Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 146. Bahaya Mengancam


__ADS_3

Sementara itu Bang Bule yang baru bangun tidur, sebab di tempat nya kini adalah waktu nya pagi hari meskipun agak kesiangan sebab malam hari sibuk melacak nomor yang mencurigakan.


Bang Bule langsung meraih hand phone nya, dan segera dia mengaktifkan nya. Beberapa saat kemudian ada banyak notifikasi masuk.


Pesan chat dari Ixora yang pertama kali dia buka. Bang Bule lega saat membaca pesan dari Ixora yang sudah sampai tempat penginapan dengan selamat. Bang Bule pun mengirim pesan agar Ixora selalu hati hati. Dan saat pesan chat nya langsung centang biru. Bang Bule pun langsung melakukan panggilan video pada kekasih hati nya dia tidak peduli jika wajah bantal nya yang baru bangun tidur terlihat oleh Ixora, sebab toh tetap keren menurut penilaian Ixora dan sang Mama, Nyonya Jansen.


“Beb, sedang apa kamu?” tanya Bang Bule saat sudah terhubung dengan Sang Kekasih hati dan di layar hand phone nya sudah ada wajah Ixora yang selalu dia rindukan.


“Nunggu jam makan siang Bang.” Jawab Ixora sambil tersenyum senang.


“Hati hati ya Beb..” ucap Bang Bule sambil telunjuk jari nya mengusap pelan layar bagian gambar rambut Ixora karena memang rasa nya Bang Bule ingin mengusap usap rambut kepala Ixora untuk mencurahkan kasih sayang dan perhatian nya.


“Iya Bang, Bang Bule tenang saja, keamanan bagus kok. Ada sekuriti dari pihak panitia dan pihak hotel juga ada polisi negara. Aku termasuk tamu negara Bang he... he...” jawab Ixora untuk memberi ketenangan pada Bang Bule.


“Bang tapi aku deg deg an juga.. ada acara presentasi dan diskusi antar peserta.” Ucap Ixora selanjutnya curhat tentang perasaannya pada Bang Bule Sayangku. Meskipun dia gadis yang pintar tetap saja ada rasa deg deg an nya. Dan itu wajar.


“Tenangkan hati mu, yang penting kamu menguasai materi yang akan kamu bawakan. Jangan lupa tidur yang cukup agar otak segar tidak ngeblank saat membawakan materi dan saat acara diskusi nanti. Jangan lupa juga berdoa agar mendapat ketenangan hati dan Miracle. “ ucap Bang Bule memberi nasehat pada kekasih hatinya yang usia nya jauh jauh lebih muda itu.


“Iya Bang, terima kasih Bang...” ucap Ixora sambil tersenyum akan tetapi tiba tiba di luar pintu kamar Bang Bule terdengar suara ketukan pintu dan panggilan pada Bang Bule Vincent. Sang Mama sudah menyuruh Bang Bule untuk segera keluar dari kamar dan segera pergi ke peternak an.


“Vin cepat bangun kamu, segera pergi ke peternakan. Papa sudah berangkat kamu bangun saja belum!” sayup sayup terdengar teriakan Nyonya Jansen di balik pintu kamar Bang Bule Vincent.

__ADS_1


“Sudah dulu ya Beb, aku harus ke tempat sapi. Good luck..” ucap Bang Bule dan Ixora pun menganggukkan kepalanya. Dan sambungan telepon pun berakhir, kedua insan manusia yang menjalin kasih jarak jauh itu pun harus kembali pada aktivitas nya masing masing.


Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam. Waktu pun terus berlalu, hari pun berganti . Tadi malam acara seremonial penyambutan berlangsung cukup meriah. Nyonya William teramat sangat bahagia dan bangga apalagi baju daerah yang dia kenakan mendapat perhatian dan kekaguman dari para tamu.


Dan hari ini tiba saat nya acara presentasi hasil penelitian untuk para peserta lomba. Ixora pun baru saja usai menyampaikan presentasi nya. Ixora mendapatkan applaus yang sangat luar biasa dari dewan juri maupun para hadirin. Semua pertanyaan baik dari dewan juri atau dari hadirin bisa dijawab Ixora dengan cepat dan tepat. Nyonya William yang juga ikut hadir duduk di barisan depan terus saja memanjatkan doa. Ixora yang tampil di depan presentasi akan tetapi Nyonya William yang deg deg an dan gemetaran apalagi jika ada dewan juri atau hadirin yang memberi pertanyaan kepada Ixora. Nyonya William menegang menahan nafas.


Dan hingga pada saat nya Ixora melangkah menuju ke tempat duduknya di samping Sang Mama dan Ibu Dosen Retno. Beberapa orang yang duduk di dekat mereka memberi ucapan selamat karena Ixora bisa menyampaikan presentasi dengan sempurna.


“Ix, kamu hebat cara penyampaian mu sistematis orang orang jelas yang mendengar penyampaian mu. Kamu tidak grogi juga, Mama malah yang deg deg an.” Bisik Nyonya William pada Ixora.


“Semoga kamu menang Ix.” Ucap Nyonya William selanjutnya sambil memegang telapak tangan Ixora, dia merasakan telapak tangan Ixora hangat sebab justru telapak tangan Nyonya William yang dingin karena deg deg an.


Sesaat kemudian


Seorang pemuda yang gagah dan ganteng, mahasiswa peserta dari negara India maju ke depan untuk menyampaikan presentasi hasil penelitian nya.


Beberapa saat kemudian.


“Ix, dia juga bagus cara menyampaikannya.” Bisik Nyonya William yang mulai khawatir karena peluang menjadi juara berkurang.


“Iya Ma, semua peserta kan sudah pilihan dari negara nya.” Jawab Ixora dengan tenang. Dan mereka terus mengikuti acara hingga usai.

__ADS_1


Sementara itu di negeri Tiongkok, di sebuah hotel mewah, seorang Laki laki paruh baya bertubuh tambun itu terus memantau acara lomba penelitian tingkat internasional yang diselenggarakan di negara Philipina.


“Aku harus segera ke sana. Cheng Lie masih menunda nunda saja. Keburu selesai acara nya.” Gumam laki laki bertubuh tambun itu.


Laki laki bertubuh tambun itu pun segera mengusap usap layar hand phone nya untuk membeli tiket penerbangan menuju ke Philipina.


“Gara gara Cheng Lie menunda nunda, sekarang susah mencari penerbangan ke Philipina, sudah banyak yang booking.” Ucap laki laki yang bertubuh tambun itu dengan kesal sebab dia kesulitan untuk mendapatkan tiket yang diinginkan nya.


Akan tetapi tiba tiba dia tersenyum karena dia berhasil mendapatkan tiket meskipun dengan harga lima kali lipat.


“Hmmm tidak apa apa mahal yang penting sampai di sana dan aku aman dari pantauan polisi Indonesia. Biar saja tiga orang itu yang mendekam di penjara.” Gumam laki laki yang bertubuh tambun dan bersuara berat itu. Sebab dia sudah mendapatkan tiket dari jaringan nya.


Laki laki bertubuh tambun itu lalu terlihat mengusap usap layar hand phone nya lagi, dia akan menghubungi Tuan Cheng Lie teman nya itu.


“Tuan, aku nanti akan terbang ke Philipina. Aku tidak ingin terlambat ke sana.” Ucap laki laki yang bertubuh tambun itu saat Tuan Cheng Lie sudah menerima panggilan suara nya.


“Okey silah kan Tuan, nanti aku akan menyusul. Aku akan menawarkan untuk menjadi investor pada peserta lomba tidak hanya untuk Ixora William. Jadi menunggu waktu mereka semua sudah selesai acara nya.” Ucap Tuan Cheng Lie yang berbeda tujuan dengan laki laki bertubuh tambun itu.


“Hmmm menurut aku hanya penelitian dari Ixora William yang mengancam bisnisku. Aku harus buat sesuatu.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu dengan nada serius.


“Ha... ha... silahkan Tuan, jika itu nanti juga menguntungkan aku, aku siap akan membantu kamu.” Ucap Tuan Cheng Lie sambil tertawa bahagia dia sebab bagi nya mana yang menguntungkan akan dia tangkap peluang nya.

__ADS_1


__ADS_2