Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 138. Dalam Pengejaran


__ADS_3

Keesokan pagi di rumah tiga laki laki


“Kalian berdua mau ke mana?” tanya laki laki yang mempunyai hobby memakai kaca mata hitam. Saat kedua temannya sudah siap siap berangkat dengan tas ransel besar berada di punggung ke dua teman nya.


“Aku mau rawat inap.” Jawab laki laki yang telapak tangannya sudah sembuh.


“Aku juga mau daftar. Kalau kamu tidak mau ikut ya terserah. Aku tidak mau tubuhku hancur karena gatal gatal.” Ucap satu teman lain nya.


“Aku juga sudah sekalian bawa perlengkapan untuk menginap. Jadi kalau kamu tidak mau, silahkan kamu di rumah sendiri.” Ucap laki laki itu lagi.


“Kalian jangan percaya begitu saja!” teriak laki laki yang memakai kaca mata hitam dengan nada tinggi.


“Lihat telapak tanganku ini, bagai mana tidak percaya lha ini aja benar benar sembuh. Aku ingin semua tubuh ku sembuh aku sudah ingin ketemu anak istri. Percuma dapat uang banyak kalau tidak bisa bertemu anak dan istri ditambah tubuh gatal gatal.” Ucap laki laki yang telapak tangannya sudah sembuh sambil menunjukkan telapak tangan nya yang sembuh di depan muka laki laki yang memakai kaca mata hitam itu. Dia pun membukakan kaca mata hitam itu dari wajah teman nya agar bisa melihat telapak tangan nya yang sudah sembuh dengan jelas.


“Tapi Bos butuh kita, aku kemarin mendapat perintah tugas penting. Kita harus menculik Ixora William agar dia tidak bisa meneruskan lomba nya.” Ucap laki laki itu sambil membenarkan lagi kaca mata hitam nya pada wajahnya dan selanjutnya dia menggaruk garuk bagian tubuhnya yang terasa gatal.


“Bagaimana bisa menculik, tubuh kita saja gatal gatal Bos tidak punya otak.” Ucap laki laki yang telapak tangannya sudah sembuh itu lalu segera melangkah keluar dari pintu rumah nya dan diikuti oleh satu temannya yang juga tertarik ikut berobat.


Laki laki yang berkaca mata hitam itu terlihat garuk garuk kepala lalu garuk garuk lagi bagian tubuh lainnya.


“Coba aku ikuti mereka berdua, aku pun juga sudah tidak tahan dengan gatal nya tetapi tetap perlu waspada.” Gumam laki laki berkaca mata hitam itu lalu dia melangkah dan mengambil jaket hitam nya yang tergantung di dekat pintu. Lalu dia pun cepat cepat melangkah keluar rumah.


Laki laki berkaca mata hitam pun juga segera menuju ke motor nya yang terparkir dan segera melajukan motornya mengikuti kedua temannya yang masih terlihat di pandangan mata nya.

__ADS_1


Kedua motor itu pun terus melaju meninggalkan rumah mereka dan menuju ke ruko yang letak nya di belakang kantor polisi.


Beberapa menit kemudian


“Kamu tidak salah? Kita akan melewati kantor polisi, nanti ditangkap kita.” Ucap satu laki laki yang membonceng motor teman nya yang satu telapak tangan nya sudah sembuh saat motor mulai masuk ke jalur jalan menuju ke arah kantor polisi.


“Tenang saja, bukti aku kemarin lewat bolak balik juga aman aman saja. Mungkin polisi sudah tidak lagi mencari kita. Pihak pelapor kan kampus jadi paling tidak tanya tanya perkembangan kasus nya.” Ucap laki laki yang satu telapak tangan nya sudah sembuh itu.


Se saat kemudian..


Dan motor pun melewati kantor polisi dengan aman, lalu motor belok kiri di jalan di samping kantor polisi. .Motor kini melambat laju nya dan beberapa saat kemudian motor berhenti di sebuah ruko yang kemarin dia datangi.


Sementara itu teman nya yang memakai kaca mata hitam jantung nya berdebar debar saat melewati kantor polisi.


“Kenapa lokasi nya sangat berdekatan dengan kantor polisi ya..” gumam nya dalam hati saat melihat motor temannya sudah berhenti di ruko penjual obat gatal. Dia tidak ikut menghentikan laju motor nya akan tetapi dia terus melaju meninggalkan lokasi itu.


Sedangkan dua laki laki itu pun segera masuk ke dalam ruko. Pak Polisi yang sudah menerima janjian dari dua orang itu pun sudah siap berada di ruko.


“Pak mana Bu Dokter nya?” tanya laki laki yang satu telapak tangan nya sudah sembuh sambil duduk di kursi.


“Pak saya juga ikut berobat. Tolong Pak beri saya satu kapsul dulu.” Ucap satu laki laki lainnya yang juga duduk di kursi di samping teman nya yang satu telapak tangannya sudah sembuh.


“Nanti sore datang nya, sekarang kalian berdua ikut aku, aku antar kalian berdua ke kamar kalian.” Ucap Pak Polisi sambil tersenyum menatap dua target sasaran yang sudah masuk ke dalam jebakan nya.

__ADS_1


“Baik Pak, yang penting saya sembuh.” Ucap dua laki laki itu dengan patuh.


Pak Polisi pun lalu bangkit berdiri dan dua laki laki itu pun juga kut bangkit berdiri. Mereka bertiga lalu masuk ke dalam ruangan selanjutnya menaiki anak tangga untuk menuju ke lantai dua. Saat berada di lantai dua terlihat ada tiga kamar.


“Silahkan masuk ke dalam kamar itu. Dan tunggu du dalam sampai nanti Ibu Dokter datang.” Ucap Pak Polisi yang memakai celana blue jeans dan atasan tshirt berkerah itu, sambil membuka pintu pintu dua kamar untuk mereka. Pak Polisi tampak tangan nya menekan tombol yang ada di dalam kamar kamar yang sudah dibuka pintu nya tersebut.


“Baik Pak.” Ucap mereka berdua.


“Wah kamar nya nyaman Pak.” Ucap salah satu dari mereka saat pintu sudah terbuka, tercium aroma terapi yang membuat nya merasa nyaman, aroma terapi yang menguar itu memang diberi obat tidur ramuan ramuan herbal alami yang Ixora berikan.


“Okey, silahkan menikmati.” Ucap Pak Polisi lalu menutup pintu dua kamar itu dan tidak lupa mengunci nya kedua pintu itu dari luar.


“Hmmm dua tikus sudah masuk dalam perangkap biar mereka tidur dan tidak merasakan gatal gatal.” Gumam Pak Polisi dalam hati, lalu dia menuruni anak tangga.


“Untung mereka segera masuk dan bisa cepat cepat aku tutup, kalau tidak bisa bisa aku juga ikut mengantuk he.. he..” gumam Pak Polisi sambil tertawa kecil dan terus menuruni anak tangga.


Saat Pak Polisi itu sudah berada di dalam lantai satu. Tiba tiba terdengar suara notifikasi di hand phone nya. Pak Polisi pun segera meraih hand phone dari saku celana nya.


“Ada apa.” Gumam Pak Polisi saat setelah mengusap usap hand phone nya ada pesan chat masuk dari teman team yang menangani kasus penganiayaan dan pencurian di kampus Mahardhika.


Pak Polisi pun segera membuka pesan chat itu.


“Lapor komandan, satu orang target sasaran dalam pengejaran. Tadi dia mengikuti dua orang itu tetapi dia tidak berhenti. Sekarang dalam pengejaran.”

__ADS_1


Pak Polisi pun jari jari tangannya sibuk mengetik ngetik suatu pesan.


“Good!. Yang dua sudah masuk perangkap.”


__ADS_2