Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 167.


__ADS_3

Di kantor pengacara Carol, setelah kepergian Tuan Alfredo dari ruang kerja nya, Carol pun bangkit berdiri dan melangkah kembali ke meja kerjanya. Dia melanjutkan kerja nya hingga sore hari.


Sesaat dia melihat hand phone yang berada di atas meja nya tampak ada pesan chat masuk. Carol meraih hand phone nya.


“Anneke kirim foto apa? Pasti foto selfie sexy untuk menggoda ku.” Gumam Carol yang sudah biasa menerima foto foto selfie sexy dari Anneke. Akan tetapi sekarang dia harus menahan diri setelah tahu Ixora juga berada di kampus yang sama dengan Anneke. Carol sudah tidak mau lagi mengantar jemput Anneke.


Carol pelan pelan menekan jari nya untuk melihat foto yang dikirimkan oleh Anneke. Dan betapa kaget dan tidak percaya nya Carol saat melihat foto yang dikirim oleh Anneke adalah foto test pack dengan dua garis biru dan diberi keterangan oleh Anneke....


“Anak kita sudah hadir di dalam rahimku.”


Carol yang wajah nya tampak menegang itu dengan segera melakukan panggilan suara pada Anneke.


Tidak lama kemudian sambungan telepon dengan Anneke sudah terhubung


“An kamu jangan menyebar hoak dan fitnah. Mana mungkin itu anakku aku sudah lama tidak menyentuhmu dan aku...” ucap Carol tidak jadi melanjutkan kalimatnya


“Kak Carol aku tuh ga dapat haid sejak Kak Carol sakit, tapi aku belum yakin kalau isi maka aku tidak periksa dan tidak lakukan test tapi kok lama lama perutku makin membuncit maka aku lakukan test. Dan itu hasil nya Kak.” Ucap Anneke bohong dengan nada serius


“TIDAK MUNGKIN.” Saut Carol dengan nada tinggi.


“Kak Carol jangan mengingkari ini adalah anak Kak Carol Alfredo.” Ucap Anneke tidak mau kalah dengan nada lebih tinggi.


“Kita lakukan test DNA pada bayi itu jika sudah bisa dilakukan.” Saut Carol kemudian. Carol lalu menutup sambungan teleponnya dengan Anneke, dia selanjutnya terlihat jari jari nya mengusap usap layar hand phone nya.

__ADS_1


Carol pun dengan segera menghubungi Dokter yang menangani operasi vasektomi nya. Setelah terhubung Carol segera menanyakan apakah dia bisa menghamili perempuan di saat sudah divasektomi.


“Maaf Tuan, meskipun itu merupakan suatu kemungkinan yang sangat kecil. Akan tetapi jika itu yang namanya takdir bisa saja terjadi Tuan.” Ucap sang Dokter setelah Carol selesai menanyakan tentang kemungkinan bisa menghamili.


“Juga bisa terjadi kemungkinan ada nya kebocoran karena operasi yang Tuan pilih adalah operasi vasektomi sementara jadi hal itu bisa saja terjadi. Untuk hal itu harus dilakukan test lagi pada air mani Tuan.” Ucap sang Dokter selanjutnya.


Setelah dirasa cukup apa yang harus dia tanya tanyakan ke dokter nya, Carol pun memutus sambungan telepon nya.


“Sial, harus keluar biaya dan waktu lagi, pekerjaan masih menumpuk karena aku sakit kemarin.” Ucap Carol lalu menaruh lagi hand phone nya di atas meja kerjanya.


“Hmmm lebih baik besok saja test DNA anak yang dikandung Anneke itu.” Ucap Carol sambil memijit mijit pelipisnya.


“Kalau bocor berarti aku bisa menghamili Ixora juga. Tanpa harus membuka vasektomi nya.” Ucap Carol lagi dan masih memijit mijit pelipis nya yang mendadak kepala nya terasa pusing.


Keesokan pagi nya. Anneke sudah bersiap akan membuat heboh di kampus. Dia sudah minum obat anti pusing dan mual khusus untuk ibu hamil. Media sosial nya ramai dengan ucapan selamat atas kehamilan nya dari orang orang dekat nya yang sudah tahu status nya isteri siri, akan tetapi lebih banyak yang menghujat. Anneke pun membalas hujatan itu dengan memposting suatu foto pernikahan yang diberi efek blur pada gambar pengantin laki laki nya.


Dia tampil dengan memakai baju yang memperlihatkan perut buncit palsu nya agar terlihat dia sudah hamil dengan Carol.


“Gimana Ma, aku sudah terlihat hamil beneran kan, ini buncit nya pas Ma, mulai jadi saat Kak Carol sakit he... he... padahal saat Kak Carol sakit baru buat nya.” Ucap Anneke dengan tanpa beban dan Sang Mami hanya geleng geleng kepala. Sang Mami sangat kecewa sebab harapannya untuk mendapatkan cucu ahli waris kekayaan keluarga Alfredo gagal sedangkan Anneke masih memiliki harapan untuk tetap menjadi isteri Carol setelah keluarga William tidak mau lagi menjadikan Carol sebagai menantu nya setelah ketahuan menghamili perempuan lain.


“Mami doakan semua lancar, nanti aku bisa hamil lagi cucu darah keturunan keluarga Alfredo, Mam..” ucap Anneke sambil mencium pipi sang Mami karena melihat wajah kecewa sang Mami.


Anneke segera melangkah keluar dari rumah nya dan menuju ke tempat mobil nya yang terparkir. Dengan segera dia masuk ke dalam mobil dan selanjutnya dia segera menjalankan mobil nya untuk menuju ke kampus Mahardhika.

__ADS_1


Anneke seperti biasa nya dia melajukan mobil dengan kecepatan penuh. Tidak lama kemudian mobil sudah memasuki pintu gerbang kampus Mahardhika.


Setelah memarkir mobil nya Anneke terus berjalan menuju ke ruang kuliah. Saat masih di jalan dia bertemu dengan teman dekat nya.


“Hey An selamat ya, perut mu sudah tampak buncit sekarang ga masuk dua hari saja sekarang kok sudah nampak hamilmu.” Ucap salah satu teman dekat Anneke sambil tersenyum lebar.


“Heh kamu menuduh aku bikin hoak bikin sensasi.. kemarin kemarin kan perutku tertutup baju yang agak longgar, sekarang sengaja pakai baju sedikit mepet biar orang orang tahu aku sedang membawa cucu pemilik kampus ini.” Ucap Anneke berdalih.


Beberapa mahasiswa yang berdiri di dekat Anneke menoleh dan selanjutnya mereka saling berbisik bisik.


Sesaat Nindy dan Ixora juga tampak berjalan menuju ke arah mereka karena untuk menuju ke ruang kuliah harus melewati mereka.


“Hati hati An ada calon menantu pemilik kampus mau lewat..” ucap teman dekat Anneke saat Ixora dan Nindy semakin mendekat langkah nya.


“Ha.. ha... kebetulan biar dia tahu jika di perutku ini ada anak calon suami nya!” suara Anneke dengan keras dan Ixora yang sudah berjalan di dekat nya pun mendengar.


“Meskipun tidak ada anak Kak Carol dalam perutmu, aku juga tidak mau menikah dengan nya.” Ucap Ixora lalu dia segera melangkah meninggalkan Anneke dan teman temannya, Nindy dengan setia terus melangkah di samping Ixora.


“Malah berita hamil nya Anneke bisa untuk alasan orang tua ku memutuskan perjodohan yang selama ini mereka bingung cari alasan.” Ucap Ixora pada Nindy yang masih berjalan di samping Ixora.


“Kenapa bingung Ix, bilang saja karena kamu mencintai Bang Bule.” Ucap Nindy


“Masalah nya kan sejak dulu mereka tahu kalau aku mencintai Bang Bule. Dan kalau sekarang Anneke hamil kan kesalahan ada di pihak Kak Carol.” Ucap Ixora sambil terus melangkah

__ADS_1


“Harus cepat cepat Ix, berita yang lain kan Anneke juga dekat dengan cowok lain. Jangan sampai kedahuluan Keluarga Alfredo melakukan test DNA.” Ucap Nindy yang masih berjalan di samping Ixora. Dan mereka berdua pun segera masuk menuju ke ruang kuliahnya.


__ADS_2