengan keluarga besar di sini atau Mama datang ke Indonesia untuk melamar kekasihmu itu.” Ucap Nyonya Jansen dengan lantang.
“Ma, dia masih kuliah.” Saut Bang Bule
“Tidak masalah, menikah dan melanjutkan kuliah kan bisa.” Ucap Nyonya Jansen tidak mau menyerah
“Tapi Ma...” ucap Bang Bule namun belum berlanjut sebab Nyonya Jansen segera menyatu kalimat Bang Bule.
“Apa? Kamu mau alasan apa lagi, kalau kamu tidak akan menikah Mama juga tidak masalah tetapi kamu harus pulang ke Nederland dan urus peternakan sapi perah.” Saut Nyonya Jansen dengan nada tinggi.
“Dengan mengurus sapi perah siapa tahu kamu terus berniat untuk menikah.” Ucap Nyonya Jansen lalu memutus sambungan teleponnya.
Bang Bule hanya bisa mendengus sambil menatap layar hand phone yang sudah terputus sambungan panggilan suara dengan Mamanya. Bang Bule terlihat wajahnya sangat kusut. Karena masalah tiba tiba datang silih berganti. Baru kemarin bisa merasakan bahagia bernafas lega karena bisa berduaan dengan Ixora kini suasana hatinya keadaan berbanding terbalik dengan hari kemarin. Hmmm begitulah suasana hati manusia terkadang bisa berubah hanya dalam hitungan detik.
“Sekarang menunggu kabar dari Alexa dulu, kalau perjodohan itu memang benar, aku harus berbicara serius dengan Ixora.” Gumam Bang Bule lalu dia kembali membaringkan tubuhnya. Kini mendadak tubuhnya terasa sangat capek dan lelah.
Sementara itu di mansion Willam di kamar Alexandria.
“Sayang....” ucap Vadeo sambil berjalan mendekati Alexadria yang sedang duduk di depan kaca riasnya untuk mengeringkan rambut indahnya karena dia habis mandi keramas.
“Apa Kak. Kak Deo mandi sana..” ucap Alexandria sambil menatap Vadeo.
“Nanti, habis tadi tidak boleh mandi bersama.” Ucap Vadeo sambil memencet hidung mancung Alexandria.
“Ihh kalau mandi bersama pasti lama..” ucap Alexandria sambil mencubit pinggang Vadeo.
__ADS_1
“Ha.... ha.... “ tawa Vadeo lalu mencium puncak kepala Alexandria yang rambutnya sudah selesai dikeringkan. Vadeo tertawa sebab dia teringat akan kebiasaannya kalau mandi bersama pasti meminta menu tambahan.
“Al, ada masalah penting.” Ucap Vadeo selanjutnya dengan nada serius.
“Apa Kak?” tanya Alexandria sambil menatap Vadeo
“Apa kamu tahu kalau Ixora dijodohkan dengan Carol? Itu Vincent sangat galau.” Tanya Vadeo
“Aku belum tahu Kak.” Jawab Alexandria
“Coba kamu tanya pada Mama, kasihan Vincent. Aku juga kawatir kalau Bule itu nekat membawa lari Ixora, masalahnya justru akan semakin runyam.” Ucap Vadeo sambil mempermainkan rambut kepala Alexandria
“Baiklah, Kak Deo mandi sana, aku ke kamar Mama. Mumpung Papa sedang golf dengan Papa Jo.” Ucap Alexandria sambil bangkit berdiri dan mencium sekilas pipi Vadeo. Vadeo yang mendapat ciuman dari sang isteri tercinta pun tersenyum bahagia dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi.
Alexandria segera melangkah meninggalkan kamarnya. Untuk menemui Sang Mama, Alexandria menuruni anak tangga. Beberapa saat kemudian dia mendengar suara canda dan tawa di ruang keluarga. Saat sampai di ruang keluarga terlihat Sang Mama sedang berbincang bincang dengan kedua Adiknya, Ixora dan Dealova.
“Eeee pengantin baru mau gabung .. sini Sayang.. “ ucap Nyonya William saat Alexandria turut mendekat pada mereka bertiga
“Bagai induk dengan anak anaknya ya Ma...” ucap Dealova sambil nempel di tubuh Sang Mama.
“Ma, Alexa ada perlu sebentar.” Ucap Alexandria kemudian dengan nada serius. Nyonya William lalu menatap Alexandria dan Alexandria menganggukkan kepalanya sebagai isyarat ada masalah rahasia.
Nyonya William pun bangkit berdiri dan segera melangkah menuju ke kamarnya, dia berharap Alexandria memberi kabar kalau dirinya sudah terlambat datang bulan.
“Maaf ya Adik adik tercinta aku monopoli Mama sebentar saja.” Ucap Alexandria sambil mengacak acak puncak kepala kedua adiknya secara bergantian. Ixora dan Dealova pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Alexandria pun segera berjalan, mengikuti langkah kaki sang Mama. Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
“Apa Al, apa kamu mau tanya tentang masalah goyang goyang?” tanya Nyonya William sambil melangkah menuju ke sofa yang berada di dalam kamar itu.
“He.. He.. bukan Ma, tidak ada masalah untuk urusan goyang goyang, kata Kak Deo aku sudah semakin jago bergoyang he.. He.. “ ucap Alexa lalu turut duduk di samping Sang Mama.
Sesaat kemudian...
“Ma, apa Ixora akan dijodohkan dengan Kak Carol?” tanya Alexandria selanjutnya sambil menatap Sang Mama. Nada dan ekspresi wajah Alexandria pun kini sudah berubah menjadi sangat serius.
“Kamu tahu dari mana? Papa apa Tuan Alfredo?” ucap Nyonya William balik bertanya.
“Jadi benar Ma.” ucap Alexandria menyimpulkan dari ucapan yang Mama meskipun Mamanya tidak mengiyakan pertanyaan dirinya
“Kenapa harus ada perjodohan sih Ma? Kasihan Ixora kalau dia tidak mencintai Carol.” Ucap Alexandria selanjutnya
“Karena laki laki yang dicintai Ixora tidak jelas dan beresiko pada keselamatan Ixora.” Ucap Nyonya William sambil menatap tajam pada Alexandria.
“Ma, bukannya pada kenyataannya Bang Bule yang selalu menyelamatkan Ixora.” Ucap Alexandria mengingatkan jasa Bang Bule yang sudah menyelamatkan Ixora.
“Al, kamu pasti dipengaruhi oleh suamimu yang sahabatnya Bule itu.” Saut Nyonya William dengan nada tinggi
“Awas ya kalau sampai Ixora tahu dan kalian menggagalkan perjodohan ini!” ancam Nyonya William
“Dan jangan coba coba membawa kabur Ixora!” ancam Nyonya William lagi.
“Sudah mengganggu suasana hati Mama saja kamu.” Ucap Nyonya William selanjutnya sambil bangkit berdiri
“Maaf Ma.” Ucap Alexandria dia pun turut berdiri.
__ADS_1
Nyonya William terlihat mengambil air mineral yang berada di atas nakas di dalam kamarnya, lalu menegak isi di dalamnya satu tuntas. Alexandria memeluk bahu sang Mama dari samping.
“Maaf ya Ma...” ucap Alexandria lagi sebab kawatir bila Sang Mama tensinya mendadak naik. Sementara itu Nyonya William pun mendadak merasa kawatir jika Bang Bule sampai tahu rencana perjodohan itu akan membawa kabur Ixora, puteri keduanya.