
Acara demi acara lomba berjalan dengan lancar kecuali insiden hilang nya Nyonya William pendamping peserta lomba dari negara Indonesia. Dan acara terakhir yang dinanti nanti pun tiba cara pengumuman juara dan malam penutupan.
Di dalam suatu ruangan yang megah nan luas tempat acara berlangsung Ixora di dampingi Nyonya William dan Ibu Dosen Retno melangkah masuk. Ixora tampil cantik dengan gaun anggun nan sopan dengan bahan dari kain tenun eknis ciri khas salah satu daerah di Indonesia. Semua mata menatap kagum dan terpesona pada wajah cantik Ixora dan penampilan anggun penuh percaya diri nya.
Di samping Ixora berjalan Sang Mama dan Ibu Dosen Retno sedangkan di belakang nya Tuan William dan Bang Bule mengikuti langkah tiga perempuan itu.
“Ix kamu duduk di mana?” tanya Nyonya William saat sudah melangkah di setengah ruangan sambil melihat lihat kursi kosong dan melihat para peserta dan undangan yang sudah menduduki kursi.
“Terserah Mama mau pilih tempat duduk di mana, kita semua bebas memilih tempat duduk Ma tidak terpisah antara peserta lomba dengan lainnya.” Jawab Ixora yang terus melangkah dengan anggun sambil sedikit menoleh ke arah sang Mama.
“Tuh sana Ix, anggota genk Mama di sana. Tapi kamu duduk di samping Bang Bule.” Ucap Mama William sambil menunjuk deretan kursi dengan mengangkat sedikit dagu nya.
“Bul, kamu dampingi Ixora. Awas kalau kamu duduk di samping perempuan lain.” Ucap Nyonya William sambil menoleh ke arah Bang Bule. Bang Bule tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan sopan. Sedang kan Tuan William mengeryitkan dahi nya.
“Bagaimana kalau aku duduk di samping perempuan lain nya?” tanya Tuan William sambil mengerlingkan mata nya dan senyum menggoda.
“Hah! Tidak boleh!” Saut Nyonya William sambil menggandeng tangan suami nya. Bang Bule pun tidak mau kehilangan kesempatan dia juga segera menggandeng tangan Ixora. Ixora sekilas menoleh dan tersenyum pada Bang Bule yang juga tersenyum menoleh ke arah nya. Mereka berdua tampak sangat bahagia. Hati Ixora pun sudah tak ada beban tidak menjadi juara pertama tidak apa apa toh sekarang dia mendapatkan apa yang sudah didamba nya mendapat restu dari orang tua nya. Dan sepertinya Nyonya William yang paling keras melarang hubungannya dengan Bang Bule kini sudah memberi lampu hijau.
“Bu, kita masuk ke deretan itu Bu di belakang mereka saja biar mereka tidak melihat kita.” Ucap Nyonya William pada Ibu Dosen Retno yang berjalan di depannya. Ibu Dosen Retno pun akhir nya mengikuti kemauan Nyonya William, dia melangkah ke deretan kursi yang masih kosong. Ibu Dosen Retno lalu mendudukkan pantat nya dan di sampingnya duduk Nyonya William dan Tuan William duduk di samping Nyonya William.
Sesaat Ixora dan Bung Bule juga berjalan masuk ke deretan kursi itu.
“Ssstttt Bule kamu di samping Papa nya Ixora baru Ixora yang di sana.” Ucap Nyonya William dengan pelan memberi perintah pada Bang Bule agar Bang Bule duduk di kursi yang diapit oleh Tuan William dan Ixora.
“Nanti kalau Ixora maju ke depan biar enak jalannya.” Dalih Nyonya William mencari alasan.
__ADS_1
“Beb ini mau nya Mama mu aku sebenarnya ingin kamu yang di tengah.” Ucap Bang Bule yang merasa tidak enak karena justru dirinya yang duduk diapit.
“He... he... Mama cemburu pada anggota genk nya.” Ucap Ixora sambil tertawa kecil yang paham Mama nya khawatir jika fans baru Bang Bule duduk di kursi sebelah Bang Bule.
Mereka pun akhirnya duduk sesuai dengan kemauan Nyonya William. Nyonya William duduk dengan bibir yang tersenyum puas sebab tidak akan ada perempuan lain yang duduk si samping Bang Bule maupun Sang suaminya. Sebab dua laki laki gagah itu sudah diapit oleh pemilik hati nya.
Anggota genk dadakan yang duduk di barisan depan hanya bisa menoleh dan tersenyum saja.
Waktu yang ditentukan pun tiba acara dimulai dan ber jalan dengan lancar. Dan kini tiba waktunya pengumuman juara.
“Setelah melewati bertahap tahap seleksi dan penilaian dengan berbagai kriteria. Dewan juri memutuskan sebagai juara pertama adalah.... Ixora William peserta dari negara Indonesia.” Suara menggelegar ketua panitia lomba setelah sudah mengumumkan juara ketiga dan juara kedua.
Tepuk tangan bergemuruh suara nya di dalam ruangan yang megah dan mewah itu. Semua wajah menoleh menatap ke arah tempat duduk Ixora. Sedang kan Ixora yang sudah tidak mengharapkan kemenangan nya itu tampak kaget dan bagai mimpi saja.
“Nyonya itu mereka berpelukan katanya calon menantu nya Carol Alfredo.” Bisik salah satu anggota genk dadakan pada Nyonya William.
“Hais... nama nya juga calon kan belum pasti.” Ucap Nyonya William tidak mau kalah.
Acara pun terus berlanjut Ixora teramat sangat bahagia sang Mama selamat, mendapatkan juara pertama dan mendapat restu hubungan kasih nya. Hingga acara usai Ixora dan Bang Bule terus tersenyum bahagia.
Keesokan hari nya, semua peserta pulang ke negara nya masing masing semua puas dengan penyelenggaraan acara dan hasilnya. Tidak ada protes atau pun komplain pada dewan juri atau pun panitia lomba.
Bang Bule mengantar Ixora dan para pendamping nya itu ke bandara.
“Kamu tidak ikut pulang ke Indonesia, Bul?” tanya Nyonya William dengan nada lembut saat mereka akan masuk ke ruang cek in.
__ADS_1
“Belum Nyonya, masih ada urusan kerja di sini.” Jawab Bang Bule dengan sopan.
“Masih ada penjahat yang harus kamu tangkap?” tanya Nyonya William kepo
“Bukan Ma, Bang Bule kan mau ngurus eksport susu ke negara negara Asia.” Saut Ixora yang sudah mendengar cerita dari Bang Bule.
“Wah hebat ternyata kamu sukses di Belanda ya.. kalau tidak ingat ada Dealova yang menunggu aku mau ikut ke Belanda.” Ucap Nyonya William dengan penuh semangat, akan tetapi tiba tiba ekspresi wajah nya berubah menjadi kaku dan murung. Dia teringat akan perlakuan nya pada Mama nya Bang Bule dulu.
“Bul, Mama mu pasti juga akan membalas mengusir aku ya jika aku datang ke Belanda.” Ucap Nyonya William dengan nada sedih.
“Semoga tidak Nyonya..” ucap Bang Bule
“Jika diizinkan saya akan mengajak Papa dan Mama datang lagi ke mansion William, dan semoga Nyonya tidak lagi mengusir kami.” Ucap Bang Bule selanjutnya yang kini sudah ada niat untuk melamar Ixora secepatnya.
“Tidak Bul.. datang lah kami tunggu.. “ jawab Nyonya William dengan penuh keyakinan.
Dan sesaat kemudian Tuan William dan dua pengawal mendekati mereka dan mengajak isteri dan anak nya itu untuk segera masuk ke ruang cek in.
“Bul, maafkan aku ya.. Dan sampaikan maaf ku pada Mama mu.” Ucap Nyonya William sambil menjabat tangan Bang Bule dan memeluk tubuh Bang Bule. Setelah melewati serangkaian proses kejadian akhirnya Nyonya William pun telah memberikan restu pada hubungan kasih antara Ixora dan Bung Bule
“Bang kutunggu ya datang ke Indonesia bersama Mama dan Papa Jansen.” Ucap Ixora saat pamit pada Bang Bule
“Iya Beb, aku akan segera datang untuk melamarmu agar tidak kedahuluan dari orang lain.” Ucap lirih Bang Bule saat memeluk tubuh Ixora.
“Aku akan selalu menunggu Bang Bule Vincent dan tidak mau yang lain.” Ucap Ixora yang juga memeluk tubuh Bang Bule Vincent dengan erat.
__ADS_1