
Waktu pun terus berlalu. Acara bersih bersih badan dan makan pagi di rumah nelayan berjalan dengan lancar. Tuan dan Nyonya William tampak lebih banyak diam, setelah melihat rekaman video saat Carol menabrak Ixora. Mereka berdua sedang memikirkan nasib perjodohan Carol dan Ixora. Tidak menyangka Carol yang begitu terlihat sangat baik dengan keluarga William dan mencintai Ixora ternyata memiliki peringai kasar Jika berhadapan dengan orang kasta rendah. Apabila perjodohan dilanjutkan kasihan Ixora, jika dibatalkan harus menerima konsekuensi nya.
Setelah makan pagi mereka semua bersiap siap akan meninggalkan rumah nelayan yang penuh kenangan itu. Nyonya William pun kini sudah memakai baju milik istri nelayan itu, dipilihkan baju yang paling bagus. Tuan William meminta nomer rekening dua nelayan itu dan mentransfer mereka dengan rekening dollar nya.
Se saat hand phone Ixora berdering. Semua mata menatap Ixora yang sedang mengambil hand phone dari tas nya.
“Panitia lomba.” Ucap Ixora saat melihat nama kontak panitia sedang melakukan panggilan suara. Semua orang masih menatap Ixora dan menunggu kabar apa yang disampaikan oleh panitia lomba.
Tampak wajah Ixora serius mendengarkan apa yang disampaikan oleh panitia lomba dalam sambungan teleponnya. Dan sesaat kemudian bibir Ixora tersenyum lebar sambil berulang kali mengucapkan terima kasih. Dan selanjutnya dia menaruh lagi hand phone nya ke dalam tas nya, karena sambungan telepon sudah berakhir.
“Ma aku harus balik ke hotel, aku lolos di seleksi pra final dan ikut wawancara akhir sebagai penentuan juara pertama.” Ucap Ixora sambil menatap sang Mama dan sang Papa, kemudian menatap ke wajah Bang Bule yang sejak tadi memandang nya.
“Ooo syukur alhamdulillah..” ucap Nyonya William sambil mendekat dan memeluk tubuh Ixora. Yang lain pun turut mendekat dan memberi selamat pada Ixora juga mendoakan agar Ixora menjadi juara pertama.
Setelah pamit, mengucapkan terima kasih dan saling bertukar nomor hand phone. Mereka semua berjalan menuju ke tempat mobil nya yang terparkir, sebab jalanan di kampung Nelayan itu sangat sempit tidak muat mobil masuk. Dua suami istri nelayan itu pun turut mengantar para tamu tamu nya itu.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di tempat mobil mobil itu terparkir.
__ADS_1
“Bul, maaf aku tidak bisa mengantar kamu, ada tugas negara nih.” Ucap Marcel sambil menepuk pundak Bang Bule.
“Hah? Kamu tinggalkan aku di sini?” tanya Bang Bule kaget sambil menatap Marcel
“Bang Bule ikut mobil kita saja.” Ucap Ixora sambil tersenyum menatap Bang Bule nya lalu menatap wajah Mama dan Papa nya untuk meminta izin.
“Iya tapi Bule satu mobil dengan aku, biar Ixora sama Mama nya.” Ucap Tuan William dengan nada serius sambil menatap wajah Bang Bule Vincent.
“Sorry Bul, aku sudah berusaha agar kamu bisa berdua dengan Ixora mu tapi calon mertua mu sangat posesif dengan anak gadisnya.” Bisik Marcel pada Bang Bule. Tuan William yang melihat mereka berdua berbisik bisik menatap tajam pada dua pemuda itu.
“Ayo.” Ucap Tuan William sambil merangkul pundak Bang Bule Vincent untuk diajak melangkah menuju ke salah satu mobil. Semua yang melihat tersenyum kecuali Nyonya William yang masih bingung pikir nya.
Mobil terus melaju kini mobil tidak lagi melewati jalan tikus akan tetapi melewati jalan pintas bebas hambatan. Dua pengawal yang membawa mobil itu tadi sudah mendapatkan jalur jalur yang harus dikawati oleh Marcel.
Dan akhirnya kedua mobil itu pun sudah sampai di hotel. Petugas keamanan langsung membukakan pintu gerbang untuk ke dua mobil itu.
Saat mobil yang ditumpangi oleh Tuan William dan Bang Bule berada di depan pos petugas keamanan itu, Tuan William menyuruh sang pengawal menghentikan mobil nya. Dan saat mobil berhenti Tuan William membuka jendela kaca mobil nya.
__ADS_1
“Perlu kartu identifikasi Bule ini tidak?” tanya Tuan William pada petugas keamanan sebab waktu dia akan masuk dulu diminta untuk menunjukkan kartu identitas nya.
“Tidak perlu Tuan, kami sudah mendapat informasi jika Tuan Vincent dan Tuan Marcel yang sudah berhasil menyelamatkan tamu kami.” Ucap petugas keamanan dengan sangat sopan dan memberi hormat pada Bang Bule Vincent.
“Saya nanti malah ingin foto selfie dengan Tuan Vincent.” Ucap petugas keamanan itu sambil tersenyum menatap Bang Bule Vincent. Tuan William yang mendengar merasa cemburu sebab dia kalah tenar.
“Ayo jalan.” Ucap Tuan William lalu segera menutup kaca jendela mobil. Dan mobil pun berjalan menuju ke tempat parkir.
Setelah keluar dari mobil, mereka akan berjalan menuju ke ruang resepsionis, namun di pintu masuk hotel itu sudah banyak orang orang menunggu dan yang berada di deretan depan adalah panitia lomba, menejer hotel dan anggota genk dadakan Nyonya William yang sudah sangat merindukan ketua genk nya yang sudah hilang. Anggota genk dadakan itu pun sangat terpesona saat melihat sosok Bang Bule Vincent yang turut melangkah menuju ke arah mereka.
“Wow itu kah orang yang sudah menyelamatkan Nyonya William, gagah dan keren. Aku mau juga diculik dan ditolong nya.” Ucap salah satu anggota genk dadakan itu, dan anggota genk dadakan lainnya pun langsung menepuk pundak nya. Dan mereka tertawa.
Ketua panitia pun akhir nya menyambut mereka memberikan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih pada Bang Bule Vincent.
“Tuan Vincent sebagai ucapan terima kasih kami panitia lomba dan pihak hotel memberikan kamar gratis pada Tuan Vincent tanpa batas waktu. Dan Tuan juga mendapatkan undangan untuk menghadiri acara lomba ini hingga selesai, jika Tuan berkenan.” Ucap ketua lomba penelitian tingkat internasional dan menejer hotel pun mengangguk anggukkan kepalanya sebagai tanda setuju dengan apa yang diucapkan oleh ketua panitia lomba itu, sebab memang sudah merupakan hasil kesepakatan bersama.
Bang Bule yang mendengar tersenyum sambil menoleh ke arah Ixora, Ixora pun tersenyum bahagia. Bang Bule lalu mengucapkan terima kasih pada panitia lomba dan pihak hotel. Setelah acara penyambutan non formal itu selesai. Mereka semua diajak ke ruang makan untuk acara ramah tamah di samping itu karena juga sudah waktu nya makan siang. Mereka semua melangkah menuju ke ruang makan.
__ADS_1
Akan tetapi tiba tiba ada seseorang yang menarik lengan kekar Bang Bule Vincent dengan sangat kuat.