Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 56. Kecurigaan Nyonya William


__ADS_3

Ixora dan Sang perawat pun segera berjalan keluar dari kamarnya menuju ke lantai bawah.


Suasana mansion William tampak sepi. Dealova, Sang Adik tidak terlihat batang hidungnya sebab dia sedang mengikuti les seni rupa pada pelukis senior. Sedangkan Alexandria dan Vadeo pulang ke mansion Jonathan.


Ixora dan Sang perawat menuruni anak tangga dengan pelan pelan.


“Langsung ke ruang tamu saja Sus, dia bilang jam lima sudah sampai.” Ucap Ixora saat melihat waktu di jam dinding ruang keluarga menunjukkan pukul lima sore kurang beberapa menit saja.


Mereka berdua pun langsung berjalan menuju ke ruang tamu. Ixora langsung mendudukkan pantatnya di salah satu kursi yang ada di dalam ruang tamu itu. Dia duduk dengan anggun bagaimanapun ingin Mamanya Bang Bule terpesona pada dirinya di pandangan pertama. Sang perawat pun duduk di dekat Ixora, dia sudah dipesan oleh Nyonya William untuk selalu menjaga Ixora.


Dan sesaat kemudian terdengar suara langkah kaki dari belakang.


“Aduh anak Mama cantik sekali.” Suara Nyonya William yang sudah memasuki ruang tamu sambil menatap anak gadisnya dari jauh dengan jarak sepuluh meteran.


“Sayang ya.. Mama tidak bisa ikut menemui teman kamu itu. Siapa tahu Mama sudah bertemu dengan dirinya saat Mama jalan jalan ke Eropa kemarin dengan Alexa.” Ucap Nyonya William sambil berjalan mendekati Ixora.


“Ya sudah Mama titip salam saja ya..” ucap Nyonya William selanjutnya sambil tersenyum menatap anak gadisnya dan selanjutnya mencium puncak kepala Ixora.

__ADS_1


“Iya Ma, nanti Ixora sampaikan.” Ucap Ixora sambil tersenyum


“Ayo Ma, sudah ditunggu Tuan dan Nyonya Alfredo.” Ucap Tuan William yang melangkah menuju ke pintu utama Mansion. Nyonya William pun segera melangkah mengikuti langkah kaki sang suami, meninggalkan ruang tamu.


Di depan pintu utama Mansion sudah berdiri satu orang bertubuh tinggi dan kekar yang bertugas menjaga Ixora dari balik pintu utama Mansion. Bagaimana pun Tuan dan Nyonya William tetap waspada pada keselamatan Ixora yang akan menerima tamu teman media sosialnya.


Sementara itu di lain tempat. Mobil Bang Bule pun semakin mendekati lokasi mansion Willam.


“Sudah dekat ya Vin ?” tanya Nyonya Jansen saat mobil sudah memasuki kawasan elite. Bang Bule pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


“Aku semakin deg deg an Ma.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menoleh sekilas ke arah Mamanya.


“Kamu tenang saja, kadang orang tua anak gadis itu menguji kesungguhan dan keberanian laki laki yang mencintai anak gadisnya.” Ucap Nyonya Jansen sambil tersenyum menoleh menatap Bang Bule Vincent.


Dan tidak lama kemudian mobil Bang Bule berhenti di depan pintu gerbang. Berbeda pada saat saat dulu sebelum dia dilarang datang Mansion William, pintu gerbang sudah dibukakan secara otomatis oleh penjaga pintu. Namun kini dia harus turun dari mobil dan lapor terlebih dulu pada petugas. Bang Bule pun lalu turun dari mobil dan segera berjalan menuju ke pos jaga.


Bang Bule menyampaikan tujuan akan menemui Ixora bersama orang yang sudah membuat janjian dengan Ixora.

__ADS_1


“Maaf Tuan, sesuai pesan kami tidak boleh membukakan pintu gerbang buat Tuan.” Ucap petugas penjaga pintu gerbang. Bang Bule terus saja memberikan banyak alasan akan tetapi tetap tidak dibukakan pintu.


Melihat anak laki laki nya yang gagal mendapatkan izin masuk mansion Willam. Nyonya Jansen pun turun dari mobil dan berjalan menuju ke pos petugas untuk membantu anak laki laki lakinya agar mendapat izin masuk.


Akan tetapi di saat mereka masih berdiri di depan pos petugas jaga. Bersamaan dengan itu mobil Tuan William mendekati pintu gerbang dan akan keluar dari halaman mansion Willam.


“Kurang ajar berani beraninya Bule itu datang ke sini!” ucap Nyonya William dengan nada emosi saat melihat sosok Bang Bule berdiri di depan pos jaga


“Dengan siapa dia? Siapa perempuan itu?” tanya Nyonya William dan Tuan William hanya mengangkatkan kedua bahunya sambil terus menjalankan kemudi mobilnya.


“Pa, turunkan aku dulu, aku akan tanya siapa perempuan itu. Aku curiga ini akal akalan mereka agar bisa bertemu Ixora.” Perintah Nyonya William pada suaminya.


“Ma kita percayakan pada petugas. Malu kalau Mama bertengkar di depan mansion.” Ucap Tuan William sambil terus menjalankan mobilnya keluar dari pintu gerbang yang sudah terbuka secara otomatis.


“Hah? Tapi tetap awasi mereka dulu. Kalau mereka pergi dan pasti tidak masuk mansion baru kita pergi.” Ucap Nyonya William sambil tatapan matanya melihat pada sosok perempuan Bule setengah baya yang berdiri di samping Bang Bule.


“Kita berhenti di depan mansion.” Perintah Nyonya William lagi pada sang suami. Dan Tuan William pun menuruti perintah Sang Isteri mobil menepi dan berhenti akan tetapi mereka berdua tidak turun dari mobil. Dari dalam mobil Nyonya William terus mengawasi kejadian di depan pos penjaga pintu gerbang.

__ADS_1


__ADS_2