Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 149. Pengawal Terhalang


__ADS_3

Di pagi hari Nyonya William sudah tampil cantik dan segar dengan pakaian casual nya, beliau sudah janjian dengan teman teman nya sehabis selesai sarapan pagi langsung cabut dari hotel dan menuju ke museum yang berada di kota Manila.


Nyonya William sudah lapor pada panitia dan juga pada pengawal pribadi nya. Sang pengawal yang sudah mendapatkan informasi dari Bang Bule pun akhirnya berbagi tugas, satu orang akan menjaga Nyonya William dan satu orang menjaga Ixora.


Sedangkan Ixora dan peserta lomba lain nya setelah sarapan pagi, masuk ke dalam ruangan ruangan yang sudah di tentukan mereka akan mengikuti acara diskusi antar peserta yang dibuat secara berkelompok kelompok. Sementara itu Nyonya William dan teman temannya sudah siap di ruang loby menunggu mobil yang akan mengantar mereka.


Nyonya William duduk di kursi di ruang lobby hotel bersama lima perempuan lain nya yang juga merupakan orang tua dari peserta lomba. Kelima orang itu berasal dari negara Irlandia, Tunisia, Chili, Polandia dan Philipina yang akan menjadi guide mereka. Sambil menunggu mobil mereka berbincang bincang tampak riang bahagia..


Sesaat kemudian mobil hotel yang akan mengantar sudah berhenti di depan pintu. Dan di belakang nya ada mobil polisi yang siap akan mengawal mereka.


Keenam perempuan genk dadakan itu pun segera bangkit berdiri dan melangkah menuju ke mobil yang pintu nya sudah terbuka.


Setelah semua masuk ke dalam mobil. Mobil pun berjalan pelan pelan meninggalkan lokasi hotel dan dikawal oleh mobil polisi.


Mobil hotel yang membawa enam perempuan itu pun terus melaju dan di belakang nya ada mobil polisi yang terus mengawal mobil yang ditumpangi oleh Nyonya William dan genk nya itu. Dan di belakang mobil polisi, ada satu mobil yang juga terus membuntuti yaitu mobil yang dikendarai oleh Sang pengawal pribadi Nyonya William yang menyewa mobil hotel. Dia sudah mendapat izin dari panitia untuk ikut serta mengawal.


“Seneng ya kita dikawal oleh polisi negara lain. Bener bener dech bangga sekali.” Ucap Nyonya William dengan senyum lebar di bibirnya


“Iya ini karena anak anak kita yang berharga sampai sampai orang tua nya juga ikut dijaga dan di hargai.” Saut salah satu dari mereka.


Para emak emak itu pun terus berbincang bincang sambil diiringi senyum dan tawa. Mereka semua tampak bahagia.


Sementara itu di belakang mobil pengawal pribadi Nyonya William juga ada satu mobil yang terus mengikuti dan selalu berusaha untuk mendahului mobil pengawal pribadi Nyonya William itu.

__ADS_1


Mobil yang mengikuti paling belakang itu tidak lain adalah mobil suruhan laki laki bertubuh tambun yang sejak subuh sudah mengintai di jalan di luaran lokasi hotel, menunggu mobil peserta lomba keluar dari hotel. Dia mendapat kan informasi dari pegawai hotel yang sudah dibayar yang mengirim pesan ada rombongan tamu hotel yang keluar.


Saat dia masih berusaha mendahului mobil pengawal Nyonya William, tiba tiba hand phone di dalam saku jas nya berdering. Tangan kiri laki laki suruhan segera mengambil hand phone dari saku jas hitam nya. Di layar hand phone tertera kontak nama Bos Tambun, sebutan untuk laki laki bertubuh tambun itu.


“Kejar terus jangan sampai kehilangan arah.” Suara berat dari balik hand phone laki laki suruhan itu.


“Iya Tuan tapi ada satu mobil di belakang mobil polisi seperti nya juga mengikuti, akan saya dahului susah sekali.” Ucap laki laki suruhan itu sambil pandangan fokus ke depan untuk melihat mobil yang dia kejar.


“Bodoh kamu! Pepet saja biarkan saja dia celaka.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu dari balik telepon.


“Baik Tuan.” Ucap laki laki suruhan itu dan selanjutnya sambungan teleponnya sudah diputus oleh Bos Tambun laki laki yang bertubuh tambun.


Laki laki suruhan itu segera menaruh lagi hand phone nya ke dalam saku jas nya. Dia lalu memegang lagi kemudi dengan kedua tangannya dan semakin menambah konsentrasi dan kecepatan laju kemudi nya, sebab sudah agak tertinggal jauh dari mobil ya ia kejar.


Akan tetapi tiba tiba...


Ciiiiiittttt.....


Suara rem mobil laki laki suruhan itu karena di depannya ada sebuah motor, dan tertabrak oleh mobilnya.


BRUKKKK


Motor yang ditabrak mobil laki laki suruhan itu jatuh ke arah kanan

__ADS_1


CIIITTTT


Mobil Sang pengawal pun mengerem secara mendadak agar tidak menabrak pengendara motor yang terloncat jatuh berada di depan nya.


“Hmmm sial, meskipun bukan aku yang menabrak pasti ikut berurusan dengan polisi lalu lintas. Dan tidak bisa melanjutkan tugasku mengawal Nyonya William.” Gumam Sang Pengawal dalam hati.


Dan benar beberapa saat kemudian sudah datang mobil polisi lalu lintas dan mereka pun berurusan dengan polisi untung korban tidak meninggal. Dan korban pun segera dibawa ke rumah sakit.


Sedang kan mobil yang ditumpangi oleh Nyonya William dan mobil polisi yang mengawal pun terus melaju tidak tahu tentang kecelakaan di belakang nya yang membuat Sang pengawal Nyonya William tidak lagi bisa mengikuti nya.


Sementara itu di kamar hotel nya laki laki bertubuh tambun itu marah marah saat mendapat kabar jika laki laki suruhan nya mengalami kecelakaan menabrak motor di depan nya.


“Bodoh! kamu itu benar benar bodoh!” teriak suara berat laki laki bertubuh tambun itu.


“Maaf Tuan. Tadi kata nya suruh mepet mobil itu.” Ucap laki laki suruhan yang baru saja menghubungi si Bos Tambun.


“Kamu sekarang kirim nomor hand phone orang dalam hotel yang sudah memberi mu informasi itu.” Ucap laki laki bertubuh tambun itu di hand phone kini dia masih terhubung dengan laki laki suruhan nya itu.


“Terus bagai mana ini permasalahan nya Tuan?” tanya laki laki suruhan nya itu.


“Bayar semua kerugian korban yang penting kamu tidak ditahan dan masih bisa kerja.” Jawab laki laki bertubuh tambun itu lalu dia memutus sambungan teleponnya.


“Aku cari saja sendiri peserta lomba yang sedang keluar hotel itu. Mumpung ada kesempatan." Gumam laki laki bertubuh tambun itu lalu dia mengusap usap layar hand phone nya yang sudah ada notifikasi masuk kiriman kontak, nomor hand phone pegawai hotel bagian cleaning service yang sudah bisa diajak kerja sama oleh laki laki suruhan Bos Tambun. Bos Tambun pun lalu menghubungi nomor hand phone cleaning service itu untuk menanyakan tujuan pergi nya rombongan tamu hotel. Akan tetapi Bos Tambun menelan kekecewaan sebab orang yang dihubungi nya itu tidak tahu tujuan ke mana pergi nya rombongan tamu hotel.

__ADS_1


“Hmmm lain kali pasti ada kesempatan.” Gumam nya dalam hati. Dia tidak tahu jika yang sedang keluar itu bukan peserta lomba akan tetapi orang tua peserta lomba, di mana dari informasi yang diterima laki laki suruhan nya ada tertulis nama William.


__ADS_2