Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 134. Rencana Menjebak Pencuri


__ADS_3

Keesokan pagi nya. Di mansion Willam sudah mulai ramai tamu dari para media massa yang sudah diundang oleh Tuan William untuk konferensi pers.


Tempat yang digunakan untuk konferensi pers bukan di dalam ruangan di dalam Mansion akan tetapi di taman depan yang tampak asri dan indah itu.


Ixora sebagai nara sumber didampingi oleh Tuan dan Nyonya William. Mereka bertiga sudah duduk di kursi yang sudah disediakan oleh para pelayan. Para media yang sudah menyiapkan segala alat pun juga duduk di tempat yang tidak jauh dari mereka bertiga.


Usulan tempat untuk konferensi pers berada di taman depan adalah pemikiran dari Nyonya William alasan nya demi keamanan dan yang utama adalah agar perhatian para pemirsa terbagi tidak hanya pada sosok sang nara sumber akan tetapi juga memperhatikan tempat yang asri dan indah, sebab wajah Nyonya William tidak segar karena semalaman diri nya tidak bisa tidur.


“Nasib konferensi pers pertama aku tidak diikut sertakan tampil, konferensi pers sekarang wajahku bengap karena kurang tidur.” Gumam Nyonya William yang sudah duduk manis di kursi nya.


Acara konferensi pers pun berjalan lancar. Seperti pada rencana semula, Ixora mengatakan akan tetap mengusahakan melakukan penelitian lagi secepat nya untuk mengejar waktu.


“Bagaimana dengan masalah uji klinis yang membutuhkan waktu dalam tahap tahap nya. Apa Nona Ixora yakin masih bisa melakukan penelitian sampai selesai pada tahap akhir?” tanya salah satu dari wartawan saat acara konfederasi pers sudah nyaris usai.


“Kita lihat saja. Yang penting saya tetap berusaha.” Jawab Ixora dengan senyum di bibirnya.


“Tolong ya jangan memberi pertanyaan yang membikin kita putus asa dan sedih. Kalian lihat mataku ini yang bagai mata panda, aku tuh sampai tidak bisa tidur karena sedih memikirkan penelitian anak ku yang sudah hilang dicuri orang jahat.” Saut Nyonya William sambil menatap Sang wartawan yang memberi pertanyaan itu.


“Baik Nyonya, maafkan saya.” Ucap sang wartawan yang memberi pertanyaan tadi.


“Lalu apa boleh kami menanyakan hal lain selain masalah pencurian itu?” tanya wartawan yang lainnya.

__ADS_1


“Apa?” tanya Tuan William dan Nyonya William secara bersamaan.


“Bagaimana dengan perjodohan Nona Ixora dengan Tuan Muda Carol yang sampai sekarang belum sadarkan diri?” tanya wartawan itu.


“Maaf itu di luar acara ini. Jika sudah jelas masalah kasus pencurian itu, kita akhiri acara ini. Intinya kami semua sedih dan prihatin dengan kasus pencurian dan penganiaya an yang terjadi di kampus Mahardhika. Akan tetapi kami tidak menyerah dan akan lebih hati hati lagi.” Ucap Tuan William dengan tegas dan acara konferensi pers pun selesai.


Setelah acara konferensi pers para media mendapat jamuan makan yang juga dilakukan di taman depan itu.


Waktu pun terus berlalu, Sementara itu ketiga laki laki pencuri masih merasakan gatal gatal dan semakin parah rasa gatal di tubuh mereka.


Mereka sudah mandi berkali kali dengan sabun anti septik akan tetapi gagal gatal di badan nya tidak juga mereda akan tetapi justru semakin memburuk keadaannya.


Segala obat sudah dia gunakan, pergi ke rumah sakit dan klinik sudah juga mereka dilakukan.


Kini mereka bertiga pun harus datang ke ruang kerja Bos nya, sebab mereka di panggil oleh Sang Bos yang katanya ada hal yang sangat penting.


“Kalian kenapa lama tidak segera datang ke ruangan ku ini?” tanya laki laki bertubuh tambun itu sambil memandang ke tiga anak buah nya yang tubuhnya putih putih karena bedak gatal.


“Tuan kami kesakitan gatal gatal di kulit kami tidak ketulungan rasanya, kulit kami pun menjadi lecet lecet karena garukan tangan. Ini akibat lantai ruang Tuan yang tidak bersih.” Ucap salah satu dari tiga laki laki yang masih gatal gatal itu.


“Apa sudah kalian obati?” tanya laki laki setengah baya bertubuh tambun. Tuan Misterius yang kini sudah terlihat sosok nya.

__ADS_1


“Segala obat sudah kami coba. Obat produk Tuan terbaik pun juga tidak mempan. Malah kulit kami jadi merah merah dan makin gatal perih.” Jawab salah satu dari laki laki yang gatal gatal itu.


“Hmmm.” Gumam laki laki bertubuh tambun itu


“Aku akan memberi tahu pada kalian jika Ixora William telah melakukan konferensi pers, dia akan tetap melakukan penelitian dan meneruskan lomba nya. Kurang ajar dia!” ucap laki laki paruh baya bertubuh tambun itu dengan nada kesal.


“Terus apa yang harus kami lakukan dengan tubuh kami yang seperti ini?” tanya salah satu dari laki laki yang tubuh nya penuh baluran lotion dan bedak itu, tidak lupa masih sambil menggaruk garuk tubuh nya yang terus saja merasakan gatal gatal bahkan makin panas rasa nya.


Mereka bertiga memang tidak sempat untuk mendengarkan berita terbaru apa pun, sebab yang dia cari hanya informasi tentang obat gatal.


“Kalian pergi berobat ke rumah sakit terbaik, pakai uang ku. Dan seterusnya ambil lagi penelitian nya itu dan kalau bisa culik Ixora!” Perintah laki laki bersuara berat dan bertubuh tambun itu.


“Aku tidak begitu percaya jika menyuruh orang lain nya, kalian yang sudah merupakan orang kepercayaan ku saja mau mengambil barang berharga itu tanpa izin.” Ucap laki laki paruh baya bertubuh tambun itu lagi.


“Baik Tuan.” Ucap mereka bertiga secara bersamaan. Dan mereka bertiga pun segera keluar dari ruangan Bos nya itu dan tangan nya terus menggaruk garuk tubuh nya.


Akhir nya atas perintah sang Bos mereka bertiga pergi ke rumah sakit terbaik di kota itu. Yang mana rumah sakit itu adalah rumah sakit di mana Dokter pribadi keluarga William bertugas. Dokter yang sudah mendapat memo dari Ixora pun segera memberi tahu pada Ixora jika di rumah sakit nya ada tiga pasien laki laki yang berobat dengan keluhan kulit gatal hebat.


Sementara itu Ixora yang sedang duduk di mobil sepulang dari kampus tersenyum saat melihat isi pesan chat dari pak Dokter pribadi keluarga William.


“Pak, kita langsung ke kantor polisi ya.” Ucap Ixora pada Pak Sopir.

__ADS_1


“Baik Nona.” Jawab Pak Sopir sambil menganggukkan kepala. Mobil pun segera melaju menuju ke kantor polisi yang bertugas menangani kasus masalah pencurian dan penganiaya an di kampus Mahardhika. Sebab selama ini polisi belum juga bisa menangkap pelakunya.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman kantor polisi. Ixora pun segera turun dari mobil saat mobil sudah berhenti. Dengan segera Ixora melangkah menuju ke kantor polisi itu.


__ADS_2