
“Sudah full hotel tempat menginap Nona Ixora dan Nyonya William.” Ucap salah satu pengawal keluarga William yang sudah mendapatkan informasi jika hotel di tempat menginap Ixora dan Nyonya William sudah tidak ada lagi kamar yang kosong.
“Kenapa kamu tidak dari kemarin mencari.” Ucap satu pengawal yang lain.
“Bagaimana aku kemarin bisa mencari, bukan nya kita semua tahu hotel tempat mereka menginap baru saja tadi.” Ucap pengawal yang masih sibuk mencari cari informasi tentang penginapan di sekitar hotel tempat Ixora dan Nyonya William menginap, lewat hand phone nya.
“Nona Ixora juga baru saja tahu tempat penginapan nya baru saja. Mungkin memang dirahasiakan dulu.” Ucapnya lagi dengan jari jari masih sibuk mengusap usap layar hand phone nya.
“Tuan William sudah mencoba untuk memesankan kamar buat kita pada panitia lomba juga tidak bisa. Peraturan sangat ketat.” Ucapnya selanjutnya memberi keterangan tambahan pada teman nya.
“Ya sudah kamu cari di hotel hotel dekat lokasi lomba.” Ucap pengawal satu nya sambil pandangan matanya terus melihat mobil di depan nya yang diikuti nya. Mobil yang ditumpangi oleh orang yang harus mereka kawal.
Agak lama salah satu pengawal keluarga William untuk mendapatkan tempat penginapan yang diinginkan yaitu yang lokasinya tidak jauh dari lokasi hotel yang ditempati oleh Ixora dan Nyonya William. Hotel sekitar lokasi lomba juga banyak yang penuh. Kemungkinan keluarga peserta lomba yang datang lebih dulu sudah memesan.
Namun akhirnya dua pengawal itu pun bisa mendapatkan hotel yang tidak jauh dari hotel tempat menginap peserta lomba dan pendamping nya. Ibu Dosen Retno sebagai pendamping penelitian sedangkan Nyonya William, sang Mama sebagai pendamping untuk menjaga mental peserta lomba.
Mobil taxi yang ditumpangi oleh dua pengawal itu terus melaju mengikuti mobil panitia lomba yang membawa Ixora dan rombongan dua orang he.. he...
Beberapa menit kemudian mobil yang ditumpangi oleh Ixora sudah memasuki halaman hotel berbintang tempat para peserta lomba menginap. Saat mobil taxi yang ditumpangi oleh dua pengawal itu akan ikut masuk ke halaman hotel tiba tiba seorang sekuriti menghadangnya. Dan mobil taxi itu tidak diizinkan masuk karena dua pengawal itu tidak memiliki kepentingan dengan acara lomba penelitian tingkat internasional itu.
__ADS_1
“Hanya tamu yang berhubungan dengan acara yang diizinkan masuk. Untuk masalah keamanan peserta, pihak panitia lomba dan pihak hotel sudah menjamin. Negara pun turut hadir dalam menjaga keamanan acara dan semua yang terlibat di acara ini.” Ucap sang sekuriti sambil menunjuk pada beberapa personil polisi yang juga turut menjaga keamanan.
Dua pengawal itu hanya bisa patuh pada aturan yang ada. Mereka berdua lalu menutup kaca jendela mobil taxi itu, dan selanjutnya mobil berjalan meninggalkan lokasi hotel itu dan menuju ke hotel tempat mereka menginap yang lokasi nya tidak jauh.
Sementara itu, mobil panitia lomba yang mengantar Ixora sudah berhenti di depan pintu masuk. Sang sopir dan temannya yang duduk di jok depan segera membuka pintu mobil, lalu mereka berdua membukakan pintu mobil di bagian belakang sambil mempersilahkan tamu yang diantar nya turun. Mereka berdua pun segera berjalan menuju ke belakang mobil untuk mengambil koper koper bawaan para tamu itu.
“Mari, Nona dan Nyonya.” Ucap sang sopir sambil menarik dua koper sedang satu temannya juga menarik dua koper. Sebab Nyonya William seperti biasanya dia tidak cukup hanya membawa satu koper, karena pasti ada satu koper tambahan yang berisi makanan makanan.
“Terima kasih .. terima kasih.” Ucap Nyonya William dengan tersenyum dan nada ramah lagi sopan tidak lupa menganggukkan kepala nya.
Mereka berlima lalu berjalan menuju ke tempat resepsionis. Dua orang yang mengantar itu lalu menyerahkan tamu pada petugas resepsionis hotel dan tidak lupa pamit dan menyerahkan koper koper itu pada sang tamu. Mereka berdua akan beristirahat sebab nanti akan menjemput tamu dari negara lain lagi yang akan datang.
“Aku sering ke luar negeri untuk jalan jalan, berkunjung saudara atau terkadang menemani Papa, atau kakak mu saat ada urusan bisnis. Tapi kok kali ini rasa nya beda ya Ix, macam jadi tamu terhormat he... he... padahal aku hanya menemani kamu.” Ucap Nyonya William sambil berjalan di samping Ixora.
“Padahal yang dihormati itu kamu ya Ix..” ucap Nyonya William lagi sambil memeluk pundak Ixora dari samping sambil terus berjalan mengikuti dua pegawai hotel yang membawakan koper mereka.
Nyonya William ekspresi wajahnya tampak bahagia dan benar benar bangga pada anak gadisnya.
“Ibu nya lebih penting Ma.. kalau tidak ada Mama juga ga akan ada aku.” Ucap Ixora yang juga membalas pelukan Sang Mama.
__ADS_1
“Aduuuuuh aku tersandung....” teriak Nyonya William sambil terus berjalan dan memeluk pundak Ixora lebih erat.
“Nyonya hati hati ya jalannya..” ucap Ibu Dosen Retno yang berjalan di depannya.
“Maksud saya tersanjung Bu Dosen he... he...” ucap Nyonya William sambil tertawa kecil dan melepas pelukan nya pada Ixora sebab mereka pun sudah sampai di depan pintu lift yang siap akan membawa mereka.
“Nyonya William bisa saja.” Ucap Ibu Dosen Retno sambil tersenyum. Dua orang pegawai hotel yang membawakan koper mereka pun ikut tersenyum.
Mereka berlima pun masuk ke dalam lift yang lumayan luas itu.
Beberapa menit kemudian lift sudah berhenti dan pintu lift segera terbuka, pegawai hotel itu dengan cepat keluar sambil menarik koper koper. Ixora, Nyonya William dan Ibu Dosen Retno pun juga dengan segera melangkah keluar dan mengikuti langkah kaki dua petugas hotel. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di kamar tempat mereka menginap. Kamar mereka bertiga berdekatan dan berdampingan. Kamar Ixora berada di tengah di antara kamar Nyonya William dan kamar Ibu Dosen Retno.
“Kok kamar nya sendiri sendiri sih.” Gumam Nyonya William yang membuka kunci pintu kamar nya dan masih di temani oleh Ixora yang berdiri di dekat nya.
“Biar peserta bisa cukup istirahat Ma.” Ucap Ixora sambil tangannya sudah memegang koper nya. Sebab dua pegawai hotel sudah menyerahkan koper koper dan sudah pergi meninggalkan mereka.
“Itu sama saja kamu menuduh aku mengganggu istirahat mu.” Saut Nyonya William yang sudah mendorong daun pintu lebar lebar. Dan Ixora hanya tertawa kecil dan selanjutnya...
“Ma, nanti malam ada acara seremonial penyambutan untuk para tamu, Mama boleh ikut. Tetapi ada acara acara tertentu Mama tidak boleh ikut. Nanti aku share ke Mama jadwal acara nya.” Ucap Ixora selanjutnya dan mulai melangkah menarik koper nya.
__ADS_1
“Kalau Mama sedang tidak ada acara boleh ya Mama jalan jalan, siapa tahu nemu cangkir nenek buyut yang hilang satu itu.” Teriak Nyonya William yang mulai melangkah masuk ke dalam kamar nya.