Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 15. Rencana Nency


__ADS_3

Sementara itu Bang Bule gelisah karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan sang kekasih hati Ixora tercinta. Sejak kejadian itu Ixora benar benar tidak boleh bertemu dengan Bang Bule. Bang Bule pernah datang ke Mansion William akan tetapi petugas gerbang tidak membukakan pintu gerbang mansion William dan dengan lunglai dan kecewa Bang Bule harus meninggalkan lokasi kawasan mansion Willam.


Alexandria dan Vadeo pun tidak memberi tahu jika Ixora menyamar menjadi Isomah dan sekarang tinggal di kost dekat kampus Mahardhika.


Di dalam kamarnya Bang Bule mengambil telepon seluler.


“Ixora sudah beberapa hari tidak mengaktifkan hand phone nya.” gumam Bang Bule dalam hati sebab dia mencoba melacak keberadaan Ixora tetapi tidak menemukan titik keberadaan kekasih hatinya itu.


Di saat Bang Bule sedang mengusap usap layar telepon seluler nya dengan hati yang galau. Tiba tiba...


“Ha... hand phone Ixora aktif, aku bisa melihat titik keberadaannya.” ucap Bang Bule saat tiba tiba aplikasinya ada titik berkedip kedip yang menunjukkan keberadaan Ixora. Bang Bule segera mengezoom lokasi di mana Ixora berada.


“Hmmm benar tidak jauh dari kampus itu. Aku pernah lewat daerah itu.” Ucap Bang Bule sambil tersenyum


“Coba aku hubungi Ixora sekarang.” Gumam Bang Bule lalu segera menekan tombol menu panggilan video buat Ixora. Tetapi sial bagi Bang Bule sebab nomor Ixora sudah tidak aktif lagi. Ixora memang hanya mengecek pesan pesan yang masuk saja lalu dia menon aktifkan.


“Ix kenapa tidak aktif lagi sih.” Gumam Bang Bule


“Ah aku datangi saja tempat kost Ixora itu. Bukannya tidak ada Nyonya William di sana.” gumam Bang Bule lagi. Lalu dia segera mengambil kunci mobilnya. Bang Bule pun melangkah meninggalkan kamarnya.


“Bang mau kemana?” tanya anak buah Bang Bule yang duduk di kursi ruang tengah.


“Keluar sebentar.” Jawab Bang Bule terus melangkah.

__ADS_1


“Bang itu dua anak sudah saya suruh kerja bersih bersih.” ucap anak buah Bang Bule lebih keras


“Ya, tetap jaga mereka berdua. Orang tuanya sudah sepakat mereka berdua dalam didikan kita dari pada kalau masuk penjara.” ucap Bang Bule sambil berhenti dan menoleh ke arah anak buahnya. Bang Bule memang sudah melakukan pembicaraan dengan orang tua Reyvan dan Nency juga dengan pihak kepolisian.


Bang Bule pun segera melanjutkan langkahnya menuju pintu rumah dan setelahnya dia pun segera memutar handel pintu dan menarik daun pintu itu. Dengan langkah lebarnya Bang Bule keluar dari rumah, dia menuruni anak tangga teras rumah.


Saat dia melangkah menuju ke mobil dilihatnya sosok Nency yang sedang menyapu halaman rumahnya yang sangat luas itu. Tampak Nency menghapus keringat di pelipisnya dengan lengan bajunya.


“Bang.... “ teriak Nency saat melihat sosok Bang Bule keluar dari rumah. Bang Bule tidak menghiraukan teriakan Nency. Jujur di dalam hati dia masih kesal dengan ulah kedua anak itu sebab akibat perbuatannya, Bang Bule kena getahnya mendapat hukuman yang sangat berat menurut dirinya. Tidak boleh bertemu dengan kekasih hatinya.


“Baaaang.” Teriak Nency lagi yang kini dia mulai berlari untuk mendekat pada Bang Bule yang berjalan menuju ke mobilnya.


“Bang tolong dong hukuman diganti jangan menyapu halaman dan mencuci piring.” teriak Nency masih sambil berlari mendekati Bang Bule.


“Aku tidak mau tahu tentang itu.” ucap Bang Bule lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.


“Ih... nyebelin banget...awas ya.. Aku dekati aja terus Bang Bule biar lama lama tertarik dan cinta padaku.” Ucap Nency dengan senyum lebarnya lalu dia kembali lagi ke tempatnya tadi untuk melanjutkan pekerjaannya. Dia tidak mau lagi dibentak bentak oleh anak buah Vincent karena pekerjaan belum selesai pada waktunya.


“Nen kamu sudah bilang Bang Bule minta ganti hukuman?” tanya Reyvan tiba tiba dengan tubuh basah kuyup oleh keringat karena habis menjalankan hukumannya mengambil air dari sumur untuk mengisi bak dan untuk menyirami semua tanaman yang ada di halaman rumah Bang Bule yang sangat luas itu.


“Sudah, tapi Bang Bule diam saja.” jawab Nency sambil terus menyapu.


“Kamu coba terus Nen, pakai goda goda dikit gitu kek.. Aku capek banget tahu. Setelah aku disuntik kebiri tuh rasanya aku gampang capek. Masih ditambah harus menimba air sumur, membawa lagi air itu dengan ember keliling halaman untuk ngasih minum tanaman.” ucap Reyvan sambil mengelap wajahnya dari keringat dengan tshirt nya

__ADS_1


“Gila! Padahal ada Air pdam kenapa aku harus ninba air sumur.” Gerutu Reyvan


“Tenang Rey, sabar aja.. nanti aku dekati terus Bang Bule pasti nanti lama lama bertekuk lutut padaku.” ucap Nency sambil tersenyum licik


“Bukannya ada falsafah tresno jalaran soko kulino.” Ucap Nency lagi dengan nada serius


“Falsafah ha... ha... ha.... Falsafah dasar negara kali Nen, ha... ha... ha....” Ucap Reyvan sambil tertawa terbahak bahak


“Terus apa coba?” tanya Nency dengan ketus


“Pepatah.” Jawab Reyvan


“Sudahlah terserah mau falsafah, mau pepatah, mau petuah yang penting intinya aku akan dekati Bang Bule setiap hari nanti lama lama pasti dia akan tumbuh cinta pada ku dan dia melupakan Ixora terus aku ga dapat lagi hukuman tetapi aku menjadi ratu di sini ha..... ha......” ucap Nency sambil tertawa terbahak bahak.


Akan tetapi tiba tiba...


“Heiiii lanjutkan kerjanya jangan ngobrol terus dan bercanda!” teriak anak buah Bang Bule yang berada tidak jauh dari mereka berdua namun tadi Reyvan dan Nency tidak menyadari keberadaannya.


“Aku tambah hukuman kalian kalau tidak melakukan kerja dengan baik.” ucap anak buah Bang Bule lagi.


“Aku sudah selesai Bang.” ucap Reyvan dengan ekspresi wajah kuatir jika hukumannya ditambah lagi.


“Iya iya Bang aku lanjutkan lagi nyapunya.” ucap Nency yang terlihat langsung melanjutkan lagi hukumannya menyapu halaman yang belum selesai.

__ADS_1


“Hah... di mana sih tadi orang itu bersembunyi, apa dia mendengar ucapanku ya....” gumam Nency dalam hati sambil terus menyapu halaman.


__ADS_2