Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 173. Haru


__ADS_3

Michael berjalan pada barisan paling depan, dia pun memakai setelan jas lengkap, bibirnya tersenyum ramah matanya pun berbinar binar penuh persahabatan. Dealova yang melihatnya langsung maju ke depan siap akan menyambut yang pertama kali. Di belakang Michale, Bang Bule didampingi oleh kedua orang tuanya. Dan setelah itu baru Richardo dan anak buahnya yang membawa bingkisan lamaran, kecuali kotak perhiasan kecil yang berisi cincin ada di dalam saku celana Bang Bule. Dan satu set perhiasan yang sudah dibawa oleh Michael.


Mata Bang Bule mencari cari sosok Ixora yang tidak ikut berdiri menyambut kedatangan nya.


Se Saat Michael sudah menaiki anak tangga dan dengan cepat Dealova menjabat tangannya dan mempersilahkan masuk. Bang Bule pun lalu menjabat tangan dengan penuh hormat pada kedua calon mertua nya. Dan selanjutnya menciumi baby twins, dan memeluk erat Vadeo sahabatnya itu. Ada air mata menggenang pada dua laki laki keren, tampan dan gagah itu. Mereka terharu persahabatan nya sejak Sekolah Dasar akhirnya bisa menjadi satu keluarga besar.


Dan tiba saat nya Nyonya William dan Nyonya Jansen bersalaman dan selanjutnya mereka berdua berpelukan.


“Nyonya Jansen maafkan saya, saya sudah salah dalam menilai Bule dan pekerjaan nya. Ternyata penampilan Bule yang saya anggap kurang rapi akan tetapi hatinya rapi tidak kacau berantakan. Dan juga karena pekerjaan nya, bisa menyelamatkan diri saya... hiks... hiks... Bule sangat melindungi saya meskipun saya sudah membenci anak Nyonya itu..” ucap Nyonya William sambil terisak isak sangat menyesali dengan apa yang dilakukan dulu.


“Iya Nyonya saya maafkan, maafkan juga anak saya dan keluarga saya jika ada salah nya.” Ucap Nyonya Jansen dengan sabar sambil mengusap usap punggung Nyonya William.


Acara salam dan peluk penyambutan pun usai mereka semua masuk ke dalam ruang tamu. Kini Vadeo yang membawa bingkisan yang tadi du bawa oleh Richardo. Sebab baby twins minta digendong oleh Richardo dan keduanya kini tenang dalam pangkuan Richardo.


Semua sudah duduk di kursi di ruang tamu. Tampak Dealova duduk di samping Michael dan keduanya sudah tampak akrab berbincang bincang.


Acara lamaran kali ini tanpa memakai master of Ceremony. Setelah bincang bincang ringan menanyakan kabar selesai dan pelayan pun sudah datang memberikan jamuan minuman dan makanan kecil. Kini Tuan Jansen menyampaikan maksud kedatangannya untuk melamar Ixora puteri kedua Tuan dan Nyonya William.

__ADS_1


“Tuan dan Nyonya, maaf jika kami salah kata dan salah cara, maksud kami datang ke sini adalah melamar Ixora William untuk dijadikan pasangan hidup anak laki laki kami Vincent Van Jansen. Kami sangat berharap Tuan dan Nyonya bisa menerima lamaran kami ini.” Ucap Tuan Jansen dengan nada serius dan tegas.


“Tuan dan Nyonya Jansen, kami mengucapkan banyak terima kasih atas maksud baik Tuan dan Nyonya juga Vincent dalam melamar Ixora anak kami. Kami menerima lamaran ini akan tetapi semua ini akan saya tanyakan pada Ixora lebih dulu apakah dia menerima atau tidak.” Ucap Tuan William tidak kalah serius dan tegasnya.


“Mana Ixora?” tanya Nyonya William sambil menoleh ke arah belakang. Yang lain pun juga menoleh ke belakang ke arah ruang keluarga.


Dan tidak lama kemudian Ixora muncul didampingi oleh Sang make up artisnya dan juga Pak Wagiman yang bibirnya tersenyum lebar. Bang Bule yang melihat sosok anggun Ixora dalam balutan kain panjang dan baju kebaya juga wajah cantik nya, mata Bang Bule Vincent tidak berkedip menatap nya.


“Ixora mau tidak dilamar Bang Bule?” tanya Vadeo yang masih memangku sebuah bingkisan besar. Ixora menjawab dengan mengangguk dan tersenyum malu. Bang Bule Vincent yang melihat sangat bahagia. Dia lalu bangkit berdiri dan berjalan mendekati Ixora yang kini berdiri di dekat kedua orang tuanya. Bang Bule pun lalu mengambil kotak kecil perhiasan dari saku celana nya, dan mengambil isi di dalam nya. Dengan segera dia meraih telapak tangan Ixora dan dengan lembut dia pasangkan cincin permata indah itu di jari manis Ixora. Selesai itu Bang Bule pun mengecup lembut ujung jari Ixora. Semua yang ada di mansion itu tampak bahagia.


Acara lamaran sederhana penuh haru itu pun berjalan dengan lancar. Setelah jamuan makan malam sepasang suami istri saksi dari pemerintah terdekat pulang. Richardo dan anak buahnya juga pulang setelah baby twins tertidur.


“Ix sekarang katakan akan kamu gunakan untuk apa ruang rahasia itu?” tanya Bang Bule Vincent dengan lembut yang kini masih duduk di samping Ixora.


Sebelum menjawab Ixora tampak melihat menatap serius wajah Tuan Jansen.


“Untuk laboratorium senjata rahasia.” Jawab Ixora sambil menatap Bang Bule Vincent dan Tuan Jansen, Tuan Jansen pun mengangguk angguk tanda setuju.

__ADS_1


“Baiklah kini acara sudah selesai. Kami mempersilahkan keluarga Jonathan dan keluarga Jansen menginap di mansion kami. Semua sudah kami siapkan.” Ucap Tuan William kemudian.


“Al, baby twins biar tidur di kamar ku.” Ucap Nyonya William sambil menatap Alexandria yang masih memangku salah satu anak nya sedang yang satu nya dalam pangkuan Nyonya Jonathan.


“Ma, bagaimana kalau mereka menangis saat kita goyang goyang.” Bisik Tuan William yang duduk di samping istrinya. Nyonya William lalu menepuk paha suaminya dengan keras.


Keluarga Jonathan dan keluarga Jansen pun setuju mereka menginap di mansion Willam, karena mereka belum puas dalam bercengkerama. Kedua keluarga itu lalu diantar oleh Sang pelayan untuk keluar dari Mansion utama menuju ke mansion tamu keluarga William. Kecuali Vadeo dan Alexandria yang tetap tidur di mansion utama di kamar Alexandria. Sedangkan Bang Bule Vincent yang belum resmi menjadi keluarga William tetap harus keluar dari Mansion utama. Tampak Bang Bule Vincent melirik ke arah Vadeo yang masih santai santai duduk di sofa di ruang keluarga sambil melihat layar televisi.


“Sabar Bro... belum waktunya, sana cepat pergi kami ingin segera istirahat ha... ha... Ha.. .” ucap Vadeo sambil menoleh menatap Bang Bule Vincent yang enggan untuk meninggalkan Ixora, Bang Bule pun lalu bangkit dari tempat duduknya.


Akan tetapi tiba tiba Vadeo yang sudah kembali menatap layar televisi berteriak saat mendengar hot news yang baru saja disiarkan oleh salah satu stasiun televisi.


“Hai itu Bos Tambun gatal gatal di seluruh tubuhnya!” Teriak Vadeo dan Ixora yang juga melihat layar televisi hanya tersenyum saja.


“Ha... Ha... itu paling dia pikir biar stamina nya tetap kuat dan tidak akan menjadi bangkai di tahanan. Malah bisa hancur itu tubuh nya, biar kapok dia.” Ucap Tuan William yang juga turut melihat hot news di siaran televisi. Dia paham gatal gatal di tubuh Bos Tambun akibat penelitian Ixora yang Bos Tambun curi.


Bang Bule Vincent melangkah keluar pintu utama Mansion sambil tersenyum dan kagum pada Ixora calon isterinya.

__ADS_1


“Aku sudah tidak sabar untuk memilikinya dengan resmi. Dia juga bisa menjadi partner kerjaku tidak hanya partner di atas ranjang.” Gumam Bang Bule Vincent dalam hati dan mulai berpikir mesum lagi.


__ADS_2