
“Sial kamu tidak suka melihat orang senang.” Teriak Bang Bule saat ada salah satu karyawan kepercayaan Tuan Jansen yang sudah berdiri di dekat nya.
“Tuan, dipanggil Tuan Jansen sekarang.” Ucao Karyawan laki laki itu selanjutnya
“Ada masalah apa? Bukan nya produksi baik baik saja.” Tanya Bang Bule Vincent yang kaget tiba tiba Papa nya memanggil diri nya.
“Tidak tahu Tuan, mungkin ada permintaan tambahan untuk eksport.” Jawab Karyawan itu.
Bang Bule pun segera membersihkan tangannya dan melangkah keluar meninggalkan bangunan luar yang berisi sapi sapi itu. Beberapa saat Bang Bule sudah memasuki gedung kantor di mana Tuan Jansen berada.
“Pa, ada apa Papa memanggil aku?” tanya Bang Bule saat sudah berada di dekat meja kerja Sang Papa.
“Ini ada kiriman dari Kakakmu Jean.” Ucap Tuan Jansen sambil menyerahkan satu kotak kecil perhiasan
“Kapan Kakak datang?” tanya Bang Bule Vincent sambil menerima kiriman dari Kakaknya itu.
“Baru saja, Langsung pulang karena akan menjemput keponakan mu.” Jawab Tuan Jansen sambil melihat Bang Bule Vincent yang sedang membuka kotak perhiasan itu.
“Pa cincin wanita yang bagus ini sangat cocok buat Ixora.” Ucap Bang Bule Vincent dengan bibir tersenyum dan mata yang berbinar binar mengamati cincin permata itu.
“Iya itu karena Kakakmu sangat bahagia akhirnya dia akan memiliki ipar makanya dia kasih hadiah itu cincin permata limited edition.” Ucap Tuan Jansen dengan nada serius.
“Iya bagus Pa.” Gumam Bang Bule Vincent
__ADS_1
“Pa kita harus secepatnya melamar Ixora. Tadi dia mengabari perjodohan nya dengan Carol sudah dibatalkan.” Ucap Bang Bule Vincent selanjutnya dengan nada serius sambil menatap Papa nya.
“Kamu tanya Mama sana, kapan dia siap.” Ucap Tuan Jansen dengan pelan.
“Sekarang ya Pa aku pulang tanya ke Mama.” Pinta Bang Bule Vincent yang sudah tidak sabar.
“Hmmm" gumam Tuan Jansen yang mengizinkan anak nya pulang lebih dulu karena waktu bagian Belanda pun juga sudah menjelang sore meskipun belum waktu nya jam kerja selesai. Akan tetapi Tuan Jansen mengizinkan demi kebahagiaan anak nya.
Bang Bule lalu memeluk tubuh Tuan Jansen karena begitu bahagia nya. Tangannya masih menggenggam kotak perhiasan kecil berisi cincin permata dari Jeanetta sang kakak perempuannya.
“Terima kasih ya Pa.” Ucap Bang Bule sambil tersenyum lebar. Tuan Jansen yang juga bahagia lalu menepuk nepuk pundak anak laki laki nya itu.
Bang Bule pun penuh dengan semangat dan bibir tersenyum segera melangkah meninggalkan ruang kantor itu. Kotak perhiasan dia taruh di saku celana cargonya. Dengan segera dia menuju ke tempat mobil nya yang terparkir dengan cepat pula dia melajukan mobil menuju ke rumah nya.
“Ma.. Ma... Ma...” teriak Bang Bule Vincent sambil membuka pintu dapur.
“Ma...” suara Bang Bule setelah masuk ke dalam dapur tampak di dapur ada Nyonya Jansen dan ditemani oleh dua orang pelayan.
“Apa sih Vin, macam anak kecil saja teriak teriak panggil Mama.” Ucap Nyonya Jansen sambil menoleh ke arah Bang Bule Vincent.
Bang Bule Vincent pun melangkah mendekati sang Mama yang masih sibuk bekerja itu. Dia menanyakan kapan Mama nya siap mengantar nya ke Indonesia untuk melamar Ixora dan Bang Bule pun menunjukkan cincin perhiasan untuk melamar Ixora sudah ada dari hadiah sang Kakak.
“Masak iya jauh jauh melamar ke Indonesia cuma mau bawa cincin itu.” Ucap Nyonya Jansen yang sudah melihat cincin pemberian Jean, sebab Nyonya Jansen yang menanyakan ukuran jari Ixora pada Nyonya William.
__ADS_1
“Mana uang mu beli juga perlengkapan lainnya untuk melamar Ixora.” Ucap Nyonya Jansen sambil menengadahkan tangannya di hadapan Bang Bule.
“Ma, bukannya aku sekarang bekerja di peternakan keluarga, segala kebutuhanku dipenuhi oleh Mama dan Papa.” Ucap Bang Bule sambil menatap Sang Mama dengan wajah sedih.
“Apa kamu tidak pernah melihat saldo rekening kamu.” Tanya Nyonya Jansen sambil menatap wajah Bang Bule
“Rekening yang mana Ma?” Ucap Bang Bule balik bertanya.
“Rekening Bank di sini.” Jawab Nyonya Jansen dan Bang Bule pun hanya menggelengkan kepala nya, lalu dia yang penasaran segera mengambil hand phone nya dari saku celana cargonya dan mengusap usap layar hand phone nya untuk melihat rekening nya. Dan saat melihat saldo nya mata Bang Bule melotot karena kini saldo nya sudah menggendut.
“Ma kok jadi banyak...” suara Bang Bule sambil menatap Sang Mama dengan mata berbinar binar sebab itu dia rasa lebih dari cukup untuk biaya lamaran dan pernikahan juga lain lain nya.
“Itu gaji mu selama kamu kerja. Dan belilah segala keperluan kamu untuk melamar kekasih hati mu itu. Jangan sampai kita diusir lagi.” Ucap Nyonya Jansen sambil memeluk anak laki laki nya. Dan tidak terasa air mata Nyonya Jansen mengalir, dia menangis teringat akan kejadian yang sangat menyedihkan dulu dan juga kini terharu sebab akhirnya anak laki laki nya sudah mendapatkan lampu hijau untuk mendapatkan cinta nya.
“Iya Ma, nanti aku tanya Ixora apa yang diinginkan, apa besok saat di Indonesia saja kita belinya Ma.. takut kita sudah jauh jauh bawa Ixora tidak suka.” Ucap Bang Bule
“Hmmm tetapi tetap ada yang harus dibawa dari sini. Mama akan siapkan buat kue kue yang tahan lama yang tidak ada di Indonesia dan bahan susu dan kejunya asli dari susu sapi mu he... he...” ucap Nyonya Jansen sambil tertawa. Bang Bule yang sudah tidak sabar pun segera mengusap usap layar hand phone nya untuk menanyakan pada Ixora barang apa yang diinginkannya.
“Hati hati Vin, Ixora anak orang kaya nanti kamu sudah tanya tanya ternyata kamu tidak bisa memenuhi permintaan nya.” Ucap Nyonya Jansen yang khawatir anak laki lakinya tidak bisa membelikan apa permintaan Ixora.
Dan masih di dalam dapur Bang Bule Vincent melakukan panggilan video pada nama kontak My Baby. Berkali kali dia melakukan panggilan video namun hanya ada nada sambung dan tidak diterima oleh Ixora.
“Apa sudah tidur ya Ma, padahal aku sudah tidak sabar ingin tahu apa keinginan nya.” Ucap Bang Bule Vincent yang masih berusaha menghubungi Ixora.
__ADS_1
“Tapi belum begitu malam di Indonesia.” Ucap Nyonya Jansen sambil menatap anak laki laki nya dia pun juga penasaran dengan apa yang diinginkan oleh Ixora, juga khawatir jika anak laki laki nya tidak bisa membelikan keinginan Ixora.