Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 135. Ada Rasa Curiga


__ADS_3

Ixora menyampaikan maksud kedatangannya pada petugas penerimaan tamu jika dia akan menemui polisi yang menangani kasus pencurian di kampus Mahardhika.


“Mari Nona, saya antar menuju ke ruangan beliau.” Ucap salah seorang polisi yang ada di bagian penerimaan tamu itu sambil bangkit berdiri. Ixora pun bangkit berdiri dan berjalan mengikuti polisi yang akan mengantar nya itu.


Sesaat kemudian mereka berdua sudah sampai di depan pintu sebuah ruangan. Polisi yang mengantar itu lalu membuka pintu ruang yang tidak terkunci itu.


“Mari Nona.” Ucap polisi itu mempersilahkan Ixora ikut masuk ke dalam ruangan itu. Di dalam ruangan itu tampak satu orang polisi sedang duduk di kursi nya dan tampak sedang sibuk berbicara lewat hand phone nya. Dan sejenak menatap dua orang yang baru saja masuk ke dalam ruang kerja nya. Polisi itu tampak menganggukkan kepala nya dengan sopan, dan selanjutnya terdengar dia mengakhiri sambungan telepon dengan lawan bicara nya.


“Nona Ixora selamat datang.” Ucap bapak polisi itu sambil bangkit berdiri.


“Mari silahkan duduk.” Ucapnya lagi sambil tangannya mempersilahkan Ixora duduk di kursi yang ada di depan meja nya. Ixora pun lalu duduk di kursi itu. Bapak polisi itu pun duduk kembali di kursi nya. Sementara polisi yang mengantar tadi izin keluar dari ruangan itu dan kembali ke tempat kerja nya.


“Nona maaf kami sudah berusaha untuk menangkap pencuri itu tetapi belum berhasil. CCTV sudah dirusak oleh pelaku. Korban penganiayaan katanya tidak begitu jelas melihat wajah para pelaku.” Ucap bapak polisi itu sambil menatap wajah Ixora.


“Sekali lagi maaf Nona. Karena kami belum bisa menangkap dan menyelamatkan hasil penelitian Nona Ixora akhirnya Nona harus mengulang kembali penelitian itu. Saya berdoa semoga penelitian lancar dan bisa mengejar waktu.” Ucap Pak Polisi itu selanjutnya dengan nada penuh penyesalan, dia juga sudah melihat siaran konferensi pers yang dilakukan oleh keluarga William.


“Pak saya datang ke sini untuk memberikan usulan dalam menjebak pencuri itu. Salah satu hasil penelitian saya yang diambil adalah suatu ekstrak tanaman yang menyebabkan gatal gatal. Dokter yang kami ajak kerja sama sudah memberikan informasi jika ada tiga orang laki laki berobat dengan keluhan gatal yang hebat. Bukan nya dari informasi korban penganiayaan pelaku adalah tiga orang laki laki.” Ucap Ixora dengan nada serius.


“Apa saya harus ke rumah sakit itu untuk melacak mereka?” tanya bapak polisi minta pertimbangan.


“Bisa begitu, bisa juga Bapak buat saja suatu iklan obat gatal, iklan bisa on line dan off line. Dan terserah tempat yang akan digunakan Bapak untuk menjebak mereka.” Ucap Ixora


“Okey okey Nona, saya paham. Saya akan menyamar menjadi penjual obat. Saya akan sewa satu kios. Dan saya suruh anak buah melacak rumah sakit itu. Sketsa wajah tiga pelaku juga sudah kami buat.” Ucap bapak polisi yang tampak antusias.


“Nanti Bapak hubungi saya jika mereka ada yang datang.” Ucap Ixora lalu memberikan kartu nama nya.

__ADS_1


“Baik Nona. Terima kasih atas kerja sama nya.” Ucap bapak polisi itu. Ixora pun lalu mohon diri.


Waktu pun terus berlalu...


Sementara itu, di tempat lain di suatu rumah yang di tempai oleh tiga orang laki laki yang gatal gatal.


“Sudah berobat di rumah sakit ternama masih saja belum sembuh.” Ucap laki laki yang hobby memakai kaca mata hitam meskipun di dalam rumah sambil menggaruk garuk tubuhnya yang masih gatal gatal.


“Iya tidak merasa gatal hanya saat tidur karena obat tidur. Itu pun hanya bisa tidur lima menit saja.” Ucap salah satu temannya yang terbaring sambil menggaruk garuk tubuh nya.


Sesaat kemudian pintu terbuka dan muncul salah satu temannya sambil membawa tiga bungkus makanan.


“Aku di jalan tadi melihat ada iklan penjual obat gatal, ditulis bisa mengobati segala macam gatal akibat jamur, bakteri atau segala macam mikroba lain nya. Akibat gigitan serangga, debu, serbuk sari, dan lain lain.” Ucap laki laki yang baru saja datang dengan membawa makanan itu. Dia lalu memberikan dua bungkus makanan itu pada teman nya.


“Halah, mana mungkin manjur itu pasti penjual obat bohong. Yang rumah sakit ternama dengan obat termahal saja tidak mempan.” Ucap laki laki yang memakai kaca mata hitam sambil menerima satu bungkus makanan.


“Kamu saja yang coba, aku akan habiskan obat dari rumah sakit dulu.” Ucap laki laki yang memakai kaca mata hitam.


“Eh.. ini juga ada iklan obat gatal.” Ucap salah satu dari mereka yang sejak tadi diam sambil mengusap usap layar hand phone nya dan tentu saja sambil garuk garuk tubuh nya.


“Sepertinya terpercaya kalau dari promosi nya.” Ucap nya sambil terus membaca iklan du layar hand phone nya.


“Aku akan coba datang, aku sudah tidak kuat dengan gatal nya. Aku juga ingin segera pulang sudah kangen anak istri. Istriku sudah minta jatah uang dan jatah gituan. Mana mungkin aku pulang dengan kondisi gatal gatal gini apa lagi efek gatal sudah menjalar pada burung ku.” Ucap laki laki yang tadi tiduran kini sudah duduk sambil menerima satu bungkus makanan dari teman nya.


“Bisa bisa istriku gugat cerai jika melihat burung kesayangannya gatal gatal.” Ucap nya lagi sambil membuka bungkusan nasi.

__ADS_1


“Sudah kalian berdua saja yang mencoba nanti kalau berhasil aku akan datang.” Ucap laki laki yang memakai kaca mata hitam.


“Iya aku akan mencobanya. Harus daftar dan order dulu ini keterangan nya.” Ucap laki laki yang selanjutnya mengeksekusi makanan nya agar bisa segera daftar dan order obat gatal gatal.


Saat mereka bertiga sedang makan dengan tidak nikmat, sebab sesekali mereka masih saja terus menggaruk garuk bagian tubuh nya yang terasa gatal.


Tiba tiba terdengar suara dering dari salah satu hand phone milik mereka bertiga.


Laki laki yang memakai kaca mata merasa hand phone milik dia yang berdering, dia pun lalu menoleh untuk melihat hand phone yang berada di meja tempat hand phone nya berada.


“Bos.” Ucap nya saat melihat di layar hand phone nya sang bos nya yang melakukan panggilan suara.


“Cepat angkat.” Ucap teman nya sambil mengunyah makanan.


Laki laki berkaca mata hitam itu pun lalu dengan tangan kiri nya menggeser tombol hijau, dan dengan tangan kiri nya pula dia mengambil hand phone nya dan selanjutnya dia mendekatkan hand phone nya itu di telinga kiri nya.


“Hai kenapa kalian belum juga menemui aku lagi!” suara berat laki laki dari balik hand phone laki laki berkaca mata hitam itu.


“Maaf Tuan, kami belum sembuh.” Ucap laki laki berkaca mata hitam dengan suara takut takut.


“Mana mungkin rumah sakit hebat tidak bisa menyembuhkan penyakit sepele gatal gatal itu.” Ucap suara berat laki laki dari balik hand phone.


“Benar Tuan, ini tidak sepele lagi, sudah ada yang melepuh kulit saya Tuan. Mungkin ini efek serbuk putih yang jatuh itu.” Ucap laki laki yang berkaca mata hitam sudah mulai ada rasa curiga serbuk putih penyebab gatal gatal nya.


“Ha... Ha... Kamu mau mengakali aku ya...” tawa dan suara berat laki laki di balik hand phone

__ADS_1


“Aku tidak percaya, itu kamu hanya mau mengambil semua barang itu.” Suara berat laki laki dari balik telepon itu lagi.


__ADS_2