Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 101. Orang Misterius


__ADS_3

“Kurang ajar dia pakai pelet apa sih? bisa bisa nya Tuan Richardo mengantar gembel buta itu.” Ucapnya lagi yang tidak lain itu adalah suara Nency yang juga sedang datang di kampus nya. Dia kini berangkat naik bis tidak diantar lagi oleh anak buah Bang Bule, tetapi tangannya tetap diberi gelang pengawasan.


“Aku harus balas dia karena dia sudah membuat tanganku sakit.” Ucap Nency lagi


Isomah yang tidak melihat Nency terus melangkah untuk menuju ke ruang kuliahnya.


Saat Nency akan mengejar langkah kaki Isomah. Tiba tiba ada seseorang yang menarik tali tas Nency. Seorang laki laki yang mengenakan kaca mata hitam dan berjaket kulit. Nency pun menoleh dan mereka berdua tampak berbicara serius.


Sementara itu Richardo masih duduk di dalam mobilnya, pandangan mata nya yang masih mengikuti langkah kaki Isomah. Sesaat dia melihat Nency orang tidak suka dengan Isomah tampak berbicara serius dengan seseorang dan sesekali pandangan mata Nency masih melihat punggung Isomah. Dan Nency sempat menoleh sebentar ke arah mobil Richardo. Pada awalnya Richardo mengira dia sesama mahasiswa atau teman kuliah Nency. Akan tetapi setelah Nency menoleh tadi Nency langsung melangkah menuju ke ruang kuliahnya. Sedang kan laki laki berkaca mata hitam memakai jaket kulit itu membalikkan badannya dan melangkah memunggungi gedung kampus fakultas vokasi.


“Siapa dia. ” gumam Richardo dalam hati dan dari kaca spion nya dia masih mengamati laki laki berkaca mata hitam itu. Ternyata laki laki itu memarkirkan motornya tidak jauh dari situ.


Richardo yang penasaran pun mulai menyalakan mesin mobilnya. Dia akan mengikuti ke mana laki laki berkaca hitam dan berjaket kulit itu menjalankan motornya.


Saat Richardo akan menjalankan mobilnya untuk putar balik mengikuti motor yang sudah dilajukan oleh laki laki berkaca mata hitam dan berjaket kulit itu . Tiba tiba hand phone di saku kemeja nya berdering. Tangan kiri Richardo segera mengambil hand phone nya. Saat dilihat Bang Bule Vincent sedang melakukan panggilan video kepada dirinya.


“Hmmm diangkat salah tidak diangkat lebih salah.” Gumam Richardo lalu menggeser tombol hijau.


“Hei mana Ixora ku?” teriak Bang Bule Vincent saat Richardo sudah menggeser tombol hijau.


“Coba lihat di samping kamu, ada dia tidak.” Ucap Bang Bule lagi saat di tanggapan layar hand phone nya melihat Richardo sedang mengemudikan mobil. Richardo pun mengarahkan kamera depan di jok di sampingnya. Dan Bang Bule pun tampak lega sebab Richardo tidak lagi bersama Sang kekasih hati nya.

__ADS_1


“Di mana Ixora ku? Aku telepon dia sudah tidak aktif hand phone nya.” Tanya Bang Bule lagi yang belum tenang sebab belum dijawab oleh Richardo


“Sedang kuliah Bang. Baru saja aku antar ini aku baru akan balik.” Jawab Richardo


“Sial. Awas kamu ya jangan coba coba mendekati Ixora ku.” Umpat Bang Bule karena cemburu pada Richardo.


Sementara itu kini mobil Richardo sudah sampai di pintu gerbang kampus.


“Sial.” Umpat Richardo karena dia kehilangan jejak motor yang sedang diikutinya tadi.


“Hei kamu berani mengumpat aku!” teriak Bang Bule Vincent setelah mendengar mulut Richardo mengucapkan umpatan.


“Aku usir kamu dari rumahku.” Teriak Bang Bule lagi.


“Kamu itu kerja tidak becus, malah menyalahkan aku.” Ucap Bang Bule.


“Motor nya melaju cepat Bang.” Ucap Richardo tidak mau dikatakan bekerja tidak becus.


“Bang Bule macam sedang terserang PMS saja sensitif banget.” Ucap Rchardo selanjutnya dan tampak Bang Bule melotot ke arah Richardo.


“Pakai helm tidak? Kalau tidak pakai helm paling masuk di jalan jalan kecil sekitar kampus.” Ucap Bang Bule kemudian yang sudah berpengalaman menyusuri jalan jalan kecil di sekitar kampus saat mencari kost kostan Ixora.

__ADS_1


“Okey Bang, aku putus dulu ya sambungan teleponnya, coba aku masuk ke jalan kecil depan.” Ucap Richardo lalu dia memutus sambungan teleponnya dengan Bang Bule sebelum Bang Bule menyetujuinya. Richardo membelokkan mobilnya ke jalan kecil di samping kampus dan dia terus menyusuri jalan jalan kecil di sekitar kampus sambil pandangan mata nya melihat tempat tempat di kiri dan kanan jalan untuk melihat lihat jika motor dan orang yang mencurigakan tadi ada.


Selama satu jam Richardo menyusuri jalan jalan kecil di daerah sekitaran luar kampus akan tetapi dia tidak melihat orang yang dicarinya.


“Hmmm coba aku tanya pada Nency. Coba apa jawab an dari dia.” Gumam Richardo lalu dia melajukan mobilnya meninggalkan lokasi jalan kecil itu untuk menuju ke jalan raya.


Waktu pun terus berlalu Isomah yang sudah selesai mengikuti kuliah. Dia segera keluar dari ruang kuliahnya. Teman temannya terlihat banyak yang mendiamkan dirinya dan cenderung untuk menghindari dan menjauhi diri nya. Kemungkinan besar mereka takut jika dimintai tolong oleh dirinya dan akan mendapat sanksi dikeluarkan dari kampus Mahardhika. Karena di pintu pintu ruang kuliah dan group chat ada pengumuman yang sama dari Carol Alfredo.


Isomah terus melangkah keluar dari gedung fakultas vokasi. Hari sudah mulai gelap. Tampak banyak ojek on line di depan mungkin mereka sedang menunggu para mahasiswa yang sudah memesan mereka. Isomah berjalan terus dengan cepat.


Saat dia sudah berjalan kira kira tiga puluh meter Isomah merasakan ada motor yang mengikutinya dari belakang. Sebab motor itu berjalan pelan pelan. Sementara motor ojek on line sudah banyak yang lewat mendahului dirinya.


Isomah berjalan lebih cepat. Dia pun dalam mode waspada. Tote bag yang semula dia cangklong di bahu tangan kanan nya kini dia ubah dia gantung di leher nya dan dia taruh di depan nya.


Saat Isomah sudah keluar pintu gerbang kampus. Isomah semakin mempercepat langkahnya. Isomah segera menyelinap menuju ke salah satu warung makan yang berada paling dekat. Di sekitar an itu ada beberapa warung tenda yang buka di malam hari.


Isomah pun segera memesan makanan take a way alias dibungkus. Lalu dia duduk di bangku untuk menunggu pesanannya. Selain dia ingin membeli makan malam nya Dia juga ingin melihat motor yang menguntit nya. Dari tempat duduk nya Isomah bisa melihat orang orang dan kendaraan yang lewat dari pintu gerbang kampus lewat celah di pojok tenda.


Sesaat mata Isomah melihat seorang laki laki memakai kaca mata hitam dan memakai jaket kulit duduk di atas motor yang berhenti sambil kepalanya menoleh noleh layaknya sedang mencari cari.


“Sepertinya itu orang yang mengikuti aku baru saja.” Gumam Isomah dalam hati.

__ADS_1


“Siapa ya dia sepertinya bukan orang fakultas vokasi, aku belum pernah melihat nya.” gumam Isomah dalam hati


__ADS_2