Ixora Gadisnya Bang Bule

Ixora Gadisnya Bang Bule
Bab. 123. Rencana Mencuri Penelitian Ixora


__ADS_3

Nyonya William segera melangkah dengan cepat menuju ke kamar nya. Dia membuka pintu yang tidak terkunci itu dengan segera pula, Nyonya William melangkah masuk menuju ke tempat tas nya berada.


“Pa, aku berangkat ke rumah sakit sekarang. Nanti cepat menyusul ya!” teriak Nyonya William sambil menyambar tas nya. Di dalam kamar tidak tampak sosok sang suami, mungkin sedang berada di dalam kamar mandi.


Nyonya William terus melangkah keluar dari kamar nya menuju ke ruang keluarga di mana Dealova masih menunggu sambil memangku toples camilan kesukaannya dan mulut nya komat kamit mengunyah camilan isi dalam stoples itu.


“Ayo Deal.” Ajak Nyonya William saat sudah sampai di ruang keluarga itu. Dealova pun langsung bangkit dari tempat duduknya sambil membawa stoples camilan yang tadi dipangku nya.


“Kenapa juga dibawa itu toples.” Ucap Nyonya William sambil terus berjalan menuju ke pintu utama Mansion.


“Mama paling nanti juga makan apa yang kubawa ini.” Ucap Dealova sambil berjalan di samping Sang Mama.


Mereka berdua terus berjalan menuju ke pintu utama.


“Aku belum bilang ke sopir.” Gumam Nyonya William sambil mengambil hand phone dari tas nya.


“Sudah aku suruh siap di depan Ma, pak sopir nya.” Ucap Dealova sambil membuka pintu utama Mansion.


“Pinter, tidak hanya pinter omong dan makan saja.” Ucap Nyonya William lalu memasukkan kembali hand phone ke dalam tas tangan nya.


Benar saat Nyonya William keluar dari pintu utama Mansion dan berjalan mengikuti langkah kaki Dealova, tampak mobil dan sopir pribadi nya sudah siap berada di dekat teras Mansion utama, pintu di belakang kemudi pun sudah terbuka.


Dealova dan Nyonya William terus melangkah menuruni anak tangga teras Mansion utama lantas terus melangkah menuju ke mobil dan mereka pun segera masuk ke dalam mobil.


“Nyonya apa kita berangkat dengan Pak Wagiman lagi?” tanya sang pengawal yang duduk di samping Pak Sopir, saat melihat wajah Nyonya William dan Dealova masih dengan penampilannya sebagai keluarga Pak Wagiman.


“Tidak. Ayo cepat jalan.” Ucap Nyonya William yang sudah menutup pintu mobil dengan sempurna.


Mobil berjalan pelan pelan meninggalkan halaman mansion William, dan setelah keluar dari pintu gerbang mansion Willam, pak sopir menambah laju kecepatan nya.


Mobil terus melaju menuju ke rumah sakit di mana Carol sedang dirawat.


Beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah sakit.

__ADS_1


“Kamu turunkan aku dan Dealova di depan pintu masuk. Nanti aku panggil kalau aku dan Dealova sudah pulang.” Ucap Nyonya William


Pak Sopir pun mengikuti perintah Nyonya William, mobil berjalan pelan pelan mendekati pintu masuk. Dan sesaat mobil berhenti, sang pengawal turun lebih dulu, lalu membukakan pintu buat Nyonya William dan Dealova.


Mereka bertiga berjalan menuju ke ruang tempat Carol di rawat. Akan tetapi baru juga mau masuk ke dalam lift yang menuju ke ruang vip itu. Ada satu orang satpam yang melarang mereka bertiga masuk ke dalam lift tersebut.


“Hei apa kamu itu tidak tahu aku itu Nyonya William calon besan Nyonya Alfredo. Apa kamu tidak melihat acara konferensi pers tadi.” Teriak Nyonya William dengan nada tinggi penuh emosi.


“Benar, beliau adalah Nyonya William dan Nona Dealova.” Ucap sang pengawal memberikan keterangan untuk meyakinkan dia pun menunjukkan kartu identitas yang menunjukkan kalau dia pengawal keluarga William.


“Sebentar, saya konfirmasi dulu dengan Nyonya Alfredo.” Ucap petugas keamanan lalu menghubungi Nyonya Alfredo.


“Hah? Tidak percaya juga.” Gumam Nyonya William dengan nada kesal.


Dan setelah petugas keamanan selesai menghubungi Nyonya Alfredo. terdengar suara dering hand phone Nyonya William yang berada di dalam tas tangan nya. Dengan segera Nyonya William mengambil hand phone nya dan ternyata Nyonya Alfredo yang menghubungi nya, dengan segera Nyonya William menggeser tombol hijau.


“Ini petugas rumah sakit tidak percaya, aku tidak boleh masuk.” Suara Nyonya William setelah melihat wajah Nyonya Alfredo di layar hand phone nya.


“Nyonya kenapa juga masih dengan make up macam begitu.” Ucap Nyonya Alfredo saat melihat wajah aneh di layar hand phone nya.


Mereka bertiga pun diizinkan masuk ke dalam lift dan terus menuju ke ruang rawat Carol.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga sudah sampai di depan pintu ruang rawat Carol. Nyonya William pun segera mengetuk ngetuk pintu.


TOK.. TOK... TOK..


Sesaat kemudian pintu terbuka.


“Mana Ixora?” tanya Nyonya Alfredo saat membuka pintu tidak melihat sosok Ixora yang dia tunggu tunggu. Nyonya Alfredo pun mengernyitkan dahi nya saat melihat wajah aneh lain nya. Dan Dealova pun mengenalkan diri sambil tertawa.


“Nanti akan datang dengan Papa nya. Ini aku dan Dealova cepet cepet ingin lihat Carol sampai belum sempat membersihkan wajah.” Jawab Nyonya William sambil memberi keterangan.


Lalu mereka pun masuk ke dalam kamar rawat Carol. Tampak Carol terbaring dan ada alat alat medis menempel di tubuh nya.

__ADS_1


Nyonya William dan Dealova berjalan mendekati Carol bersama Nyonya Alfredo.


“Ixora... maafkan aku.. ampuni aku...” gumam lirih Carol yang terbaring dengan mata masih terpejam


“Ixora... maafkan aku...” gumam Carol lagi.


“Selalu itu yang dia ucapkan.” Ucap Nyonya Alfredo dengan sedih sambil mengusap usap rambut kepala Carol.


“Carol, kamu sakit apa, cepat sadar ya jangan sampai kamu saat menikah nanti masih dalam keadaan tidak sadar ya...” ucap Nyonya William sambil memegang tangan Carol


“Kak Carol, ini Ixora datang.. “ ucap Dealova dengan suara cemprengnya


“Tapi wakil nya.” Ucapnya kemudian dengan suara lirih.


“Ixora maafkan aku, ampuni aku..” ucap Carol lagi dengan mata masih terpejam.


“Dia sudah berbuat salah apa dengan Ixora.” Gumam Nyonya William dalam hati.


“Apa saat Ixora tampil sebagai Isomah dia sudah melakukan hal yang keterlaluan.” Gumam Nyonya William lagi.


“Aku maafkan Kak Carol, cepat sembuh ya.. kita main lagi bersama Olin.” Ucap Dealova sambil menjabat telapak tangan Carol.


“Eh mana Olin, aku ke sini mau menemui Olin.” Ucap Dealova selanjutnya dengan kepala menoleh ke kanan dan kiri untuk mencari Caroline.


Sementara itu di lain tempat. Di sebuah ruangan misterius yang tertutup rapat di dalam ruang tersebut ada suara seorang laki laki yang sedang marah marah.


“Bodoh! Kerja kalian terlalu lambat!” teriak suara berat seorang laki laki dengan nada tinggi. Dia marah marah sebab panitia lomba sudah terlanjur mengumumkan pemenang lomba adalah Ixora William dan lampiran lampiran bukti jika Isomah adalah Ixora turut disertakan pada pengumuman nya.


“Maaf Tuan.” Suara seorang laki laki lainnya dengan nada penyesalan dan takut takut.


“Sekarang tidak ada cara lain. Curi hasil penelitian Ixora William itu!” perintah suara berat laki laki


“Tapi Tuan.” Ucap suara laki laki lainnya.

__ADS_1


“Aku tidak mau tahu bagaimana cara kamu, yang penting dia tidak bisa melanjutkan penelitian nya.” Ucap suara berat laki itu lagi.


__ADS_2