
Tuan William terus melangkah menuju ke kamarnya. Pelan pelan dia memutar handel pintu. Dan seterusnya dia melangkah masuk lalu duduk di sofa dengan santai, beliau menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.
“Apa Pa...? benar kan apa yang aku bilang kok sudah nyandar nyandar di sofa punggungnya...” ucap Nyonya William sambil senyum menggoda dan terus melangkah mendekati suaminya.
“Lama lama kanching baju dibuka dari atas he.. he.. he...” ucap Nyonya William lagi sambil duduk di samping suaminya dan jari jari tangannya memegang kanching baju di dada suaminya, sambil senyum senyum menggoda.
“Apa kamu mau bulan madu seperti Alexa?” tanya Tuan William sambil menatap istrinya
“Ih.. Papa. Sudah sekarang coba apa yang tadi Papa bilang penting itu. Aku mau dengar.” ucap Nyonya William selanjutnya sambil duduk sempurna dan kedua tangannya sudah berada di atas pangkuan dirinya sendiri.
“Tentang Ixora.” ucap Tuan William dengan nada serius sambil tangannya memeluk pundak istrinya.
“Kenapa anak itu, aku sudah menyuruh pengawal selalu menemani dia kalau keluar dari mansion. Tidak boleh makan dan minum sembarangan. Harus bawa bekal sendiri besok kalau sudah kuliah dia. Tidak boleh percaya pada orang lain meskipun teman sendiri. Apalagi besok dia kan masuk lingkungan yang baru, belum tahu mana teman mana lawan.” ucap Nyonya William sambung menyambung dengan nada suara yang meninggi.
“Kok malah Mama yang banyak omong, katanya mau mendengarkan.” ucap Tuan William pelan dengan nada datar.
“Ooo iya.. ya sudah sekarang Papa omong.” ucap Nyonya William sambil tersenyum menatap suaminya.
“Aku akan diam dan mendengarkan.” ucap Nyonya William lagi
“Ixora akan ngekost.” ucap Tuan William mengawali pembicaraannya dan tentu saja Nyonya William langsung melotot.
“Bagaimana mungkin, dia tinggal di mansion dengan penjagaan ketat. Diantar jemput sopir dan dengan pengawal saja bisa diculik dan nyaris menjadi korban pelecehan sexuall. Apalagi kalau dia keluar dari mansion.” ucap Nyonya William dengan nada tinggi
__ADS_1
“Aku tidak setuju.” ucap Nyonya William dengan keras
“Dia akan menyembunyikan identitasnya. Aku sudah omong sama Alfredo dia mendukung jika itu untuk keselamatan Ixora. Dia juga berniat besanan dengan kita.” ucap Tuan William
“Aku sih setuju yang masalah besanan dengan Tuan Alfredo. Carol seorang pengacara handal dan tenar, tampan penampilan rapi. Tetapi untuk masalah kost aku tidak setuju.” ucap Nyonya William sambil menatap suaminya.
“Aku harap jika Ixora dijodohkan dengan Carol, Bule itu akan pergi menjauh dari kehidupan Ixora.” ucap Nyonya William lagi sambil tersenyum senang.
“Tapi tidak usah bilang ke Ixora dulu tentang perjodohan itu , biar dia menyelesaikan kuliahnya dahulu. Agar cepat selesai tidak diganggu oleh rencana besanan kita.” ucap Tuan William dengan nada serius sebab dia merasa Ixora pun juga menyukai Vincent meskipun masih dalam taraf rendah. Akan tetapi Tuan William pun juga kuatir akan keselamatan Ixora dan cucu cucunya kelak jika memiliki menantu yang pekerjaan nya berurusan dengan penjahat.
“Untuk masalah kost Mama tenang saja. Aku akan membeli kost kostan sederhana untuk tempat Ixora. Nanti biar orang orang kita yang pura pura menjadi ibu kost dan pekerja di kostan itu.” ucap Tuan William selanjutnya sambil merangkul pundak istrinya dari samping.
“Bagaimana kalau aku saja yang menjadi ibu kost nya Pa.” usul Nyonya William sambil menatap suaminya.
“Sama saja itu membuka jati diri Ma..” ucap Tuan William
“Memang Mama bisa puasa tidak belanja belanja sampai Ixora lulus kuliah?’ tanya Tuan William yang paham hobby isterinya berbelanja meskipun belanjaannya lebih banyak untuk didonasikan pada orang yang membutuhkan. Makanya Tuan William tidak marah sebab hobby isterinya bisa membantu orang lain.
“Ha? Berapa tahun Pa?” ucap Nyonya William balik bertanya dengan ekspresi kaget
“Entahlah.. Ixora mengambil dua Fakultas. Fakultas kedokteran dan satunya apa tadi dia mau belajar yang obat obatan alami itu..” jawab Tuan William
“Sudah Mama tetap saja di sini.” ucap Tuan William selanjutnya
__ADS_1
“Ooo apa Naura saja Pa yang disuruh jadi Ibu Kost.” usul Nyonya William yang ingat nama Naura sahabat Lisbeth adik dari Tuan William.
“Kamu tanya saja ke dia, mau tidak, dia kan sibuk urus kegiatan sosialnya.” ucap Tuan William. Dan Nyonya William pun akhirnya menghubungi Nyonya Naura.
Sementara itu, di dalam kamarnya Ixora sedang duduk di kursi riasnya sambil merias diri agar terlihat jelek. Rambut dia kepang menjadi dua. Dia lihat di cermin tetap saja wajahnya terlihat cantik. Kemudian diubah diikat menjadi dua masih juga tampak cantik. Diikat menjadi satu juga masih terlihat cantik. Kemudian dia kepang menjadi satu.
“Hmmm diapain ya rambutku ini..” gumam Ixora lalu melepas lagi kepangan rambut indahnya.
“Hmmm aku tanya saja pada Kak Alexa, dia kan sukses besar dalam penyamaran nya.” gumam Ixora yang sudah capek mengubah ubah gaya rambut akan tetapi tetap saja terlihat cantik.
Ixora lalu bangkit berdiri dari kursi riasnya. Dia berjalan menuju ke meja belajarnya untuk mengambil telepon seluler nya yang sudah kembali di tangannya.
Ixora lalu mengusap usap layar telepon seluler nya untuk menghubungi Alexandria sang Kakak tercinta.
“Ditelepon apa di chat ya..” gumam Ixora.
“Kak Alexa kan sedang bulan madu tidak boleh diganggu kata Mama.” gumam Ixora lagi karena kemarin setelah Vadeo dan Alexa pulang dari Bali sudah pergi lagi untuk melanjutkan bulan madunya. Karena memang disuruh oleh Mamanya agar cepat bisa hamil.
Ixora lalu mengusap usap layar telepon seluler nya untuk mengetik chat buat Alexa. Dia menanyakan bagaimana trik untuk membuat wajah menjadi jelek.
TING..... pesan terkirim dan tidak lama kemudian terlihat sudah ada centang biru. Dan tidak menunggu lama terdengar suara dering di telepon seluler Ixora.
“Hai Kak, Kakak tidak sedang sibuk kok langsung dibaca dan langsung menghubungi aku.” ucap Ixora setelah menggeser tombol hijau.
__ADS_1
“Kamu masuk ke kamarku Ix, ambil travel bag jadul di lemari paling bawah di sana ada alat make up ehhh make down dan baju baju yang cocok untuk misimu. Kamu beli aja kaca mata di pasar yang membuat kamu jadi terlihat jelek he... he... he..” ucap Alexandria yang tidak memberikan kaca matanya dulu sebab selain ukuran wajah beda juga kaca matanya adalah kaca mata khusus.
Setelah Ixora paham, mereka pun menyudahi komunikasi jarak jauhnya. Ixora pun segera keluar dari kamarnya untuk menuju ke kamar Alexandria mengambil apa yang sudah disampaikan Alexandria tadi.