
Carol terus melangkah meninggalkan gedung William Group menuju ke tempat mobil nya terparkir. Tiba tiba hand phone di dalam saku blazer nya berdering. Carol pun segera mengambil hand phone nya, saat dilihat di layar hand phone nya sang Papa sedang melakukan panggilan video. Carol pun segera menggeser tombol hijau.
“Hei anak durhaka sudah menuduh sembarang. Hati hati kamu jangan kamu berbuat kurang ajar pada mahasiswi Isomah, kalau itu terjadi kamu berhadapan dengan aku Tuan Alfredo.” Ucap Tuan Alfredo dengan nada serius sambil menatap tajam ke arah Carol yang wajahnya tampak bengong. Tuan Alfredo pun segera memutus sambungan panggilan video nya.
“Siapa sih gembel itu, apa benar dia anak selingkuhan Papa. Apa Papa dalam kondisi mabok terus menghamili pelayan.” Gumam Carol sambil geleng geleng kepala yang tiba tiba dia merasa sedikit pusing, dia khawatir akan banyak orang mendapat warisan Papa nya dan semakin berkurang bagian nya. Carol pun segera masuk ke dalam mobil nya dan setelah nya melajukan mobil menuju ke mansion Alfredo, dia akan beristirahat untuk menghilangkan pusing kepala nya.
Sementara itu Richardo yang sedang berada di dalam kamar nya dan duduk di depan meja kerja nya. Tampak dia masih memijit mijit pelipisnya. Dia sudah mendapatkan data data pemilik akun yang pertama kali menghembuskan isu plagiat , namun belum juga mendapatkan data data pemilik akun yang mengirim foto hoax.
“Kenapa susah, tidak mendapatkan jejak nya.” Gumam Richardo yang sudah memakai segala aplikasi dan alat alat nya untuk mencari data pemilik akun yang mengirim foto hoax namun gagal. Nomor hand phone pemilik akun itu sudah dilindungi dengan sangat rapi.
Saat Richardo masih berusaha lagi untuk membuka data. Terdengar suara dering di hand phone nya yang berada di atas meja. Pandangan mata Richardo menatap ke arah layar hand phone yang berkedip kedip. Dan bibir nya tersenyum saat di layar hand phone nya tertera nama kontak Nona I.
Dengan segera Richardo meraih hand phone nya dan dengan segera pula dia menggeser tombol hijau.
“Selamat siang menjelang sore Nona.” Ucap Richardo setelah menggeser tombol hijau
“Apa yang bisa saya bantu?” tanya Richardo selanjutnya sebelum Isomah membalas sahaannya.
“Selamat siang Tuan, terima kasih ya saya sudah resmi menjadi juara pertama dan tidak ada lagi komentar negatif. Mungkin karena panitia lomba juga melampirkan surat keterangan Anda.” Ucap Isomah yang kini sudah berada di dalam kamar kost nya setelah selesai mentraktir Gugun dan Nindy.
“Sama sama Nona, selamat ya Nona.” Ucap Richardo sambil tersenyum lebar akan tetapi senyuman tidak dilihat oleh Isomah sebab mereka hanya melakukan panggilan suara.
“Nona, akun yang pertama kali menghembuskan gosip plagiat sudah saya ketahui pemiliknya. Yang itu sangat mudah saya lacak, tetapi maaf akun yang mengirim foto hoax itu belum saya ketahui siapa pemiliknya. Tidak ada jejak digital dan nomor handphone nya sangat rapi dilindungi.” Ucap Richardo selanjutnya melaporkan hasil kerjanya
“Owhhh.” Gumam Isomah dengan sedikit kecewa sebab orang yang mengirim bukti hoax belum terungkap
“Oo iya Tuan, ada nomor asing yang mengancam saya, saya lupa belum menginformasikan pada Anda. Coba tolong dicek ya.” Ucap Isomah selanjutnya yang teringat akan nomor asing yang mengancam yang belum sempat dia kirimkan pada Richardo.
“Baik Nona silahkan kirim ke nomor saya , nomor asing yang mengancam Nona itu.” Ucap Richardo yang penasaran juga dan berharap itu ada hubungannya dengan data pemilik akun yang dia telusuri dan juga orang misterius yang dia kejar.
“Tuan, bagaimana kalau pemilik akun yang menghembuskan isu plagiat itu kita laporkan pada polisi saja, mungkin akun yang kirim bukti palsu itu temannya.” Ucap Isomah dengan semangat memberi usul pada Richardo.
“Siapa pemilik akun itu Tuan?” tanya Isomah kemudian.
__ADS_1
Saat Isomah masih serius dalam perbincangan dengan Richardo tiba tiba pintu kamar kost Isomah terdengar suara ketukan dengan keras. Isomah pun mulai terbagi konsentrasi nya antara suara ketukan pintu dan suara Richardo di balik hand phone nya.
TOK.. TOK... TOK... TOK...
TOK.. TOK..
“Baik Nona, akan saya kirim data orang itu pada Nona.” Ucap Richardo
TOK.. TOK...TOK..
“Terima kasih Tuan, maaf ya saya putus dulu nanti saya hubungi lagi.” Ucap Isomah lalu segera memutus sambungan panggilan suara nya dengan Richardo. Isomah pun segera menaruh hand phone nya di atas meja belajar nya.
TOK.. TOK.. TOK..
“Siapa sih ketuk ketuk pintu keras keras?” gumam Isomah dan segera berjalan menuju ke pintu kamar kost nya.
TOK... TOK... TOK..
“Sebentar.” Teriak Isomah sambil terus berjalan
Dan sesaat kemudian Isomah membuka pintu kamar kost nya dengan cepat. Dan Isomah terlihat kaget saat melihat ada tiga sosok yang berada di balik pintu nya.
“Is, selamat ya..” ucap mereka bertiga yang tidak lain adalah tetangga kamar nya atau mahasiswi mahasiswi penghuni kamar kost.
“Is, aku mau mengatakan sesuatu tetapi tolong ya kamu jangan marah.” Ucap salah satu dari mereka
“Terima kasih.” Ucap Isomah dengan ekspresi wajah dan nada suara datar datar saja.
“Apa yang akan kalian katakan, dan aku marah atau tidak tergantung apa yang akan kalian katakan.” Ucap Isomah selanjutnya
“Is, maaf saat itu aku hanya iseng saja.” Ucap salah satu dari mereka
“Aku hanya ikut ikut Dini saja Is.” Ucap dua orang yang lainnya secara bersamaan.
__ADS_1
“Is, jangan dilaporkan pada polisi ya.” Ucap yang tadi berkata hanya iseng saja yang tidak lain dan tidak bukan yang bernama Dini.
“Apa mereka pelakunya dan apa tadi mendengar saat aku mau lapor polisi.” Gumam Isomah dalam hati.
“Apa kalian yang menyebar hoax kalau penelitian ku plagiat?” tanya Isomah sambil menatap tajam ke arah wajah Dini yang tertunduk.
“Bukan aku yang mengirim foto hoax itu Is.” Ucap Dini dengan takut takut.
“Aku hanya komentar plagiat dan terus ramai itu.” Ucap Dini kemudian
“Maaf ya Is, aku tidak tahu kamu kenal dengan Tuan Richardo yang membantu kamu itu.” Ucap mereka bertiga secara bersamaan mereka bertiga sudah melihat surat keterangan resmi dari Richardo dan juga sudah mendengar cerita dari Bunda Naura setelah kedatangan Richardo di kost mereka.
Sesaat kemudian muncul sosok Bunda Naura yang datang mendekat sebab melihat ada tiga penghuni kost lainnya datang di kamar Isomah dan terlihat berbicara serius. Bunda Naura khawatir mereka berbuat jahat pada Isomah apalagi Isomah baru saja dinobatkan sebagai juara .
“Ada apa ini?” tanya Bunda Naura saat sudah berada di dekat mereka.
“Bu, maafkan kami.” Ucap mereka bertiga. Sementara itu Isomah masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil hand phone nya. Dia masih penasaran dengan hasil temuan dari Richardo.
Dengan segera Isomah mengambil hand phone nya dan dengan cepat dia membuka kiriman dari Richardo.
“Benar akun milik Dini yang menghembuskan isu plagiat pertama kali.” Gumam Isomah setelah membuka kiriman dari Richardo.
Isomah pun kembali melangkah menuju ke arah pintu nya masih terbuka sambil membawa hand phone nya.
Di depan pintu terlihat ketiga penghuni kost masih berbicara serius dengan Bunda Naura.
“Bun, benar Dini yang menghembuskan isu kalau penelitian saya plagiat.” Ucap Isomah sambil mengulurkan hand phone nya ke arah Bunda Naura. Dan bunda Naura pun segera membaca kiriman dari Richardo.
“Is, maaf.. Bun maaf.” Ucap Dini dengan mata yang sudah mulai berkaca kaca.
“Kamu harus bertanggung jawab dengan keisenganmu itu." ucap Isomah dengan nada serius.
“Dan kalian harus memberikan keterangan entah pada Tuan Richardo atau pada pihak kepolisian.” Ucap Isomah selanjutnya dengan nada tegas.
__ADS_1
“Kalian itu sangat keterlaluan. Pasti kalian itu iri pada Isomah orang yang selalu kalian hina bisa menjadi juara.” Ucap Bunda Naura tampak kesal pada mereka bertiga.
“Maaf Bun.” Ucap mereka bertiga sambil tertunduk kepala nya.