Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 122. Carol Belum Sadarkan Diri


__ADS_3

Tuan William pun mengambil hand phone dari saku jas nya. Saat di lihat layar hand phone nya tampak istri nya sedang melakukan panggilan suara. Tuan William segera menggeser tombol hijau.


“Papa, di mana?” suara Nyonya William setelah terhubung dengan suaminya.


“Aku sudah sampai Mansion dari tadi Papa belum juga sampai di mansion padahal tadi pulang lebih dulu.” Ucap Nyonya William selanjutnya


“Masih urus keperluan lomba Ixora, ini juga sudah on the way.” Ucap Tuan William dengan nada datar


“Suruh sopir cepat cepat bawa mobil nya. Ini remove untuk make down ada di dalam tas Ixora, tidak cocok jika pakai yang lain.” Ucap Nyonya William dengan nada tinggi. Dia tidak melakukan panggilan video dengan suaminya sebab wajah nya masih dengan make down tampil sebagai Bu Wagiman.


“Repot amat kenapa tidak beli saja.” Ucap Tuan William yang tidak begitu paham dengan urusan kewanitaan.


“Repot Pa, beli harus order dulu, belum lagi itu dari luar negeri.” Jawab Nyonya William


“Hmmm.” Gumam Tuan William lalu memutus sambungan teleponnya dengan istrinya, Ixora tersenyum saat mendengar perbincangan Papa nya dan Mamanya lewat telepon.


Mobil terus melaju menuju ke mansion William.


Sementara itu di Mansion William. Di ruang keluarga. Nyonya William yang baru saja menghubungi suami lewat panggilan suara duduk di sofa ditemani oleh Dealova yang juga masih dengan tampilan make down di wajah nya.


“Ma, kapan Kak Ixora sampai aku sudah rindu untuk melihat wajah cantik ku.” Ucap Dealova sambil menatap Sang Mama yang bibir nya cemberut sebab sudah tidak sabar juga menunggu Ixora dan suami nya.


“Masih on the way.” Jawab Nyonya William, dan tiba tiba di saat sambungan teleponnya dengan Tuan William sudah tidak terhubung. Kini terdengar suara dering di hand phone nya. Nyonya William segera melihat layar hand phone nya dia mengira suami nya menelepon balik, akan tetapi saat di lihat layar hand phone nya tertera nama Nyonya Alfredo melakukan panggilan video.


Tanpa sadar jika dirinya masih tampil sebagai Bu Wagiman, Nyonya William segera menggeser tombol hijau.


“Kamu siapa, berani berani bawa hand phone Nyonya William? Di mana Nyonya William aku akan bicara hal yang sangat penting.” Suara Nyonya Alfredo dengan nada tinggi dan ekspresi kaget.


“Nyonya Alfredo, saya ini Nyonya William.” Ucap Nyonya William sambil tersenyum untung dia segera sadar dengan tampilan nya sebagai Bu Wagiman.

__ADS_1


“Kenapa muka jadi seperti itu?“ tanya Nyonya Alfredo setelah mendengar suara Nyonya William yang dia hafal.


“Iya, ini tadi rencana mau konferensi pers namun gagal.” Jawab Nyonya William


“Haduh gara gara konferensi pers itu, sekarang Carol masuk rumah sakit, belum sadar kan diri. Tolong Nyonya datang segera ke rumah sakit dengan Ixora ya. Dia terus panggil panggil nama Ixora dalam keadaan tidak sadar. Siapa tahu jika Ixora datang Carol segera sadarkan diri.” Ucap Nyonya Alfredo dengan nada sedih dan sangat berharap Nyonya William segera datang bersama Ixora.


“Hah? Calon menantuku sakit apa?” tanya Nyonya William dengan nada kaget.


“Masih dalam observasi Dokter tapi belum sadar. Tolong Nyonya.” Jawab Nyonya Alfredo.


“Tolong ya cepat datang ..” ucap Nyonya Alfredo lagi dengan nada penuh permohonan.


“Baiklah, kami segera ke rumah sakit.” Ucap Nyonya William dan setelah Nyonya Alfredo mengucapkan terima kasih, sambungan panggilan video terputus.


“Papa dan Ixora kok belum juga sampai.” Gumam Nyonya William sambil menaruh hand phone nya di atas meja. Ekspresi wajah Nyonya William yang masih berpenampilan sebagai Bu Wagiman tampak gelisah dan khawatir.


“Carol, tidak sadar kita harus segera ke rumah sakit. Jangan sampai dia tidak sadar kan diri selama bertahun tahun hingga pernikahannya tiba. Bisa bisa nanti jadi kayak cerita di novel novel yang aku baca itu.” Ucap Nyonya dengan tatapan mata menerawang jauh dan tampak sedih.


“Hi... Hi.. Hi.. “ Dealova tertawa cekikikan sambil menatap Sang Mama lalu dia pun segera menutup mulut dengan telapak tangan nya, sebab sang Mama melotot ke pada diri nya.


“Malah tertawa!” ucap Sang Mama dengan mata masih melotot sambil menepuk paha Dealova.


“Mama benar benar khawatir Deal, sudah Papa dan Ixora tidak datang datang ditambah dengan Carol masuk rumah sakit tidak sadar lagi.” Ucap Nyonya William kemudian dan kini ekspresi wajahnya tampak sangat khawatir.


Beberapa saat kemudian terdengar suara langkah kaki. Tuan William dan Ixora berjalan menuju ke dalam. Dan saat sampai di ruang keluarga.


“Ha... Ha... Ha... Ha... “ Suara tawa Ixora saat melihat dua sosok yang sedang duduk di sofa dengan wajah make down ditambah ekspresi wajah penuh kekhawatiran dan tampak gelisah.


“Pa.. gawat Pa.” Teriak Nyonya William sambil bangkit berdiri dan berjalan mendekati suami nya.

__ADS_1


“Pa, kita ke rumah sakit sekarang Pa. Carol sakit Pa.” Ucap Nyonya William selanjutnya.


“Ayo Ix, kita tengok Carol ke rumah sakit.” Ucap Nyonya William sambil menatap Ixora yang masih berdiri di dekat nya.


“Mama saja yang ke rumah sakit dulu, nanti aku nyusul.” Ucap Tuan William


“Papa gimana sih?” ucap Nyonya William tampak heran kok suaminya tidak khawatir Carol masuk rumah sakit.


“Aku capek Ma.” Ucap Tuan William sambil terus melangkah menuju ke kamar nya. Ixora pun juga pura pura tidak mendengar dan langsung menaiki anak tangga dengan cepat untuk menuju ke dalam kamar nya.


Namun tiba tiba..


“Ix...” teriak Nyonya William sambil mendongak menatap sosok Ixora yang hampir sampai di lantai dua.


Ixora pun menghentikan langkah nya, dia sangat enggan untuk datang ke rumah sakit guna menjenguk Carol. Bisa dibilang andai meninggal pun dia enggan untuk datang ke rumah duka, karena dia masih ingat akan perlakuan dari Carol.


“Ayo ikut ke rumah sakit.” Teriak Nyonya William selanjutnya sambil menganggukkan kepalanya sebagai isyarat ajakan


“Aku nanti sama Papa, Papa aja capek apa lagi aku Ma.” Jawab Ixora sambil menoleh ke arah sang Mama


“Semua pinter cari alasan.” Gumam Nyonya William


“Mama ke rumah sakit dengan Dealova saja.” Ucap Ixora lalu dia melanjutkan langkahnya menuju ke kamar nya.


“Betul tuh Ma, bukan nya Kak Carol tidak sadar dia juga ga bakalan tahu siapa yang datang. Nanti aku pura pura jadi Kak Ixora he.. he..” ucap Dealova sambil bangkit berdiri dan tertawa kecil.


“Ayo Ma, aku sudah kangen sama Olin.” Ucap Dealova dengan semangat lalu menarik tangan Sang Mama.


“Aku ambil tas dulu.” Ucap Nyonya William menuju ke dalam kamar nya untuk mengambil tas nya. Dia merasa tidak enak dengan calon besan jika tidak segera datang ke rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2