
Keesokan paginya. Ixora sudah bangun lebih pagi dari biasa nya. Hari ini dia akan resmi mengikuti kuliah di dua fakuktas nya sebagai Ixora William.
Setelah selesai bersiap siap, Ixora pun langsung keluar dari kamar nya untuk menuju ke ruang makan.
Saat sampai di ruang makan, tampak Sang Mama yang sudah tampil cantik dengan wajah aslinya sudah duduk di meja makan seorang diri.
“Selamat pagi Ma..” sapa Ixora sambil mencium pipi sang Mama yang sedang mengaduk aduk kopi di dalam cangkir nya.
“Pagi Sayang... senang rasa nya kamu sudah kembali di Mansion dan tampil sebagai mana mestinya Ixora yang cantik.” Ucap Nyonya William yang juga mencium pipi Ixora.
Ixora pun lalu duduk di kursi samping Mama nya.
“Ix, katakan pada Mama apa yang sudah dilakukan Carol kepada kamu?” tanya sang Mama sambil menatap Ixora penuh selidik.
“Memang Mama kemarin dengar dan lihat apa di rumah sakit?” ucap Ixora malah ganti bertanya, meskipun sebenarnya dia sudah diberi tahu oleh Dealova tentang kondisi Carol yang terus meminta maaf pada diri nya saat dalam kondisi tidak sadar kan diri.
“Carol selalu memanggil manggil nama kamu dan meminta maaf.” Ucap Nyonya William dengan nada dan ekspresi sedih.
“Ya begitulah Ma, banyak menghina pada Isomah dan kasar kelakuannya. Mama juga sudah tahu kan dia tidak mau memberi bantuan hukum pada saat aku membutuhkan, akan tetapi pada primadona kampus itu dia memberikan bantuan hukum secara spesial.” Ucap Ixora sambil menuang susu ke dalam gelas nya.
“Siapa primadona kampus itu?” tanya Nyonya William kepo.
“Nama nya Anneke, sepertinya memiliki hubungan spesial dengan Kak Carol. Dia sering diantar jemput oleh Kak Carol kalau kuliah. Mungkin Papa sudah menyelidiki kelakuan Kak Carol jadi Papa sekarang sudah tidak begitu memaksa perjodohan itu. Mama aja yang masih cinta buta pada Kak Carol.” Ucap Ixora selanjutnya sambil memandang sang Mama.
“Mama kok jadi pusing.” Ucap Nyonya William sambil menggelengkan kepala untuk mengusir pusing yang mendadak datang.
“Mungkin dia berbuat tidak baik karena ...” ucap Nyonya William tampak berpikir pikir
__ADS_1
“Tuh Mama masih mau membela Kak Carol lagi kan, Ma kalau hati orang itu baik dia akan tetap memperlakukan pada semua orang dengan baik, tidak pandang bulu. Hanya yang cantik cantik dan kaya saja yang diperlakukan dengan baik.. itu namanya pamrih dan pilih kasih tidak tulus hati nya Ma..” ucap Ixora dengan nada serius masih menatap Sang Mama.
“Ehem.. Ehem...Ehmmm.. “ suara deheman Tuan William yang sudah masuk ke dalam ruang makan.
“Ada apa Ix pagi pagi sudah ceramah.. biasa nya Mama yang ceramah sekarang kok jadi kamu.” Ucap Tuan William selanjutnya sambil mencium puncak kepala Ixora lalu dia duduk du kursi nya.
“Pa bagaimana perjodohan Ixora, bagaimana kalau saham Tuan Alfredo ditarik jika perjodohan kita batalkan.” Ucap Nyonya William dengan nada khawatir
“Tidak usah dibatalkan Ma, sama aku aja.. biar aja Kak Carol tidak sadar selamanya he.. he...” saut Dealova yang baru saja datang sambil mencium pipi Sang Mama.
“Sudah bahas yang lain saja, kepala ku nyut nyut an bahas itu.” Ucap Nyonya William sambil mencium pipi Dealova. Dealova pun hanya tersenyum lalu menuju ke kursi Sang Papa dan mencium pipi papa nya.
Setelah acara sarapan Ixora dan Dealova segera bangkit berdiri setelah pamit pada kedua orang tuanya mereka segera melangkah menuju ke pintu utama Mansion untuk berangkat ke sekolah dan ke kampus. Ixora belum diizinkan membawa mobil sendiri.
Setelah mobil mengantar Dealova mobil segera mengantar ke kampus Ixora.
“Hmmm kenapa organisasi pun juga pilih kasih.” Gumam Ixora dengan nada prihatin.
Setelah mobil berhenti Ixora segera turun dari mobil, dia tidak mau lagi diantar oleh Sang pengawal. Mobil dan sang pengawal pun menunggu di tempat parkir.
Ixora terus melangkahkan kaki nya menuju ke ruang kuliahnya.
“Nona Ixora...” teriak suara seorang laki laki dari arah belakang Ixora.
“Ixooooraaaa.” Teriak suara laki laki yang lain dan juga dari arah belakang.
Ixora pun menghentikan langkahnya dan dia menoleh ke arah belakang.
__ADS_1
“Nona selamat datang di kampus kita ya..” ucap laki laki yang sosoknya sangat tampan dan keren dia termasuk idola kampus dan merupakan ketua salah satu organisasi mahasiswa.
“Ixora.. Selamat datang ya..” ucap laki laki lainnya yang juga tidak kalah keren nada suara nya ramah dan sok akrab dengan bibir tersenyum dan tangannya membawa setangkai mawar merah jambu lalu diulurkan bunga itu pada Ixora saat mereka sudah sampai di dekat Ixora.
“Terima kasih.” Ucap Ixora sambil tersenyum dan menerima bunga itu hanya sebatas pada etika saja.
“Maaf saya harus segera ke ruang kuliah.” Ucap Ixora lalu dia segera melangkah menuju ke ruang kuliah nya.
Dan banyak mahasiswa yang sudah hadir di kampus melakukan hal yang sama tersenyum ramah dan mengucapkan terima kasih. Dan banyak cowok cowok yang ingin menarik perhatian hati Ixora pun memberikan satu tangkai bunga mawar. Hingga saat masuk ke dalam ruang kuliah Ixora membawa satu buket bunga mawar karena kumpulan dari bunga bunga mawar yang dia terima.
Akan tetapi berbeda dengan Nindy yang selama ini menjadi teman dekat Isomah. Nindy duduk di pojok ruang kuliah dengan mata memerah dan ekspresi wajahnya tampak sedih. Bahkan wajahnya pun terlihat sangat sembab.
Ixora yang melihat hal itu lalu dia melangkah mendekati kursi Nindy dan dia duduk di samping Nindy. Ixora khawatir Nindy mendapatkan masalah di keluarga.
“Ada masalah apa Nin? Ibu mu bagaimana sehat?” tanya Ixora sambil menatap wajah Nindy.
“Alhamdulillah sehat.” Jawab Nindy pelan dengan kepala tertunduk hormat dan tampak suaranya agak grogi tidak seperti biasanya saat dia berbicara dengan Isomah dulu.
“Kenapa kamu tampak sedih?” tanya Ixora pelan masih menoleh menatap Nindy yang masih menundukkan kepala nya. Mahasiswa yang lain pun menoleh menatap mereka berdua.
“Hiks... hiks... aku kehilangan teman baikku. Aku sekarang sendirian di kampus ini.” Suara lirih Nindy dengan linangan air mata dan isakan tangis nya.
Ixora pun lalu bangkit dari kursi nya , berdiri dan melangkah lebih mendekat pada Nindy lalu dia memeluk tubuh Nindy.
“Aku tetap teman baikmu Nin...” ucap Ixora sambil mengusap usap punggung Nindy.
“Percaya kamu tidak sendiri di kampus ini.” Ucap Ixora lagi, dan ada satu mahasiswi yang datang mendekat dan turut menepuk nepuk pundak Nindy. Dan lama lama bertambah lagi mahasiswa yang mendekati Nindy. Hingga pada akhirnya Dosen datang dan mereka kembali menuju ke kursi nya masing masing.
__ADS_1