Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 148. Rencana Jalan Jalan Nyonya William


__ADS_3

Sementara itu di kamar hotel di sebelah kamar Ixora, Nyonya William di dalam kamar nya sedang duduk santai di sofa sambil berkomunikasi dengan sang suami dan Dealova lewat panggilan video. Dan beberapa saat kemudian setelah selesai dia mengusap usap layar hand phone nya untuk melihat jadwal acara besok pagi.


“Hah aku besok acara bebas, tidak boleh ikut di acara lomba. “ ucap Nyonya William setelah sadar jika besok dia tidak boleh hadir di acara lomba.


“Bisa jalan jalan nich...” ucap Nyonya William selanjutnya dengan bibir tersenyum dan mata berbinar binar.


“Untuk pasti nya aku tanya Ixora saja.” Ucap Nyonya William kemudian, lalu dia bangkit berdiri. Nyonya William melangkah keluar dari kamar nya untuk menuju ke kamar Ixora yang letaknya di samping kamar nya.


TOK.. TOK... TOK...


Ditunggu beberapa saat pintu belum terbuka


TOK... TOK.... TOK


“Ixora kok lama ga buka buka pintu sih.” Gumam Nyonya William karena pintu belum juga dibuka


TOK.....


Saat tangan Nyonya William akan mengetuk pintu lagi, daun pintu itu sudah terbuka..


“Ada apa Ma?” tanya Ixora dari balik pintu yang tubuh dan wajah nya tampak segar sehabis mandi dan masih terbalut oleh bath robe berwarna ungu nila, membuat dirinya terlihat terlihat sangat cantik.


“Ix, benar besok aku ga boleh ikut di acara?” jawab Nyonya William balik bertanya sambil melangkah masuk ke dalam kamar Ixora yang tidak lupa sudah menutup daun pintu kamar.


“Iya Ma, besok acara diskusi antar peserta.” Jawab Ixora sambil melangkah menuju sofa dan selanjutnya duduk di sana.

__ADS_1


“Aku besok jalan jalan saja ya. Itu Mama nya yang peserta dari Irlandia juga ingin melihat lihat museum. Terus Mama nya peserta dari Philipina sudah siap mau mengantar kemana saja kita pergi.” Ucap Nyonya William sambil duduk di samping Ixora.


“Tapi harus ingat waktu lho Ma. Kalau makan siang pulang. Kalau mau makan siang di luar harus lapor pada panitia malam ini.” Ucap Ixora sambil tangannya menekan tombol remot control televisi.


“Iya iya di jam makan siang besok pulang, aku juga ingin dengar berita acara yang kamu ikuti. Papa pasti saat istirahat siang tanya acara kamu.” Ucap Nyonya William sambil menatap Ixora


“Mama sebenar nya ya tidak tega meninggalkan kamu yang sibuk memeras otak untuk mempertahankan argumen argumen mu. Mama tuh rasanya pengen becek becek jika ada penanya yang ngeyel. Itu juri nya juga ada yang ngeyel ih... sebel banget.” Ucap Nyonya William selanjutnya yang dia tampak emosi karena ingat saat Ixora presentasi ada orang dan juri yang mencecar Ixora dengan banyak pertanyaan pertanyaan.


“He... he... memang begitu Ma, ada yang bertanya ingin menjatuhkan namun ada juga yang bertanya ingin benar benar memahami dan memperdalam materi.” Ucap Ixora santai sambil memeluk pundak sang Mama dari samping.


“Itulah Ma besok para orang tua tidak boleh ikut di acara diskusi antar peserta, kalau diskusi memanas kuatir para orang tua tensi naik.” Ucap Ixora sambil tersenyum menatap Sang Mama.


“Iya malah para orang tua pada berantem atau masuk rumah sakit.” Gumam Nyonya William


“Ga apa apa Mama jalan jalan yang penting lapor dulu pada panitia. Besok sebelum acara penentuan juara, kita semua jalan jalan kok Ma.” Ucap Ixora selanjutnya


“Mama balik ke kamar Ix, kamu istirahat ya.. biar besok bisa ikuti acara dengan baik.” Ucap Nyonya William lalu bangkit berdiri dan kembali ke kamar nya, dia tidak mau dituduh menjadi pengganggu waktu Istirahat peserta lomba.


Sementara itu di lain tempat. Di sebuah hotel yang berjarak dua kilo meter dari hotel tempat Ixora dan Nyonya William menginap. Di sebuah kamar hotel tempat menginap laki laki bertubuh tambun. Tampak di depan pintu kamar ada satu orang laki laki memakai jas hitam sedang mengetuk ngetuk pintu kamar.


Tidak lama kemudian pintu yang terbuat dari kayu yang sangat kuat itu terbuka sedikit.


“Masuk.” Suara berat laki laki dari balik pintu. Laki laki bertubuh tambun itu memanggil orang suruhannya.


Laki laki berjas hitam itu pun segera masuk ke dalam kamar laki laki bertubuh tambun itu sambil menutup daun pintu.

__ADS_1


“Bagaimana apa yang sudah kamu kerjakan dan apa yang sudah kamu dapatkan?” tanya laki laki bertubuh tambun itu sambil mendudukkan pantatnya di sofa.


“Maaf Tuan, saya tidak bisa masuk. Saya sudah berusaha mengatakan pada bagian sekuriti untuk menawarkan produk pada manajer hotel tetapi kata nya untuk saat ini sedang tidak menerima tamu dan tidak menerima penawaran apa pun. Sekarang sedang fokus melayani tamu yang sudah masuk.” Jawab laki laki ber jas hitam itu sambil duduk di sofa yang tidak jauh dari laki laki bertubuh tambun itu.


“Hah, susah juga.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu dengan suara berat nya lalu menyandarkan tubuh tambunnya pada sandaran sofa agar lebih rileks, sambil berpikir pikir.


Sesaat kemudian..


“Kamu coba dekati pegawai hotel, entah pegawai cleaning service atau bagian pantry. Kalau mereka bisa membawa Ixora William keluar dari hotel kamu janjikan uang yang menggiurkan.” Ucap nya selanjutnya sambil menatap laki laki suruhan nya.


“Ooo kerja sama di bagian toko hotel saja Tuan, kalau Ixora William membutuhkan sesuatu di toko biar dia bilang habis, dan menyuruh Ixora William pergi ke toko luar hotel itu.” Usul laki laki suruhannya itu sambil tersenyum


“Kamu coba saja segala cara agar Ixora William bisa keluar dari hotel tempat acara itu.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu


“Tapi ada informasi ada acara peserta jalan jalan kita bisa culik di saat itu Tuan.” Ucap laki laki suruhan yang ber jas hitam itu.


“Pokoknya segala cara kamu coba.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu.


Namun tiba tiba terdengar suara dering hand phone di saku baju laki laki bertubuh tambun itu. Laki laki bertubuh tambun itu segera mengambil hand phone dari saku bajunya. Saat di lihat layar hand phone nya tertera kontak nama Cheng Lie sedang melakukan panggilan suara. Laki laki bertubuh tambun itu pun segera menggeser tombol hijau. Tuan Cheng Lie menanyakan tentang keberadaan laki laki bertubuh tambun itu dan menanyakan tentang rencana laki laki bertubuh tambun itu.


“Ha iya kamu mau culik Ixora William?” suara Tuan Cheng Lie dengan nada tinggi.


“Iya, dari pada membeli penelitiannya kita tetap ke luar biaya. Kita culik saja selesai dan penelitian Ixora gugur.” Jawab laki laki bertubuh tambun itu


“Hah, kamu bodoh itu cara yang kasar tidak elegan dan kamu bisa ditangkap Polisi. Modal dikit tapi untung banyak dan aman. Sudah ikuti saja cara ku.” Ucap Tuan Cheng Lie dengan nada serius tidak setuju dengan rencana penculikan pada Ixora William.

__ADS_1


Laki laki bertubuh tambun itu tampak berpikir pikir.


__ADS_2