Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 41. Nikah Siri


__ADS_3

Mobil Carol terus melaju menuju kampus Mahardhika. Mereka berdua hanya diam sibuk dengan pikirannya masing masing. Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki pintu gerbang kampus Mahardhika dan terus melaju menuju lokasi kampus fakultas kedokteran.


“Kak nanti jemput ya pulangnya.” Pinta Anneke sambil menoleh menatap Carol.


“Hmmm.” Gumam Carol.


“Kalau syaratnya hanya antar jemput saja bukan hal yang berat.” Gumam Carol dalam hati.


Dan tidak lama kemudian mobil berhenti tepat di depan fakultas kedokteran, dan Anneke pun membuka pintu mobil. Akan tetapi sebelum turun Anneke menoleh ke arah Carol sambil tersenyum.


“Syaratnya aku membocorkan rahasia perjodohan itu adalah kita nikah siri.” Ucap Anneke dengan suara pelan dan dia langsung turun dari mobil sambil berjalan melenggang melengok lengok.


Suara pelan Anneke akan tetapi bagai petir di telinga Carol.


“Annnn!” teriak Carol setelah menurunkan kaca jendela mobil nya.


“Yang bener aja.” Teriak Carol lagi.


“Sudah bener itu.” Teriak Anneke sambil menoleh tidak lupa dia memberikan kiss bye buat Carol sambil tersenyum dan terus berjalan melenggok lenggok.


“Sial.” Umpat Carol sambil memukul kemudi mobilnya. Carol lalu menutup jendela kaca mobilnya dan memutar balik mobilnya dengan suasana hati yang penuh dengan emosi lalu dia melajukan mobilnya dengan kencang.


Mobil terus melaju dengan kecepatan penuh meninggalkan lokasi fakultas kedokteran dan di saat mobil Carol membelok...


“Aaaaaaaawwwwww.” Teriak suara seorang perempuan akibat merasa kesakitan dan lalu dia terjatuh duduk di tepi jalan.


CIIIIIIIIIITTTTTT


Carol mengerem mobilnya dengan mendadak. Dia lalu menurunkan jendela kaca mobilnya.


“Jalan jangan main nyelonong saja lihat lihat pakai mata!” Teriak Carol sambil melongokkan kepalanya menyalahkan orang yang sudah benar berjalan di jalannya. Justru dia yang terlalu menepi saat membelok.

__ADS_1


Perempuan yang terserempet mobil Carol masih jatuh terduduk di tepi jalan sambil memegangi pangkal lengannya yang kesakitan.


“Kak Carol...” ucap lirih perempuan tadi yang tidak lain adalah Isomah.


“Tidak usah sok kenal. Ini untuk berobat.” Teriak Carol sambil melemparkan lembaran uang seratusan ribu sebanyak tiga lembar.


“Datang ke rumah sakit kampus, gratis. Uang itu bisa buat beli nasi.” Teriak Carol lalu dia menutup kaca jendela nya dan segera tancap gas meninggalkan Isomah yang masih terduduk kesakitan.


Isomah lalu mengambil hand phone nya dia akan memesan ojek on line untuk mengantarnya ke rumah sakit kampus, rumah sakit yang terdekat. Isomah tadi berjalan cepat cepat selesai kuliah karena ingin segera sampai ke rumah kost nya untuk menyelesaikan tugas salah satu mata kuliah yang harus dikumpulkan di sore hari nanti. Malah mobil Carol yang membelok dengan cepat dan sangat menepi mengambil jalan buat pejalan kaki hingga tangan Isomah terserempet.


Saat Isomah masih sibuk mengusap usap layar hand phone dengan tangan kirinya sebab tangan kanannya masih kesakitan. Tiba tiba ada motor yang berhenti di dekatnya.


“Is.. kenapa kamu?” tanya salah satu temannya yang sedang lewat dengan mengendarai motor.


“Jatuh.” Jawab Isomah


“Itu uang siapa?” tanya temannya itu yang selanjutnya turun dari motor. Dia juga anggota bela diri, mungkin visi misi yang selalu disampaikan oleh Bang Bule sudah merasuki hatinya hingga dia mau menolong Isomah.


“Ayo aku antar ke rumah sakit.” Ajak teman Isomah sambil membantu Isomah untuk bangkit berdiri.


“Sudah pesan ojol.” Ucap Isomah.


“Batalkan.” Ucap sang teman. Isomah pun membatalkan ojol yang dipesan yang belum berangkat menjemput.


Isomah segera diboncengkan motor oleh temannya dan segera dibawa ke rumah sakit Kampus.


Sementara itu Carol di dalam mobil masih terlihat kesal.


“Semoga tidak ada yang tahu mobilku menabrak orang tadi.” Ucap Carol sambil terus melajukan mobilnya.


“Aku kan tidak lari, sudah aku beri uang dia.” Ucapnya memaafkan diri.

__ADS_1


“Kenapa hari ini sial sih.. sudah Anneke minta syarat nikah siri, ditambah nabrak perempuan jelek sok kenal itu.” Ucap Carol lagi


“Apa aku bilang ke Papa saja ya tentang Anneke yang mengetahui perjodohanku dengan Ixora.” Ucap Carol masih terlihat berpikir pikir.


“Betul begitu saja dari pada aku pusing sendiri.” Ucap Carol selanjutnya lalu dia terlihat tangan kirinya mengambil hand phone nya dan menghubungi Tuan Alfredo menanyakan tentang keberadaan Papanya.


Carol pun terus melajukan mobilnya menuju ke mansion Alfredo dia ingin segera menemui Papanya. Karena Sang Papa sedang berada di mansion.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman mansion Alfredo. Carol segera turun dari mobil. Wajahnya terlihat sangat amat kusut. Pikirannya pada permintaan Anneke untuk nikah siri jika rencana perjodohan nya dengan Ixora tidak bocor. Di samping itu di sebagian relung hatinya juga gelisah karena sudah menabrak orang.


“Sial kenapa wajah jelek perempuan tadi malah nempel di pelupuk mata.” Gumam Carol sambil geleng geleng kepala agar bayangan wajah Isomah di matanya sirna.


Carol terus melangkah menuju ke ruangan Papanya. Beberapa pelayan yang melihat Carol tampak heran dengan wajah kusut Carol. Namun mereka hanya menduga karena masalah masalah kasus klien yang di tangannya.


TOK.... TOK... TOK...


Carol mengetuk pintu ruang Papanya dengan pelan pelan.


“Masuk.” Terdengar suara bariton dari dalam. Dan Carol pun segera membuka pintu ruangan itu. Saat pintu di buka terlihat Tuan Alfredo sedang duduk di depan komputer sambil mengamati pergerakan saham sahamnya.


“Pa, aku akan ngomong suatu hal yang penting.” Ucap Carol sambil berjalan mendekati Sang Papa.


“Ngomonglah mumpung semua sahamku hijau.” Ucap Tuan Alfredo.


“Pa, Anneke sudah mendengar perjodohanku dengan Ixora.” Ucap Carol kemudian.


“Syukurlah kalau begitu biar dia tidak dekat dengan kamu. Aku kuatir benihmu nyangkut pada rahimnya.” Ucap Tuan Alfredo dengan santai.


“Tapi Pa, dia akan membocorkan rahasia ini, dia minta syarat nikah siri kalau harus tutup mulut.” Ucap Carol dengan nada serius sambil menatap Sang Papa.


“Hmmm licik juga perempuan itu.” Gumam Tuan Alfredo.

__ADS_1


“Coba aku hubungi William apa bisa pernikahanmu dengan Ixora dimajukan.” Ucap Tuan Alfredo lalu dia mengambil hand phone nya untuk menghubungi Tuan William orang tua Ixora. Tuan Alfredo akan menanyakan apa rencana pernikahan Carol dan Ixora bisa dipercepat.


__ADS_2