Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 40. Anneke Mendapatkan Bukti


__ADS_3

Di pagi harinya di rumah Anneke. Dia sudah bersiap siap untuk mengikuti jadwal mediasi bersama Carol. Seperti biasanya dia berpenampilan cantik dan sexy menggoda. Akan tetapi kali ini blues you can see my ketek nya ditutupi dengan cardigan.


“Kapan ya waktu yang tepat aku tanya pada Kak Carol tentang perjodohan itu?” tanya Anneke pada dirinya sendiri.


“Ah nanti saja setelah acara mediasi selesai..” gumam Anneke lalu dia berjalan menuju ke tempat garasi mobilnya.


Anneke segera membuka pintu mobilnya, dengan segera dia menyalakan mesin mobilnya dan dengan segera pula dia melajukan mobilnya menuju ke kantor pengacara Carol. Dia sudah membuat janji dengan Carol kalau nanti dia akan berangkat bersama dengan Carol menuju ke kantor pengadilan. Tempat di mana mereka akan mengadakan mediasi bersama pelapor, korban kasus Anneke.


Beberapa menit kemudian mobil Anneke sudah memasuki halaman kantor pengacara Carol. Di halaman itu sudah terlihat mobil Carol terparkir di tempat parkir dengan mobil mobil lainnya, mobil klien dan juga mobil pegawai Carol.


Anneke tersenyum lalu dia segera keluar dari mobilnya setelah dia mematikan mesin mobilnya. Anneke berjalan langsung menuju ke ruangan Carol. Karyawan dan sekretaris Carol sudah mengenal Anneke yang primadona kampus dan juga perempuan yang sedang dekat dengan Bos mereka saat ini.


Anneke tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu ruang kerja Carol. Saat pintu sudah terbuka mata Anneke mendadak melotot saat melihat sekretaris Carol sedang menunduk di dekat Carol yang ssdang duduk di kursi kerjanya. Sekretaris Carol yang juga memakai baju sexy dengan belahan dada yang rendah itu sedang menyerahkan berkas berkas dan terlihat sedang berbicara dengan posisi yang sangat dekat dengan Carol.


“Hey... jangan dekat dekat kamu!” teriak Anneke yang terbakar api cemburu. Dan dia langsung berjalan cepat mendekati Carol dan menarik tangan sekretaris Carol agar segera menjauh.


“Sudah pergi sana.” Ucap Anneke kemudian sambil menatap tajam ke sekretaris Carol. Sekretaris Carol pun lalu melangkah meninggalkan ruang kerja Carol sambil menyibakkan rambutnya, memperlihatkan leher jenjang yang putih mulus tidak kalah dengan milik Anneke. Dia memang sengaja melakukan itu agar Anneke panas hatinya, secara Carol pun juga sering mengajak Sang Sekretaris makan berdua sejak Carol patah hati.


“Kak kenapa sih membiarkan sekretaris itu dekat dekat?” tanya Anneke merujuk sambil duduk di sandaran tangan kursi kerja Carol.


“Kenapa pagi pagi sudah marah marah kamu? Kalau tidak dekat bagaimana dia bisa menjelaskan padaku mana yang harus aku tanda tangani.” Ucap Carol santai sambil menanda tangani berkas berkas di atas mejanya.


“Nyebelin.” Ucap Anneke dengan kesal lalu dia berjalan menuju ke sofa yang ada di dalam ruang kerja Carol itu. Dan Carol hanya tersenyum saja.


Beberapa menit kemudian Carol bangkit berdiri.


“Ayo kita berangkat jangan ngambek begitu jelek jadinya.” Ucap Carol sambil berjalan mendekati Anneke yang masih duduk manyun di sofa.

__ADS_1


Carol pun lalu menarik tangan Anneke dengan mesra. Bagaimana pun Anneke adalah kliennya saat ini termasuk statusnya saat ini adalah teman mesranya.


“Ayo, jangan sampai mereka menunggu lama kita.” Ajak Carol kemudian. Anneke pun bangkit berdiri dan mereka berdua melangkah meninggalkan ruang kerja Carol dan menuju ke tempat parkir.


“Pakai mobil Kak Carol ya.” Pinta Anneke modus agar selanjutnya bisa untuk alasan Carol mengantar jemput dirinya jika mobil dia ditaruh di kantor Carol.


Mereka berdua pun segera masuk ke dalam mobil Carol. Mobil lalu melaju menuju ke kantor pengadilan.


“Kak nanti berapa pun biaya ganti rugi yang mereka minta aku sanggup membayar, asal damai dan tidak mempublish kasusku.” ucap Anneke saat mobil masih melaju sambil menatap Carol.


“Hmmm.” Gumam Carol tanpa menoleh


“Kamu kenapa juga sih bisa salah suntik dan menyebabkan pasien jadi bengkak tubuhnya.” Ucap Carol selanjutnya dan pandangan masih fokus pada kemudi mobilnya.


“Entahlah. Mungkin sudah takdir agar aku bisa dekat dengan Kak Carol.” Ucap Anneke sambil menoleh menatap Carol lalu dia tersenyum karena bahagia bisa menjadi teman mesra Carol yang dia anggap sebagai kekasihnya.


“Hmmm.” Gumam Carol masih tanpa menoleh.


“Kak, kasusku sudah selesai dan berakhir damai. Terima kasih ya..” ucap Anneke saat mobil sudah meninggalkan halaman kantor pengadilan. Anneke pun sudah memegang hand phone nya dan sudah melakukan perekaman suara yang tidak diketahui oleh Carol.


“Sama sama, ini juga pekerjaanku dan kewajibanku untuk menjaga nama baik kampus Mahardhika milik Papa.” Jawab Carol sambil tersenyum dan terus fokus pada kemudi mobilnya.


“Kak gimana kalau kita segera menikah?” tanya Anneke yang mulai pada misinya untuk mencari bukti tentang rencana perjodohan Carol dan Ixora.


“Menikah? Bukannya sejak awal kita sudah buat kesepakatan kita hanya jalan tidak ada ikatan.” Ucap Carol tanpa menoleh ke arah Anneke


“Aku belum siap untuk menikah.” Ucap Carol selanjutnya

__ADS_1


“Katanya Kak Carol suka sama aku?” tanya Anneke sambil menoleh pada Carol.


“Ya suka kamu cantik, sexy, femes, hot... hot...” jawab Carol sekilas menoleh ke arah Anneke sambil tersenyum


“Dari semua wanita yang aku dekati kamu adalah yang paling hot.” Ucap Carol selanjutnya lalu dia kembali menatap ke arah depan fokus pada laju kemudi mobilnya.


“Apa Kak Carol akan menikah menunggu Ixora?” tanya Anneke kemudian.


“Hah? Bagaimana kamu tahu?” tanya Carol dengan nada kaget bahkan nyaris mobilnya akan menabrak kendaraan yang ada di depannya.


“Jadi benar?” tanya Anneke kemudian


“Hmmm.” Gumam Carol sambil menenangkan hati nya. Dia tidak menyangka jika perjodohan dengan Ixora diketahui oleh Anneke. Dia kawatir Anneke akan menyebarkan berita itu dan membuat Ixora kabur dengan kekasihnya.


Sedangkan Anneke tersenyum lalu dia menekan tombol untuk menyudahi rekaman yang sudah dia lakukan. Dia sudah mendapatkan bukti yang akan dia serahkan hasil rekaman itu pada Bang Bule.


“Tolong rahasia ini dulu, itu masih lama menunggu Ixora lulus kuliah dulu dan aku pun sekarang juga tidak tahu di mana Ixora berada. Ixora pun belum boleh mendengar berita itu, karena dia sedang dekat dengan laki laki lain.” Ucap Carol selanjutnya sambil sekilas menoleh ke arah Anneke. Anneke sedikit kecewa kenapa telah menyudahi merebaknya.


“Aku akan merahasiakan, asal Kak Carol mengabulkan semua permintaanku.” Ucap Anneke dengan sebuah senyuman. Dalam hati dia bersorak senang bisa mengambil kesempatan dan peluang pada Carol dan Bang Bule.


“Apa maumu?” tanya Carol sambil terus melajukan mobilnya. Dia berusaha untuk terus fokus pada kondisi lalu lintas yang ramai meskipun hatinya sebenarnya tidak tenang karena Anneke sudah tahu rahasia perjodohan nya.


“Ixora dekat dengan laki laki lain jadi tidak ada salahnya Kak Carol juga dekat dengan perempuan lain ha... ha...” ucap Anneke selanjutnya sambil tertawa mencoba memanas manasi Carol.


Carol hanya tersenyum masam dan terus melajukan mobilnya menuju ke kampus karena Anneke katanya ada kuliah siang hari.


Sedangkan Anneke belum mengatakan syarat apa yang dia minta, dia menunggu agar mobil sampai kampus terlebih dulu. Agar Carol tidak semakin kacau pikirannya.

__ADS_1


“Hmmm aku akan meminta suatu syarat agar aku bisa mendapatkan benihnya.” Gumam Anneke dalam hati.


“Jalanku terbuka lebar untuk mendapatkan Tuan Muda Carol Alfredo, putera Tuan Alfredo pemilik kampus ternama dan investor papan atas di perusahaan perusahaan besar ha... ha... “ ucap dan tawa suka Anneke di dalam hati.


__ADS_2