
Akad nikah Bang Bule Vincent dan Ixora sudah dilaksanakan dengan sakral dan sederhana. Acara itu dilakukan saat Ixora belum lulus kuliahnya. Hal ini dilakukan karena keluarga Bang Bule Vincent ingin segera mendapatkan kepastian jika Bang Bule Vincent sudah benar benar menikah. Meskipun acara resepsi ditunda hingga Ixora sudah lulus kuliahnya. Dan syarat dari Tuan William, Bang Bule Vincent belum boleh membuka segel Ixora sebelum resepsi dilakukan. Alasan dari Tuan William agar Ixora tidak hamil lebih dahulu. Bang Bule Vincent sudah mengatakan bisa menggunakan alat kontrasepsi, akan tetapi Tuan William tetap berpegang teguh pada kemauannya.
Dan kini hari yang dinanti nanti oleh Bang Bule Vincent pada khususnya dan keluarga besar pada umumnya telah tiba. Hari resepsi pernikahan Bang Bule Vincent dan Ixora William. Vadeo kini yang bertugas menjadi ketua panitia.
Acara resepsi dilakukan di hotel yang sama dengan tempat resepsi pernikahan Vadeo dan Alexandria. Cuma bedanya kini tema tradisional full. Karena keluarga Bang Bule Vincent benar benar ingin merasakan acara resepsi tema tradisional di Indonesia, sedangkan nanti di Belanda yang tema modern. Vadeo yang kini tampil gagah dan tampan maksimal dengan kain batik bawahannya dan baju beskap hitam elegan, masuk ke dalam kamar pengantin laki laki.
Tampak pengantin laki laki sudah duduk di kursi. Bang Bule Vincent tampak sangat gagah dan keren dengan memakai baju pengantin laki laki adat Jawa.
“Bro kapan aku ke pelaminan menemani Ixora, kasihan dia duduk sendirian di sana.” Ucap Bang Bule Vincent sambil menatap Vadeo yang baru saja datang ke kamar rias pengantin laki laki.
“Kamu itu tidak sabar untuk duduk di pelaminan atau tidak sabar menunggu acara bubar?” ucap Vadeo sambil tersenyum menatap Bang Bule Vincent.
__ADS_1
“Kalau itu jangan kamu tanya Bro. Aku tuh sudah lama disiksa oleh Papa mertua, coba bayangin sudah sah resmi secara hukum dan agama tapi dilarang oleh mertua untuk unboxing.” Ucap Bang Bule Vincent dengan nada sedih.
“Sabar Bul, pasti nanti nikmatnya tiada tara.” Ucap Vadeo sambil tersenyum.
Dan sesaat kemudian perias pengantin laki laki memberi tahu pada Bang Bule Vincent, jika saatnya dia harus keluar dari kamar untuk mengikuti acara panggih temanten, yaitu bertemunya pengantin laki laki dan pengantin wanita.
“Dah Bul, aku keluar lebih dulu, aku kan sekarang masuk di rombongan keluarga pengantin wanita ha... ha....” ucap Vadeo sambil tertawa dan mengambil hand phone di saku baju beskapnya yang berdering karena Alexandria sudah mencarinya. Vadeo terus berjalan menuju hall room tempat acara resepsi dan mencari Alexandria yang sudah menunggu di sana.
Suara Master of Ceremony alias pranata cara sudah mengudara, diiringi oleh sayup sayup suara gamelan yang asli bukan suara rekaman gamelan.
Pengantin laki laki dan keluarga pengantar terus berjalan menuju ke dalam hall room. Sementara itu Ixora yang tampil cantik dan anggun dengan balutan baju pengantin adat jawa , mulai bangkit berdiri didampingi oleh Nyonya William dan Nyonya Jonathan. Mereka berjalan pelan pelan. Di depan Ixora berjalan dua bocah cantik yang imut dan ceria, siapa lagi kalau bukan si kembar Valexa dan Deondria. Mereka berdua juga memakai pakaian adat yang mirip dengan yang dipakai oleh Ixora. Di belakang pengantin perempuan, Alexandria dan Vadeo, lalu Dealova didampingi oleh salah satu kerabat dekat mereka.
__ADS_1
Tamu undangan yang memenuhi hall room tampak berdiri dengan hikmat menatap pengantin perempuan dan laki laki yang berjalan saling mendekat itu. Dan saat sampai di tengah tengah ruang hall room mereka berhenti. Tampak Ixora merendahkan tubuhnya dengan hati hati dan berjongkok di depan Bang Bule Vincent yang berdiri di depannya. Mereka melaksanakan tata cara adat sesuai arahan perias pengantin perempuan. Beberapa menit kemudian tata cara itu selesai. Sepasang pengantin itu pun berjalan menuju ke pelaminan. Tuan William berjalan di belakang sepasang pengantin itu sambil menempelkan kain sindur di punggung sepasang pengantin itu. Nyonya William berjalan di samping Suaminya. Dua keluarga besar itu pun berjalan di belakang mereka menuju ke pelaminan. Sedangkan si kembar berjalan di depan sepasang pengantin itu.
Acara resepsi berjalan dengan lancar. Hidangan jamuan , hiburan dan souvenir sangat memuaskan para tamu undangan. Hingga di acara penghujung. Pengantin dan orang tua berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu undangan. Keluarga Alfredo juga ikut datang akan tetapi Carol tidak tampak batang hidungnya.
“Selamat Tuan dan Nyonya Willam tapi saya masih berharap untuk pesanan, masih ada satu gadis lagi.” Ucap Tuan Alfredo sambil menjabat tangan Tuan William. Tuan dan Nyonya William hanya tersenyum datar.
Setelah semua tamu undangan pulang, meskipun masih ada keluarga dan kerabat. Bang Bule Vincent yang sudah tidak sabar, langsung menggendong tubuh Ixora. Dengan langkah lebarnya Bang Bule Vincent berjalan meninggalkan hall room menuju ke lift yang akan membawa ke lantai tempat kamar pengantinnya berada. Vadeo dan keluarganya masih sibuk melanjutkan acara foto foto, tidak menghiraukan Bang Bule Vincent yang membawa kabur Ixora. Beberapa orang berteriak teriak karena masih ingin berfoto dengan pasangan pengantin itu. Akan tetapi Bang Bule Vincent tidak menggubrisnya dia terus berjalan menggendong Ixora.
“Bang.. pelan pelan kalau jatuh repot , aku pakai kain panjang ginian..” ucap Ixora yang di dalam gendongan Bang Bule Vincent, tangan Ixora mengalung di leher Bang Bule Vincent mengait dengan erat.
“Tenang Beb, aku berlari pun kamu akan tetap aman.” Ucap Bang Bule Vincent sambil terus melangkah dengan cepat bahkan mencuri mencium pipi mulus Ixora.
__ADS_1