
“Begini Tuan dan Nyonya Alfredo yang terhormat, langsung saja pada inti nya. Setelah kami pikir pikir rasanya tidak akan baik jika kita memaksakan kehendak kita apalagi itu berhubungan dengan hati, perasaan cinta dan demi masa depan keluarga mereka, Ixora dan Carol...” ucap Tuan William dengan nada serius menatap orang orang yang berada di ruang keluarga itu.
“Tuannn..” saut Tuan Alfredo saat mengetahui arah pembicaraan Tuan William.
“Maaf jangan dipotong dulu, saya selesaikan dulu apa yang ingin saya sampaikan..” ucap Tuan William yang tidak mau dipotong kalimat nya. Nyonya William dan Nyonya Alfredo tampak wajah nya menegang dan jantungnya berdebar debar, sedangkan Ixora menatap serius wajah Tuan William menunggu Sang Papa nya itu menyelesaikan kalimat nya
“Sejak lama kami memang tahu Ixora tidak mencintai Carol , tetapi kini saya juga tahu jika Carol pun tidak mencintai Ixora apalagi Carol...” Ucap Tuan William selanjutnya
“Tuan saya sangat mencintai Ixora.” Saut Carol memotong kalimat Tuan William
“Omong kosong, bagaimana mungkin kamu mencintai Ixora tetapi kamu memiliki anak dari perempuan lain.” Ucap Tuan William dengan nada kesal sambil menatap tajam ke arah Carol.
DUUUUUUUARRRRR
Ucapan Tuan William yang tidak begitu keras namun bagai halilintar di telinga Tuan dan Nyonya Alfredo apalagi Carol.
“Tuan William, anda jangan menyebar fitnah.” Ucap Tuan Alfredo dengan nada tinggi sambil menatap tajam ke arah Tuan William, wajah Tuan Alfredo pun sudah tampak memerah karena tensi sudah naik tinggi.
“Saya tidak menyebar fitnah Tuan lihat ini. Dan Carol tidak berkomentar apa pun juga.” Ucap Tuan William sambil menyerahkan hand phone nya yang sudah memperlihatkan postingan Anneke.
“Carol katakan hal itu tidak benar!” teriak Tuan Alfredo dengan lantang sambil menatap wajah Carol.
“Pa aku akan mencari bukti jika itu bukan anakku.” Ucap Carol dengan takut takut menatap wajah Papa nya.
__ADS_1
“Tapi Kak Carol sudah pacaran dengan Anneke dan sudah nikah siri. Dan Kak Carol juga yang sudah menabrak saya.” Ucap Ixora sambil menatap Carol dan kemudian Tuan Alfredo.
“Carollllllll!” teriak Tuan Alfredo dengan sangat keras dan wajah tampak semakin memerah, telapak tangannya mengepal kuat.
“Katakan apa yang sudah terjadi!” teriak Tuan Alfredo sambil bangkit berdiri akan menghantam Carol. Nyonya Alfredo terlihat bangkit berdiri dan menarik tubuh suaminya agar kembali duduk di sofa dan menenangkan hati nya.
“Tuan silahkan selesaikan masalah Carol dan istrinya itu, kami secara resmi dan dengan baik baik membatalkan perjodohan Ixora dan Carol. Apa pun konsekuensi nya akan kami terima, silahkan jika Tuan Alfredo akan mengambil keseluruhan sahamnya.” Ucap Tuan William dengan tegas saat Tuan dan Nyonya Alfredo sudah kembali duduk dengan tenang.
“Saya pun siap jika harus dikeluarkan dari kampus Mahardhika.” Ucap Ixora dengan tegas pula.
Tuan Alfredo terlihat kini tubuhnya lemas tidak berdaya. Nyonya Alfredo pun terlihat wajahnya tampak bingung dan khawatir.
“Tidak ....” gumam Tuan Alfredo dengan pelan dia tidak mungkin mengeluarkan Ixora, mahasiswi berpotensi yang merupakan asset kampus Mahardhika. Dan juga untuk menarik saham nya dia juga harus berpikir keras, sebab menanam saham di William Group memberikan keuntungan yang lebih baik dibandingkan perusahaan lain nya.
“Kita tetap temanan dan saudaraan ya Deal hiks.. hiks...” ucap Caroline sambil terisak isak dan menghapus air mata nya.
“Hiks... hiks... aku tidak jadi punya Kakak Kak Ixora, aku ga suka dengan Anneke orang nya galak ga sayang sama aku hiks... hiks...” ucap Caroline lagi dengan tangan masih mengucek ucek mata agar air mata tidak meleleh ke pipi mulus nya.
“Sabar Lin... aku tetap menjadi teman dan saudara kamu. Kamu boleh main ke mansion William sesuka hatimu.” Ucap Dealova sambil memeluk pundak Caroline dari samping sebab mereka berdua duduk di kursi berdampingan.
Saat Dealova masih menenangkan hati Caroline tiba tiba muncul sosok Carol di dalam ruang makan itu.
“Deal dicari orang tuamu tuh.” Ucap Carol dengan lesu dan Carol pun terus melangkah meninggalkan ruang makan menuju ke kamar nya. Sedangkan Dealova dan Caroline saling berangkulan berjalan menuju ke ruang keluarga.
__ADS_1
Saat sampai di ruang keluarga...
“Terima kasih kami ucapkan dan maaf jika kami ada salahnya.” Ucap Tuan William sambil bangkit berdiri.
“Iya.” Ucap Nyonya William yang hanya bisa keluar satu buah kata, inti nya dia idem dengan apa yang sudah disampaikan oleh suaminya.
Tuan dan Nyonya William lalu bangkit berdiri dan menjabat tangan Tuan dan Nyonya Alfredo yang masih duduk dengan lemas di sofa. Ixora pun juga ikut bangkit berdiri dan juga menjabat tangan Tuan dan Nyonya Alfredo.
“Dealll jangan lupa tetap temanan dan saudaraan ya... “ suara Caroline saat Dealova akan berjalan menuju ke tempat duduk Tuan dan Nyonya Alfredo untuk berjabat tangan. Dealova yang juga sedang melow itu hanya bisa menganggukkan kepala nya.
Akan tetapi saat Dealova menjabat tangan Tuan Alfredo tiba tiba bibir Tuan Alfredo tersenyum.
“Hmmm masih ada si bungsu Dealova. Carol harus menyelesaikan hubungannya dengan Anneke.” Gumam Tuan Alfredo sambil tersenyum licik.
Keluarga William pun berjalan ke luar dari mansion Alfredo dan hanya diantar oleh Caroline. Sebab yang lain masih merasa syok dan kecewa hati nya tidak ada tenaga untuk mengantar ke depan mansion. Carol pun sudah terkapar di tempat tidur nya.
Sementara itu di belahan bumi lain di benua Eropa tepatnya di negeri Belanda. Bang Bule Vincent bibir nya terus tersenyum apa lagi baru saja dia mendapat berita dari Ixora jika sudah melakukan pembatalan perjodohan nya dengan Carol.
“Aku harus bilang ke Mama dan Papa agar lebih cepat mengantar ku ke Indonesia untuk melamar Ixora .” Gumam Bang Bule Vincent dan tiba tiba ada suara keras...
“Mmmmmmooooou..” Suara sapi yang berada di dekat Bang Bule sambil mengibaskan ekor nya dan mengenai tubuh Bang Bule Vincent sepertinya si sapi cemburu takut tidak lagi dipijit pijit oleh tangan kekar Bang Bule Vincent.
“Ah kamu pi minta dipijit pijit terus aku kan juga ingin mijit Ixora ku he.. he... “ gumam Bang Bule Vincent sambil tersenyum mesum membayangkan melakukan terapi laktasi pada Ixora.
__ADS_1
Saat Bang Bule Vincent masih berpikir mesum tiba tiba pundak Bang Bule Vincent mendapat tepukan yang lumayan keras. Bang Bule Vincent pun menoleh dengan ekspresi wajah yang sangat kaget.