Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 23. Gagal


__ADS_3

Setelah acara latihan selesai Isomah pun segera melangkah pulang. Demikian juga dengan Bang Bule, dia tidak menghiraukan banyak gadis gadis yang menawari dirinya untuk makan siang bersama bahkan mereka yang akan mentraktir Bang Bule. Akan tetapi Bang Bule tetap melangkah menuju ke mobilnya.


Akan tetapi saat Bang Bule sudah memegang pintu mobil dan akan membukanya. Tiba tiba ada suara perempuan yang belum dia kenal.


“Owhhhh ini idola baru di kampus kita..” suara perempuan itu dengan renyah.


“Keren juga tidak rugi hari libur aku datang ke sini.” Ucap perempuan itu selanjutnya. Dan mata cowok cowok mahasiswa yang masih berada di lokasi itu pun memandang dengan tatapan mata tanpa berkedip pada perempuan itu. Tubuh sexy yang putih mulus mengenakan rok mini dan baju tanpa lengan alias you can see my ketek.


“Kenalkan aku Anneke.” Ucap Anneke perempuan sexy tadi sambil mengulurkan tangan pada Bang Bule.


“Vincent.” Ucap Bang Bule sambil menerima uluran tangan Anneke sekilas dan segera melepasnya.


“Nama yang keren sekeren orangnya.” Ucap Anneke sambil tersenyum menebar pesona.


“Apa bisa Kak Vincent melatihku secara privat?” tanya Anneke sambil masih dengan senyuman menebar pesona


“Maaf kalau saya tidak bisa , coba nanti saya tanya pada teman saya.” Jawab Bang Bule dengan jujur dan dengan bahasa yang formal.


“Hmmm sombong juga orang ini.” Gumam Anneke dalam hati.


“Maaf saya tergesa gesa.” Ucap Bang Bule lalu segera masuk ke dalam mobilnya. Dan dia segera menjalankan mobilnya karena ingin segera menghubungi Ixora lewat nomor Ixora yang dia berikan.


Sedangkan Anneke wajahnya terlihat merah bagai udang rebus, karena malu dan marah. Baru kali ini ada laki laki yang menolak dirinya. Biasanya laki laki yang datang menghiba pada dirinya untuk bisa jalan bersama atau bahkan hanya untuk berkenalan saja.


“Hmmm lihat saja belum tahu dia siapa aku, Anneke primadona kampus.. Putera pemilik kampus saja sudah masuk ke dalam pelukanku. Apalagi cuma pelatih bela diri.” Gumam Anneke sambil bersungut sungut dan berjalan menuju ke mobilnya terparkir.

__ADS_1


Sedang kan Bang Bule pun terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa segera sampai di rumah. Saat tadi melewati jalan kampus dia sudah tidak melihat sosok Isomah berjalan di jalanan kampus.


“Hmmm cepat juga anak itu jalan kakinya. Mungkin sudah memiliki ilmu meringankan tubuh.” Gumam Bang Bule sambil tersenyum dan terus melajukan mobilnya. Dia sudah tidak sabar untuk ngobrol dan bercanda dengan Ixora meskipun lewat panggilan suara.


Sementara itu Isomah yang sudah sangat rindu dengan Bang Bule pun segera masuk ke dalam kamarnya saat dia sudah sampai di tempat kost . Dia tidak segera berganti baju akan tetapi dia langsung mengambil hand phone baru dari Bang Bule yang masih berada di tote bag nya.


Ixora yang masih berpenampilan sebagai Isomah itu langsung mencium hand phone barunya. Dan seterusnya dia mengaktifkan hand phone barunya. Ixora tersenyum saat di layar ada foto dirinya berdua dengan Bang Bule, foto saat acara lamaran Kakaknya, Alexandria.


Ixora pun lalu memgusap usap layar hand phone nya. Dan sudah ada satu kontak nama yang tersimpan dengan nama Sayangku. Saat dilihat itu adalah nomor Bang Bule. Ixora pun tersenyum lagi. Ixora lalu memencet simbol telepon dia akan melakukan panggilan suara dengan Bang Bule Sayangku. Namun tiba tiba...


TOK... TOK... TOK...TOK..


Pintu kamar Isomah terdengar suara ketukan. Isomah alias Ixora pun membatalkan panggilan suaranya. Dia segera berjalan menuju ke pintu kamarnya. Dengan segera Isomah membuka pintu. Saat pintu sudah terbuka.


“Besok saya masuk pagi Pak.” Ucap Isomah.


“Besok pagi Bapak antar ke sini.” Ucap Pak Wagiman


Isomah pun mau tak mau harus menurut pada Pak Wagiman karena pasti Mamanya yang menyuruhnya.


Sedangkan di lain tempat Bang Bule yang sudah tidak sabar segera masuk ke dalam kamarnya saat mobil sudah terparkir manis di tempatnya. Nency yang terus saja ingin mendekati Bang Bule namun gagal hanya bisa menatap dari kejauhan.


“Tadi sepertinya ada suara dering dari nomor Ixora.” Gumam Bang Bule yang sudah mensetting nomor Ixora dengan nada dering khusus. Bang Bule pun mengambil hand phone dari saku celana cargonya. Sambil melangkah membuka pintu kamarnya Bang Bule melakukan panggilan balik pada nomor kontak Ixora yang baru dan sudah dia simpan dengan diberi nama My Baby.. (Haduh Bang Bule macam nama produk saja...).


“Ada nada sambung, tetapi kenapa tidak diangkat ya..” gumam Bang Bule sambil menempelkan terus hand phone nya di dekat telinga nya.

__ADS_1


Bang Bule merebahkan diri pada kursi rotan panjang yang ada di dalam kamarnya. Kursi itu peninggalan mendiang Oma nya yang dulu tinggal di rumah besar itu.


“Apa Ixora sedang ke kamar mandi ya..” gumam Bang Bule menerka nerka kenapa Ixora tidak mengangkat panggilan baliknya.


Akan tetapi beberapa saat kemudian Bang Bule tidak lagi mendengar nada sambung akan tetapi sudah tidak bisa lagi menghubungi Ixora sebab hand phone Ixora sudah tidak lagi aktif.


“Hmm ada apa ya..” gumam Bang Bule lalu membuka aplikasi untuk melacak keberadaan Ixora. Hand phone baru Ixora sudah Bang Bule program meskipun tidak aktif masih bisa terlacak keberadaannya.


Sedangkan Isomah yang masih berada di boncengan Pak Wagiman saat mendengar suara dering telepon di hand phone barunya segera mengambil akan tetapi segera mematikan hand phone itu.


“Bisa bahaya kalau Pak Wagiman sampai tahu aku punya hand phone baru. Pasti akan lapor pada Mama.” gumam Ixora dalam hati.


Beberapa menit kemudian motor Pak Wagiman sudah memasuki halaman mansion Willam. Kali ini Pak Satpam tidak banyak bertanya dia sudah mendapatkan informasi dari Tuan William jika anak Pak Wagiman akan menginap di mansion di gedung belakang bersama para pelayan yang menginap.


Pak Wagiman pun memasukkan motornya lewat jalan samping dan langsung berhenti di taman samping. Ixora pun segera turun dari boncengan motor dan berjalan menuju ke pintu samping mansion. Dia terus berjalan menyelinap dan tidak ada satu orang pun yang tahu.


Ixora segera berjalan dengan cepat dan langsung menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Dia akan segera menghubungi Bang Bule Sayangku. Dengan cepat dia membuka pintu kamar. Saat pintu kamar sudah terbuka.


“Mama.” Ucap Ixora tampak kaget saat sang Mama sudah berada di dalam kamar nya.


“Kamu melihat Mamamu kok malah macam kecewa saja?” tanya Nyonya William sambil mengeryitkan dahinya.


“Kamu itu tidak rindu pada Mamamu ini?” tanya Nyonya William sambil membentangkan tangannya ingin dipeluk oleh anak yang dia rindukan.


“Kangen Ma, tapi Ixora bau tadi habis latihan belum mandi.” Jawab Ixora bohong putih sebab dia sebenarnya kecewa saat melihat sang Mama sudah berada di dalam kamarnya, rencana akan melepas rindu dengan Bang Bule gagal atau tepatnya tertunda.

__ADS_1


__ADS_2