
Hari pun terus berganti. Selama berhari hari Ixora sibuk mencari segala informasi, sumber pustaka dan lain lainnya untuk keperluan menyusun proposal penelitian nya.
Dan akhir nya Ixora pun sudah menyelesaikan tiga proposal dan sudah diajukan pada Ibu Dosen ketiga proposal nya itu.
Kini dia akan menghadap lagi pada Ibu Dosen untuk mengambil hasil proposal yang sudah diseleksi oleh Ibu Dosen.
Isomah langsung menuju ke ruangan Ibu Dosen, setelah selesai kuliah. Hari sudah gelap, ruangan tampak sepi. Lampu lampu di dalam gedung sudah menyala dengan terang benderang. Hanya tersisa beberapa orang karyawan, itu pun sudah berkemas kemas akan pulang.
TOK.. TOK.. TOK..
Isomah mengetuk pelan pintu ruang Ibu Dosen.
“Masuk.” Suara Ibu Dosen yang masih duduk di kursi kerjanya menunggu Isomah. Ibu Dosen pun juga baru saja selesai mengajar jam sore hingga malam.
“Selamat malam Bu, bagaimana hasilnya Bu?” tanya Isomah sambil berjalan menuju ke meja Ibu Dosen, dia sudah tidak sabar menunggu hasilnya. Isomah lalu duduk di kursi di depan Ibu Dosen.
“Selamat malam Is. Ketiga proposal kamu bagus. Tapi Ibu harus memilih salah satu. Dan yang ini Ibu pikir sangat bagus. Materi nya banyak ada di Indonesia tetapi masyarakat belum banyak yang tahu manfaat nya.” Ucap Ibu Dosen sambil menunjukkan salah satu proposal Isomah yang sudah dipilihnya.
“Kamu revisi metode penelitian nya. Untuk yang lomba antar kampus masih memakai uji pada binatang percobaan.” Ucap Ibu Dosen selanjutnya.
“Baik Bu.” Jawab Isomah sambil menerima proposal nya dan melihat bab yang harus direvisi.
“Besok apa bisa kamu ajukan lagi ke Ibu. Bisa kamu kirim lewat email saja. Karena Ibu rasa sudah tidak perlu konsultasi lagi. Sudah fix dan akan segera aku kirim ke panitia lomba. Kalau panitia sudah menyetujui. Minggu depan kamu bisa langsung mulai penelitian mu.” Ucap Ibu Dosen sambil menatap Isomah.
“Baik Bu, nanti langsung saya revisi dan langsung saya kirim ke alamat email Ibu.” Ucap Isomah dengan nada serius dan penuh semangat.
__ADS_1
“Bagus Is. Kalau begitu ayo Ibu antar kamu pulang ke kost.” Ucap Ibu Dosen lalu terlihat Ibu Dosen meringkasi meja kerja kerja. Lalu mereka berdua bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke luar dari ruang an Ibu Dosen.
Tidak lama kemudian mobil Ibu Dosen yang mengantar Isomah sudah berhenti di depan rumah kost Isomah. Isomah mengucapkan terima kasih pada Ibu Dosen yang sudah sangat baik dan murah hati pada dirinya. Ibu Dosen pun juga mengucapkan terima kasih pada Isomah sebab sudah bekerja keras dan bisa diajak bekerja sama dengan baik. Karena mahasiswa lain yang juga dia tawari untuk ikut lomba belum ada yang beres proposal nya.
Saat Isomah sudah memasuki pintu pagar rumah kost nya. Dia melihat di halaman ada motor Pak Wagiman.
“Hmmm ini hari Jumat, Mama pasti minta aku pulang.” Gumam Isomah sambil menutup kembali pintu pagar rumah kost nya. Sementara mobik Ibu Dosen sudah pergi.
Dan sesaat kemudian.
“Is... ke sini!” suara Bunda Naura agak keras beliau berdiri di depan pintu ruang tamu. Isomah pun berjalan lebih cepat ke arah Bunda Naura yang masih berdiri di depan pintu.
“Siapa yang mengantar kamu tadi?” tanya Bunda Naura selanjutnya.
“Ibu Dosen Bu.” Jawab Isomah sambil menatap wajah Bunda Naura.
“Iya Is, kok sampai jam segini baru pulang? Kamu sudah makan belum?” tanya Bunda Naura selanjutnya
“Iya tadi konsultasi dengan Ibu Dosen dulu. Sudah Bun, tadi makan di kantin.” Jawab Isomah sambil menatap Bunda Naura dan Pak Wagiman secara bergantian.
“Padahal ditunggu makan malam di rumah.” Ucap Pak Wagiman yang mendapat tugas menjemput Ixora untuk pulang ke mansion William.
“Baru saja akan Bapak susul kamu di kampus.” Ucap Pak Wagiman selanjutnya
“Maaf Pak, saya tidak bisa pulang. Malam ini juga saya harus revisi proposal penelitian untuk lomba. Harus segera dikirim ke panitia lomba.” Ucap Isomah dengan nada serius sambil menatap Pak Wagiman.
__ADS_1
“Tapi Nak ditunggu Ibu di rumah.” Ucap Pak Wagiman masih berusaha untuk mengajak Ixora pulang ke Mansion. Dia tetap tidak menyebut Mansion William dan juga nama Tuan dan Nyonya William sebab penghuni kost ada yang keluar masuk entah untuk pergi ke warung makan atau ke mini market sebelah.
“Ini Pak, lihat..” ucap Isomah lagi sambil tangannya menunjukkan proposal penelitian nya.
“Saya harus memperbaiki yang sudah dicoret coret oleh Ibu Dosen ini. Dan malam ini harus saya kirim ke Ibu Dosen.” Ucap Isomah lagi sambil menunjukkan bagian bab yang harus direvisi.
“Owh gitu ya.. sudah rapi rapi tulisan nya kok ya dicoret coret sama Ibu Dosen, jadi harus diperbaiki lagi.” Ucap Pak Wagiman dengan ekspresi wajah sedih setelah melihat ada coretan coretan di proposal Isomah.
“He... he... meskipun rapi tapi itu kurang tepat Pak, jadi dicoret coret oleh Bu Dosen.” Ucap Isomah sambil tersenyum lalu dia menutup kembali proposal nya.
“Owh ya sudah saya pulang, pasti sudah ditunggu tunggu.” Ucap Pak Wagiman dengan nada kecewa dan juga kuatir pasti akan mendapatkan marah dari Nyonya William.
Sedangkan Isomah juga mohon diri pada Bunda Naura karena dia akan segera mengerjakan tugasnya. Bunda Naura memberi pesan pada Isomah agar tidak tidur terlalu larut malam.
Isomah terus melangkah menuju ke kamar kost nya. Dia pun langsung membuka lap top nya dan langsung merevisi proposal penelitian nya.
Sementara itu di Mansion William semua sedang gelisah menunggu Pak Wagiman yang juga belum kembali.
“Ma, aku sudah lapar sekali nih..” ucap Dealova yang duduk di sofa di ruang keluarga dengan memegang perutnya yang sudah berbunyi krucuk krucuk karena lapar.
“Tunggu sebentar, kamu kan sudah makan kue. Kita tunggu kakak mu Ixora. Mungkin masih di dalam perjalanan.” Jawab Nyonya William yang juga duduk tidak tenang di sofa di samping suaminya.
Sementara Tuan William yang duduk di samping Nyonya William sedang mengisi perutnya dengan memakan kue yang di hidangkan di atas meja.
Hingga hari semakin larut Pak Wagiman juga belum muncul muncul. Hand phone nya dihubungi oleh Nyonya William tidak terhubung juga. Kini Tuan William mulai kuatir.
__ADS_1
“Coba kamu hubungi Ixora!” perintah Tuan William pada isterinya. Sebab Tuan William sedang tidak membawa hand phone nya.
“O.. iya Pa.” Ucap Nyonya William dan selanjutnya dia mengusap usap layar hand phone nya untuk menghubungi Ixora.