
Waktu pun terus berlalu, semua kembali beraktivas seperti hari hari biasanya. Ixora dengan setia menunggu janji Bang Bule yang akan datang melamar bersama kedua orang tua nya. Dan Carol pun sudah sehat dan sudah kembali bisa bekerja dan beraktivitas. Cuma beda nya sekarang Nyonya William bersikap dingin pada Carol dan keluarga Alfredo kecuali dengan Caroline yang masih hangat. Carolina pun masih sering ketemuan dengan Dealova.
Di ruang kerja nya Carol tampak berpikir pikir.
“Kenapa Nyonya William sudah tidak lagi seperti dulu ya..” gumam Carol dalam hati. Sebab Nyonya William sekarang selalu menolak jika diajak pertemuan dua keluarga padahal dulu dia yang selalu meminta.
“Apa di Philipina ada pemuda lain yang sudah membuat Nyonya William tidak lagi ingin kan aku menjadi menantu nya. Bukan nya kata Mama sebelum Ixora berangkat ke Philipina mengunjungi aku dan pamit pada ku.” gumam Carol lagi sambil ujung jari telunjukkan mengetuk ngetuk meja kerjanya.
Saat Carol masih berpikir pikir tiba tiba pintu ruang kerja Carol itu terbuka dan muncul sosok Tuan Alfredo.
“Papa...” ucap Carol sambil menatap Tuan Alfredo yang melangkah menuju ke sofa.
“Kebetulan Papa datang ke sini. Aku mau bertanya Pa, apa yang terjadi saat aku tidak sadar kenapa sekarang Nyonya William selalu menolak jika aku mau datang ke mansion William atau kalau aku dan Mama undang mereka untuk bertemu. Kata Mama sekarang juga jarang komunikasi dengan Mama.” Ucap Carol sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju ke sofa juga. Mereka berdua lalu duduk di sofa.
“Masalahnya adalah yang menolong Nyonya William saat diculik itu adalah Bule kekasih hati nya Ixora. Aku bakal gagal punya mantu puteri Tuan William lagi, kalau kamu tidak segera bertindak.” Ucap Tuan Alfredo dengan nada serius sambil menatap Carol.
“Kalau diminta untuk menikah secara baik baik Ixora pasti menolak. Tidak ada cara lain selain kamu harus menghamili Ixora terlebih dahulu.” Ucap Tuan Alfredo kemudian dengan pelan namun bagai geledek di telinga Carol.
DDDDDUUARR
Carol tampak kaget dengan usulan sang Papa apalagi jika ingat dia sudah dioperasi vasektomi tidak mungkin bisa menghamili Ixora secepat nya. Dia harus melakukan operasi lagi untuk membuka saluran yang sudah dibumpet, dan itu membutuhkan waktu.
__ADS_1
“Tapi Pa.. Bagaimana kalau Ixora semakin membenci aku?” ucap Carol mencari alasan dan kemungkinan kemungkinan buruk yang akan terjadi.
“Kamu harus pinter pinter dalam hal ini. Pakai cara yang rapi agar tidak terlihat kamu yang memaksa tapi karena kesalahan berdua. Dia dan kamu. Lebih baik lagi kalau bisa membuat itu bagai kesalahan Ixora saja.” Ucap Tuan Alfredo dengan senyum liciknya. Lalu dua orang, anak bapak itu tampak serius membicarakan suatu rencana.
Sementara itu di tempat lain. Di rumah Anneke, dia sejak pagi masih terbaring di tempat tidur nya. Perut nya terasa mual dan kepala pusing.
“Makan bubur dan minum obat dulu An.. mungkin kamu masuk angin.” Ucap Maminya Anneke saat membuka pintu kamar sambil membawa nampan berisi satu mangkok bubur dan satu gelas minuman.
“Pusing Mam kepalaku. Bau makanan juga perut mual.” Ucap Anneke yang masih berbaring dengan kepalanya ditutup dengan bantal.
“Tapi harus makan.” Ucap Sang Mami sambil berjalan mendekati tempat tidur Anneke.
Sang Mami pun lalu menaruh nampan di meja tempat tidur Anneke dan selanjutnya duduk di tepi tempat tidur Anneke. Sesaat Anneke perut nya merasa mual lagi dia lalu bangkit berdiri dan mulut nya bersuara hoek hoek dengan segera dia menuju ke kamar mandi. Melihat anak perempuan nya hoek hoek terus, Sang Mami pun ikut menyusul ke kamar mandi. Tampak Anneke dengan lemas dan pucat akan melangkah meninggalkan kamar mandi.
“Aduh Mam... kayaknya aku hamil dech..” ucap Anneke yang merasa sudah satu minggu lebih tidak mendapatkan haid nya.
“Aku beli test pack aja dech Mam.” Ucap Anneke sambil berjalan menuju ke tempat tidurnya lalu dia mengusap usap layar hand phone nya untuk membeli test pack lewat aplikasi pesan antar.
Beberapa menit kemudian motor yang mengantar belanjaan Anneke datang. Pelayan yang menerima dan segera diantar ke kamar Anneke.
Anneke pun dengan tidak sabar menunggu bisa kencing dan agar bisa mengetahu hasil test pack nya. Karena dia pun penasaran dengan kondisi perut nya.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya Anneke bisa kencing dan dia pun segera melakukan test pada urine nya.
“Mam.. benar hamil Mam.” ucap Anneke saat sudah melihat hasil test pack nya ada dua garis biru yang tebal.
“An, bukan nya Carol sudah lama tidak mengauli kamu? Setelah sembuh pun juga belum pernah ke sini lagi.” Ucap Sang Mami karena tahu kalau Carol sudah lama sakit dan setelah sembuh pun juga belum lagi ke rumah Anneke.
“Iya sih ini sepertinya anak nya Reyvan. Tapi tidak masalah Mam, aku bilang saja ini anak nya Kak Carol.” Ucap Anneke dengan santai.
“Aku bilang aja umur kehamilanku lebih tua dari sesungguhnya. Agar Kak Carol tahu nya ini hasil dia sebelum dia sakit itu.” Ucap Anneke sambil tersenyum licik.
“Hmmm aku akan buat heboh di kampus Mahardhika ha... ha.. ha..” ucap Anneke lagi sambil tertawa
“Sekarang aku kirim hasil test pack ini ke Kak Carol.” Ucap Anneke sambil mengarahkan kamera hand phone nya pada alat test pack yang sudah dipakai untuk uji urine nya itu.
“Bagai mana kalau Carol minta test DNA?” tanya sang Mami dengan nada khawatir.
“Itu urusan nanti Mam.. Yang penting semua orang kampus tahu aku kekasih Carol dan hamil, itu sudah membuat heboh kampus dan Keluarga William pasti akan membatalkan perjodohan itu karena Ixora pasti tidak akan mau mempunyai Suami punya anak dengan perempuan lain.” Ucap Anneke yang hari jari nya mengusap usap layar hand phone nya dan mengirim foto test pack itu pada nama kontak Carol.
“Dan aku tidak akan begitu saja mau jika mereka akan melakukan test DNA pada anakku, aku akan persulit nya.” Ucap Anneke lagi dengan nada serius dan penuh penekanan.
Anneke pun lalu memposting foto test pack itu akun media sosial nya. Dengan keterangan yang membuat orang berasumsi jika Anneke sudah hamil agak lama dan terlambat test karena tidak menyangka hamil.
__ADS_1
“Mulai sekarang aku ganjal perut ku agar terlihat lebih buncit he... he...” ucap Anneke sambil tertawa sedangkan sang Mami masih terlihat hanya diam saja sambil mengamati perut anak nya.
“Mami kan sejak awal sudah mengingatkan agar kamu hati hati, tujuan kita mendapatkan cucu dari darah keluarga Alfredo.” Gumam Sang Mami selanjutnya.