
Sementara itu di suatu tempat di sebuah gedung yang tinggi besar dan kokoh, tiba tiba dari salah satu ruangannya terdengar suara sangat keras.
BRAKKKK
Semacam suara meja yang digebrak oleh kedua tangan kekar dengan sangat keras.
“Bodoh kalian semua!” teriak suara berat seorang laki laki dan..
BRAAAKKK
Terdengar suara meja digebrak lagi.
“Kenapa sampai sampai kalian semua tidak tahu kalau perempuan itu adalah Ixora William?” Suara laki laki itu lagi.
“Kalau perempuan itu Ixora William percuma aku bayar banyak agar perempuan itu tidak bisa buat paspor. Ixora William jelas jelas sudah punya paspor dan penelitian nya tetap bisa ikut lomba. Diakui oleh dunia, dan usaha ku hancur lebur mereka semua beralih pada produk hasil penelitian itu yang sudah disebarkan ke publik.” Suara nya lagi dengan lantang dan nada tinggi penuh emosi.
“Sekarang hubungi panitia lomba itu, suruh mengeliminir peserta bernama Ixora William! Kalau perlu ancam mereka!” perintah nya masih tetap dengan nada tinggi.
“Bagaimana kalau kita culik saja Ixora William, Tuan?” suara seorang laki laki lain memberi usul dengan nada suara takut takut.
“Aku ragu kamu berhasil membawa Ixora, bukti nya membuntuti perempuan tanpa pengawal saja kamu kehilangan jejak nya.” Saut laki laki bersuara berat itu
“Sudah lakukan perintahku itu dulu. Perlu strategi khusus untuk menculik Ixora William. Penjagaan sangat ketat.” Ucapnya lagi.
Sesaat tidak lagi terdengar suara orang berbicara, hanya ada suara derit kaki kursi yang bergeser dan setelahnya terdengar suara langkah langkah kaki. Dan tidak lama kemudian pintu ruangan misterius itu terbuka sedikit hanya cukup untuk keluar nya satu orang dengan tubuh berukuran sedang. Dan benar dari pintu yang terbuka itu muncul satu orang laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit, setelah keluar laki laki itu berjalan dengan cepat dan tidak lama kemudian keluar lagi satu orang laki laki juga berkaca mata hitam dan berjaket kulit namun dia pun juga memakai topi berwarna hitam juga, sama seperti yang pertama setelah menutup pintu dengan rapat dia pun berjalan dengan cepat meninggalkan ruang misterius itu.
__ADS_1
Sementara itu di lain tempat di sebuah jalan raya, setelah acara konferensi pers mobil yang membawa Tuan William dan Ixora melaju menuju ke tempat sekretariat lomba.
“Terima kasih ya Pa, sudah membantu dan mendukung ku.” Ucap Ixora yang duduk di jok belakang kemudi di samping Tuan William. Dia tersenyum dan menoleh ke arah sang Papa.
“Papa selalu mendukung dan membantu demi kebaikan anak nya.” Ucap Tuan William sambil memeluk tubuh puterinya dari samping.
“By the way, Papa sebenar nya juga lebih senang jika kamu ikut lomba atas nama Ixora bukan atas nama Isomah. Namaku ikut berkibar he... he... he..” ucap Tuan William selanjutnya sambil tertawa kecil lalu mengacak acak puncak kepala Ixora.
“Aku kan juga tidak menyangka Pa, kalau ikut lomba dan bisa masuk di tingkat Internasional.” Ucap Ixora dengan nada serius
“Kamu memang hebat.” Ucap Tuan William yang kembali memeluk tubuh Ixora.
“Masih hebat Kak Alexa, Pa.” Ucap Ixora yang memang mengagumi kecerdasan Kakak nya.
“No.. No.. Semua anak Papa hebat, Dealova pun juga hebat ha.. ha...” ucap Tuan William lalu dia tertawa ingat Dealova yang pintar berkelit dan pintar melukis.
“Apa mungkin Kak Alexa sejak kecil jauh dari Papa dan Mama jadi dia lebih mandiri ya Pa..” gumam Ixora yang masih saja kagum dengan kakak nya.
“May be .. Lisbeth memang memiliki cara didik yang keras. Tapi cocok buat Alexa yang harus meneruskan memegang perusahaan kita karena dia anak pertama.” Ucap Tuan William
“Tetapi itu tidak berarti kamu dan Dealova lepas tanggung jawab untuk meneruskan perusahaan keluarga. Kalian tetap harus membantu Alexa.” Ucap Tuan William selanjutnya sambil menoleh menatap Ixora
“Kalian bertiga harus rukun sampai tua kelak.” Ucap nya kemudian dengan nada serius penuh penekanan.
Mobil terus melaju membelah jalan raya menuju ke kantor sekretariat lomba penelitian.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman sebuah kantor yang digunakan untuk tempat sekretariat lomba penelitian. Setelah mobil terparkir sempurna, sang pengawal segera membuka pintu mobil dan segera turun dari mobil dan segera membukakan pintu belakang dengan sopan dan tidak lama kemudian muncul sosok Tuan William dari dalam dan Se saat kemudian muncul sosok Ixora. Setelah Ixora turun dari mobil sang pengawal itu pun segera menutup pintu lalu melangkah mengikuti langkah kaki Tuan William dan Ixora. Mereka bertiga terus berjalan menuju ke pintu kantor sekretariat itu.
Sebelum mereka sampai di depan pintu, pintu sudah dibuka dari dalam. Panitia lomba dengan penuh hormat menerima kedatangan Tuan William dan Ixora William.
Setelah saling berjabat tangan mereka semua masuk ke dalam ruang ketua panitia lomba.
Ixora menyerahkan bukti bukti administrasi yang menyatakan jika Isomah Wagiman adalah Ixora William
“Kami sudah melihat tayangan konferensi pers tadi dan ditambah dengan bukti bukti administrasi ini semakin menguatkan kami untuk tetap menobatkan Ixora Willam dengan nama samaran Isomah Wagiman sebagai juara pertama. Dan berhak menjadi wakil negara untuk maju di lomba tingkat internasional.” Ucap ketua panitia lomba sambil menerima satu buah amplop coklat berisi bukti bukti administrasi.
“Maaf saya belum bawa paspor tadi dari konferensi pers langsung ke sini.” Ucap Ixora
“Tidak apa apa Nona, besok bisa disusulkan.” Ucap ketua panitia lomba sambil tersenyum
“Dan selalu cek web site dan akun media sosial kami ya..” ucap nya selanjutnya.
“Terima kasih atas keputusan Anda, dan tolong segera umumkan di media Anda.” Ucap Tuan William dengan tegas.
Setelah mendapatkan kepastian Ixora tetap sebagai juara pertama dan tetap mewakili di lomba tingkat internasional. Mereka pun mohon diri. Dengan hati lega Tuan William dan Ixora meninggalkan ruangan itu dan berjalan menuju ke tempat mobil nya terparkir. Sang pengawal masih setia memgikuti ke mana langkah kaki Tuan William dan Ixora.
Saat mobil Tuan William baru saja keluar dari halaman kantor itu. Tiba tiba masuk sebuah mobil hitam dengan seluruh kaca berwarna hitam tidak terlihat manusia yang ada di dalam mobil. Melaju dengan kecepatan tinggi ke dalam halaman kantor yang digunakan untuk sekretariat panitia lomba itu.
“Mobil masuk kok kecepatannya tidak pakai kira kira. Untung aku sudah keluar dari halaman itu. Jika tidak bisa bisa mobil Tuan ditabrak.” Ucap Pak Sopir dengan nada kesal.
“Macam mobil maling saja.” Gerutu Pak Sopir itu lagi sambil terus menjalankan mobil Tuan William dengan hati hati.
__ADS_1
Di saat Pak Sopir masih menggerutu, terdengar suara dering hand phone dari saku jas Tuan William.